7 kesalahpahaman umum tentang Ramadan

·Bacaan 3 menit

Oleh: Arika Kim

Tahun ini, Ramadan dimulai pada tanggal 12 April 2021 dan berakhir pada 12 Mei 2021, ketika Idulfitri dirayakan.

Selama satu bulan penuh, umat Muslim mencurahkan waktu mereka untuk fokus memperbaiki diri dan introspeksi, serta berkomitmen menjalankan ajaran Islam dengan lebih baik.

Seiring jutaan Muslim di seluruh dunia menyambut datangnya bulan paling suci dalam kalender Islam ini, mari kita lihat beberapa kesalahpahaman umum mengenai Ramadan dan puasa yang cenderung dipercayai orang-orang.

1. Ramadan hanyalah tentang menahan diri dari makan dan minum

Tentu saja tidak!

Sebaliknya, momen bulan Ramadan secara khusus dianugerahkan bagi kaum Muslim agar mereka bisa menjadi versi terbaik diri — baik secara fisik maupun spiritual. 

Meski berpuasa adalah bagian utama dari Ramadan, di bulan ini para Muslim juga didorong untuk menahan diri dari kebiasaan-kebiasaan yang sebenarnya tidak penting untuk mereka, seperti merokok atau bergosip. Pada intinya, keseluruhan bulan ini dipandang sebagai kesempatan untuk memulai ulang dan mengintrospeksi diri.

Di beberapa bagian dunia, seperti Indonesia, Muslim Jawa melaksanakan tradisi mandi yang disebut padusan, berupa ritual membersihkan diri di danau dan kolam terdekat. Di beberapa daerah di Malaysia, para sukarelawan di kampung-kampung bangun tidur lebih awal untuk berkeliling mengumumkan waktu sahur dengan menggunakan instrumen dan lagu-lagu tradisional.

2. Semua orang harus berpuasa

Kesalahpahaman umum lainnya adalah berpuasa itu mutlak wajib bagi semua orang. Faktanya, berpuasa hanya diwajibkan untuk mereka yang sehat jasmani dan rohani, serta secara fisik kuat untuk menjalankan puasa. Mereka yang sedang sakit, menstruasi, atau bepergian, tidak diwajibkan untuk berpuasa di hari tersebut, namun harus “menggantinya” pada hari lain.

Mereka yang menderita penyakit jangka panjang, yang menyebabkan mereka tidak bisa berpuasa, punya pilihan untuk membayarkan fidiah — sebuah bentuk sumbangan keagamaan.

Polisi membagikan 1.000 paket makanan sahur untuk warga miskin yang membutuhkan di Jakarta, Indonesia, Selasa (13/4/2021). PHOTO: Dasril Roszandi/NurPhoto via Getty Images
Polisi membagikan 1.000 paket makanan sahur untuk warga miskin yang membutuhkan di Jakarta, Indonesia, Selasa (13/4/2021). PHOTO: Dasril Roszandi/NurPhoto via Getty Images

3. Ramadan dimulai pada tanggal yang sama setiap tahun

Sama seperti Tahun Baru Tionghoa dan Diwali, Ramadan juga mengikuti kalender bulan keagamaan. Satu hal yang pasti adalah Ramadan jatuh pada bulan kesembilan dalam kalender Islam.

4. Tidak makan sama sekali selama 30 hari berturut-turut

Tidak juga. Terdapat ketentuan durasi jam yang diikuti Muslim saat berpuasa. Jam-jam ini biasanya antara Matahari terbit dan terbenam. Di luar jam-jam berpuasa, umat Islam diperbolehkan untuk makan.

Namun, hal yang harus dicatat adalah karena adanya perbedaan waktu di seluruh dunia, jam-jam berpuasa bisa bervariasi, antara 11 hingga 20 jam. Misalnya, di beberapa bagian Malaysia durasi berpuasa bisa sampai 13,5 jam, sementara di negara-negara seperti Selandia Baru dan Australia, puasa berlangsung selama kira-kira 11,5 jam.

5. Menggosok Gigi Bisa Membatalkan Puasa

Tidak benar. Membersihkan gigi, berkumur, dan menggunakan obat kumur sepenuhnya boleh dilakukan saat berpuasa. Bahkan, jika Anda secara tidak sengaja menelan air atau obat kumur, puasa Anda tetap dianggap sah.

6. Berpuasa adalah Cara yang Baik untuk Mengurangi Berat Badan

Ya dan tidak. Bagi sebagian orang, berpuasa membantu mereka menghilangkan penumpukan cairan dalam tubuh dengan sangat mudah. Namun, yang perlu diingat juga bahwa karena Anda cenderung makan dua kali dengan porsi besar di saat magrib dan sahur, bisa saja berat badan Anda justru bertambah saat berpuasa.

Sebelum COVID-19, bazar-bazar Ramadan merupakan ciri khas di beberapa negara Asia, seperti Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Baik Muslim maupun non-Muslim akan berkumpul bersama berburu makanan lezat dan kreasi makanan khas yang hanya tersedia satu kali dalam setahun.

Saat ini, masih belum bisa dipastikan apakah bazar semacam itu akan bisa diadakan dengan adanya pembatasan yang berlaku saat ini.

7. Orang Non-Muslim yang Makan di Depan Orang Berpuasa Dianggap Tidak Sopan

Tidak sama sekali. Inti dari puasa dan keseluruhan semangat Ramadan adalah bagaimana Muslim belajar mengendalikan diri, melakukan introspeksi, serta meningkatkan ketaatan dan ibadah kepada Tuhan. Dengan begitu, makan di depan orang Muslim bukanlah hal yang tidak sopan, kecuali memang berniat untuk mencoba membujuk atau memaksa Muslim agar membatalkan puasanya.