7 Kesepakatan kerjasama lembaga dan bisnis Indonesia-Jepang

MERDEKA.COM, Indonesia dan Jepang sudah memulai kerjasama bilateral sejak tahun 1958. Kedua negara tersebut menandatangani tujuh komitmen dalam hubungan antar-lembaga akademis dan komunitas bisnis di Sabuga, Bandung, Jawa Barat.

Dalam acara yang bernama Indonesia-Japan Innovation Convention (IJCC) tersebut, menghasilkan kesepakatan Bandung Innovation Statement (BIS) berisi tujuh ajakan untuk mempertimbangkan usulan atau ide yang dihasilkan IJIC.

Pertama, membentuk suatu forum yang tepat untuk berdiskusi antara pihak terkait dari Indonesia dan Jepang untuk memfasilitasi dialog dan menindaklanjuti kerjasama baru atau kesepakatan. Kedua, mendukung aktivitas masyarakat berbasis inovasi yang dapat meningkatkan pembangunan ekonomi dan sosial kedua negara.

Ketiga, mendukung ide-ide pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi innovation park dalam memfasilitasi kemitraan ilmu pengetahuan dan teknologi antara kedua negara, misalnya Bandung Raya Innovation Valley. Keempat, mendukung gagasan dalam membangun smart community di antara kedua negara, yaitu suatu komunitas yang mengelola SDA dan SDM secara berkelanjutan.

Kelima, membentuk kemitraan strategis di antara kedua negara dalam bidang inovasi yang sejajar dan saling menguntungkan. Keenam, menentukan platform kerjasama bagi kedua negara yang disetujui semua pemangku kepentingan seperti inovasi terbuka dalam klaster yang strategis.

Ketujuh, mendorong sinergi antara sektor pemerintah, akademisi dan bisnis dalam mempromosikan pemanfaatan dan pengembangan inovasi di kedua negara.

"Semua peserta IJIC 2012 percaya bahwa pernyataan ini dapat menjadi dasar yang kuat bagi hubungan bilateral yang saling menguntungkan dan berkelanjutan antara Indonesia dan Jepang," kata Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang Rahmat Gobel di Bandung, Minggu (2/12).

Sementara Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Akhmaloka dalam sambutannya mengatakan terjalinnya kerja sama ini dimulai dengan kemitraan yang cukup baik.

"Pak Wapres (Boediono) ingin saya sampaikan bahwa kemarin sore, kami telah menghasilkan 'Bandung Innovation Statement', di mana intinya kami ingin membangun inovasi teknologi untuk menjalankan langkah kerja nyata dan komitmen bersama," kata Akmaloka.

Dia berharap, agar pemerintah terus mendukung dan memberikan masukan serta pencerahan sehingga hubungan dua negara ini bisa terjalin dengan baik.

Acara tersebut dihadiri Wakil Presiden Boediono, Rektor ITB Akhmaloka, dan Mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.