7 langkah untuk kurangi hilangnya pembelajaran (_learning loss_) akibat pandemi COVID-19

Penutupan sekolah dan beralihnya proses pembelajaran ke sistem online akibat pandemi COVID-19 telah mengakibatkan ‘learning loss’ (kehilangan pembelajaran) di negara-negara maju dan berkembang.

Kehilangan pembelajaran secara umum dapat didefinisikan sebagai hilangnya pengetahuan dan keterampilan siswa secara spesifik atau umum, ataupun kemunduran kemajuan akademik ketika siswa tidak berada di sekolah.

Dengan adanya kehilangan pembelajaran akibat pandemi, sebuah laporan yang diterbitkan oleh Bank Dunia dan beberapa badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seperti UNESCO dan UNICEF menyatakan siswa-siswi generasi ini berisiko kehilangan US$ 17 triliun atau sekitar Rp225.000 triliun pendapatan di dalam umur hidupnya, atau sekitar 14% dari pendapatan domestik bruto global.

Satu penilitian dari OECD juga menyatakan betapa signifikan nilai kerugian ekonomi dari kehilangan pembelajaran. Di Australia, nilai kerugian diperkirakan sebesar US$ 1.716 miliar atau sekitar Rp 25 triliun, sedangkan di Indonesia angka kerugian tercatat sekitar US$ 4.347 miliar atau sekitar Rp 65 triliun.

Menyadari kekhawatiran tentang berkembangnya kehilangan pembelajaran secara global, peneliti dari Griffith University (Australia) dan Universitas Pendidikan Ganesha (Indonesia) berkolaborasi dalam proyek bersama untuk lebih memahami kehilangan pembelajaran di dua negara ini.

Proyek ini memberikan tujuh rekomendasi penting untuk mengurangi dampak kehilangan pembelajaran bagi anak didik di sektor pendidikan dasar, menengah, dan tinggi sebagai akibat dari pandemi COVID-19 di Indonesia, Australia dan wilayah sekitarnya.

Meski kehilangan pembelajaran adalah hal baru dalam bahasa pendidikan, masalah kesetaraan digital dalam pembelajaran dan dampaknya telah ada selama beberapa dekade. Bagi para pendidik, catatan yang direkomendasikan di sini juga bukanlah hal yang baru.

Namun demikian, ketika dilihat lebih dalam lagi, rekomendasi yang diberikan bisa memberikan solusi ampuh untuk memecahkan masalah ini.

Selebihnya, ketika situasi kembali normal dan sekolah kembali beroperasi dengan siswa yang kembali ke pembelajaran, rekomendasi ini juga akan tetap berguna untuk meningkatkan kesetaraan digital dalam belajar, memajukan keterampilan guru dalam mengajar, dan meningkatkan proses pembelajaran yang lebih personal, yang akhirnya akan menghasilkan hasil pembelajaran yang lebih bermutu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel