7 Lokasi di Indonesia Ini Pernah Ditemukan Sampah Roket Satelit Jatuh

Merdeka.com - Merdeka.com - Sampah antariksa atau sisa roket Long March 5B milik Tiongkok jatuh melintasi wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan Barat. Beruntung, sampah antariksa yang memiliki berat 20 ton ini jatuh di perairan Samudra Hindia. Namun, sisa pecahannya terkonfirmasi jatuh di Sanggau, Kalimantan Barat.

Berdasarkan catatan Profesor Riset Astronomi-Astrofisika LAPAN/BRIN, Thomas Djamaluddin dalam blognya, terdapat tujuh lokasi yang pernah ditemukan sampah roket satelit jatuh. Merdeka.com,Selasa (2/8), sudah mendapatkan izin untuk mengutip blog miliknya.

Berikut tujuh lokasi dan tahun yang pernah ditemukan sampah roket satelit jatuh:

1. Gorontalo 1981
Menurut catatan Thomas, roket yang jatuh di Gorontalo ini digunakan untuk meluncurkan satelit Interkosmos 20 pada 1 November 1979. Barulah pada 1981, detail sampah antariksa itu bisa diidentifikasi bagian dari roket SL-8 milik Uni Sovyet/Rusia dengan nomor katalog 11610.

2. Lampung 1988
Di Lampung ditemukan tabung yang berfungsi untuk bahan bakar pada April 1988. Berdasarkan hasil analisis, benda jatuh tersebut adalah bagian roket SL-4. Roket ini dimiliki oleh Rusia dengan nomor katalog 19042. Roket tersebut digunakan untuk meluncurkan satelit Cosmos 1938 pada 11 April 1988.

3. Bengkulu 2003
Ditemukan pecahan roket milik Tiongkok dengan nomor katalog 23416. Roket ini dipakai untuk mengirim satelit DFH-31 pada 29 November 1994.

4. Madura 2016
Beberapa objek antariksa jatuh di perairan Madura pada 26 September 2016. Dari analisis orbitnya, objek-objek tersebut diidentifikasi sebagai bagian roket Falcon 9 dengan nomor katalog 41730 milik Space X Amerika Serikat. Roket itu digunakan untuk meluncurkan satelit JCSAT 16 pada 14 Agustus 2016.

5. Sumatera Barat 2017
Terlihat terdapat dua objek jatuh di dua lokasi terpisah di Sumatera Barat pada 18 Juli 2017. Dari analisis orbitnya diidentifikasi kedua objek tersebut berasal dari pecahan roket CZ-3A dengan nomor katalog 31116 milik RRT. Roket digunakan untuk menunggangi satelit Beidou M1 pada 13 April 2017.

6. Kalimantan Tengah 2021
Objek antariksa yang ditemukan di Kalimantan Tengah pada 2021 adalah bagian Fairing roket CZ-8. Terlihat logo Chinese National Space Administration (CNSA) yang terbakar ditemukan warga pada 4 Januari 2021. Semula objek tersebut diduga bagian roket RRT yang melintas wilayah tersebut saat jatuh awal Januari. Namun, setelah gambar lengkap diperoleh dan didukung konfirmasi dari CNSA, disimpulkan bahwa objek tersebut adalah payload fairing (pelindung muatan satelit) roket Long March/CZ-8 milik RRT.

7. Sanggau, Kalimantan Barat 2022
Pada 30 Juli 2022 dikabarkan sampah antariksa berkode CZ-5B RRT milik bakal segera jatuh. CZ-5B adalah bekas roket peluncur modul stasiun antariksa RRT yang diluncurkan pada 24 Juli 2022. [faz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel