7 Kutipan Bijak Buku La Tahzan Beserta Ulasan Singkatnya

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Dalam hidup, kita sering mendapatkan cobaan serta ujian yang beragam, tentunya hal itu tidak mudah untuk dilewati. Namun, hendaknya setiap ujian kehidupan tidak membuat kita lemah, tetapi semakin membuat kita kuat.

Ketika dalam masalah, beberapa orang memiliki caranya masing-masing untuk menghilangkan kesedihan. Salah satunya cara yang menenangkan untuk memperkuat diri adalah dengan membaca buku. Untuk urusan ini, kamu bisa memilih buku berjudul 'La Tahzan' yang bisa memberikan motivasi.

Buku La Tahzan merupakan salah satu buku self-help, buku petunjuk cara hidup, dan buku motivasi. Buku ini ditulis untuk siapa saja yang senantiasa merasa hidup dalam bayang-bayang kegelisahan, kesedihan dan kecemasan, atau orang yang selalu sulit tidur dikarenakan beban duka dan kegundahan yang semakin berat menerpa.

Untuk lebih mengenal buku ini, Fimela.com telah merangkum 7 kutipan bijak buku La Tahzan beserta ulasan singkatnya. Dilansir dari beragam sumber, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Kutipan Bijak Buku La Tahzan

Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/where
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/where

Berikut kutipan-kutipan yang diambil dari buku La Tahzan, begitu penuh makna bagi pembacanya:

1. "Orang berkata “Langit selalu berduka dan mendung”Tapi aku berkata “Tersenyumlah, cukuplah duka cita dilangit sana”

2. "Maka celaka, celaka dan celakalahBagi hakim bumi yang akan dia terima dari Hakim langit."

3. "Orang yang berakal akan menderita dalam kenikmatan kartena akalnya. Sedangkan orang yang bodoh akan bahagia dalam kesusahan."

4. "Jika aku adalah seorang hamba, Maka aku adalah tuan dalam derma. Jika aku berkulit hitam, Tapi akhlakku berwarna putih."

5. "Aku berkata pada kalbuku saat didera rasa takut yang mengejutkan“bergembiralah, sebab kebanyakan hal yang kau takuti adalah dusta”Jika orang bodoh bicara, jangan kau timpaliSebab sebaik-baik jawaban baginya adalah diam seribu bahasa."

6. "Wajah mereka cemberut karena sombong, seolah mereka dilempar dengan paksa ke neraka. Tidak seperti kaum, yang bila kau jumpai bak bintang, yang menjadi petunjuk bagi perjalanan malam."

7. "Betapa banyak jalan keluar yang datang setelah putus asa, dan betapa banyak kegembiraan yang datang setelah kesusahan. Siapa yang berbaik sangka pada Pemilik ‘Arasy, dia akan memetik manisnya buah yang dipetik di tengah-tengah pohon berduri."

Ulasan Singkat Buku La Tahzan

Ilustrasi Membaca Novel Credit: pexels.com/Giulia
Ilustrasi Membaca Novel Credit: pexels.com/Giulia

Judul Buku: La Tahzan (Jangan besedih!)

Penulis: DR.’Aidh al-Qarni

Penerbit: Qisthi Press

Penerjemah: Samson Rahman

Halaman: 572 halaman

Tahun Terbit: Jakarta, Desember 2004

Buku yang berjudul “Laa Tahzan” ini adalah buku terlaris dan fenomenal karena isinya yang mengandung banyak manfaat bagi para pembaca serta alurnya yang menyentuh hati. Melalui buku ini, para pembaca menjadi tersadar kembali untuk memperbaiki kehidupan yang selama ini di jalani, secara tidak langsung buku ini menghipnotis para pembaca untuk berprilaku baik dengan kesadaran diri sendiri bahwa semua yang dilakukan harus berdasarkan hati nurani dan dilakukan hanya mengharap ridha dari Allah SWT.

Buku ini di tuliskan oleh seorang dokter yang berasal dari Saudi Arabia yang bernama DR.’Aidh al-Qarni, karna buku ini di terima luas di kalangan masyarakat karna penyampaian penulisnya dengan gaya bahasa yang mengalir dan lugas maka dari itu banyak penerjemah dari berbagai Negara yang mencetak ulang buku ini dengan persetujuan pemilik sah buku “Laa Tahzan” dalam semua versi bahasa, termasuk untuk versi Bahasa Indonesia.

Selanjutnya, buku ini sengaja ditulis agar si pembaca menyadari bahwa apa yang telah ia dapatkan adalah hasil dari apa yang ia lakukan, serta agar memahami bahwa hidup ini harus di jalani dengan penuh rasa syukur bukan malah dengan cara bersedih hati, maka dari itu penulis menyelipkan ratusan tips bagi si pembaca bagaimana cara agar jangan bersedih maka dari itu penulis menuliskan judul pada buku ini “Laa Tahzan” yang di ambil dari bahasa arab yang artinya jangan bersedih.

Tentunya buku ini sangat direkomendasikan untuk Sahabat Fimela yang sedang dirundung masalah, supaya tetap kuat dan bisa mengambil sisi positif dari segala hal yang terjadi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel