7 Macam-Macam Gaya Renang yang Umum, Penting untuk Pemula

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Macam-macam gaya renang perlu dipahami ketika mulai belajar berenang. Berenang termasuk aktivitas yang baik untuk kesehatan. Berenang bisa menjadi rutinitas olahraga dan melepaskan beban dari persendian.

Berenang juga bisa membakar kalori utama sambil menggunakan hampir semua otot di tubuh. Saat berenang, ada sejumlah gaya yang bisa digunakan. Macam-macam gaya renang biasanya diajarkan sebagai dasar dalam berlatih renang.

Baik untuk sekadar olahraga, peningkatan diri, pertahanan hidup, atau bahkan kompetisi, macam-macam gaya renang penting diketahui. Beberapa macam-macam gaya renang juga masuk dalam cabang perlombaan. Macam-macam gaya renang cukum umum digunakan para perenang.

Macam-macam gaya renang ini menggunakan gerakan otot yang berbeda. Berikut macam-macam gaya renang yang umum, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu(24/02/2021).

Gaya bebas

Ilustrasi Gaya Renang Bebas Credit: pexels.com/Jim
Ilustrasi Gaya Renang Bebas Credit: pexels.com/Jim

Renang gaya bebas merupakan satu dari macam-macam gaya renang yang paling terkenal. Tidak hanya yang tercepat dan paling efisien, gaya ini juga yang paling mudah dikuasai.

Gaya bebas dilakukan dengan memposisikan tubuh telungkup. Dengan jari-jari kaki lancip, kaki menendang dengan gerakan naik-turun yang cepat dan padat yang dikenal sebagai 'tendangan flutter'. Sementara itu, lengan bergerak dalam pola yang terus menerus dan bergantian. Satu lengan menarik di bawah air dari posisi yang diperpanjang ke arah pinggul, sementara lengan lainnya pulih dengan menyapu di atas air dari pinggul ke luar posisi diperpanjang di depan.

Teknik pernafasan gaya berenang ini memanfaatkan posisi tangan saat berada di atas untuk mengayuh. Kepala digelengkan ke kanan atau kiri kemudian menarik napas dengan mulut.

Gaya punggung

Perenang Indonesia, Siman Sudartawa, meraih emas nomor 50 meter gaya punggung pada SEA Games di National Aquatic, Kuala Lumpur, Senin (21/8/2017). Siman memecahkan rekor SEA Games dengan waktu 25,20 detik. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Perenang Indonesia, Siman Sudartawa, meraih emas nomor 50 meter gaya punggung pada SEA Games di National Aquatic, Kuala Lumpur, Senin (21/8/2017). Siman memecahkan rekor SEA Games dengan waktu 25,20 detik. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Gaya punggung membutuhkan gerakan yang mirip dengan gaya bebas, tetapi dilakukan seperti namanya, di punggung.

Gaya punggung dilakukan dalam posisi terlentang horizontal. Seperti dalam gaya bebas, kaki menendang dengan tendangan mengepak yang pendek dan konstan sementara lengan bergerak dalam pola bergantian terus menerus.

Dalam gaya punggung, satu lengan ditarik melalui air dari posisi diperpanjang di atas kepala hingga ke pinggul, sementara lengan lainnya pulih dengan membuat gerakan setengah lingkaran di udara, dari pinggul ke posisi diperpanjang.

Tubuh akan berguling sedikit dari sisi ke sisi saat setiap lengan menarik ke bawah air, tetapi kepala akan tetap dalam posisi netral menghadap ke atas, artinya, ya, kamu dapat bernapas dengan mudah sesuai kebutuhan.

Gaya dada

Ilustrasi Gaya Renang Dada Credit: unsplash.com/Alejandra
Ilustrasi Gaya Renang Dada Credit: unsplash.com/Alejandra

Gaya dada adalah gaya renang kompetitif paling lambat, dan gaya renang yang paling umum dipelajari. Ini sering diajarkan kepada perenang pemula karena tidak perlu memasukkan kepala ke dalam air.

Seperti gaya bebas, gaya ini di mulai dalam posisi tengkurap horizontal. Namun, dalam gaya dada, kamu bergerak antara posisi yang lebih horizontal dan ramping dan posisi pemulihan yang lebih vertikal, di mana kamu menarik tubuh keluar dari air untuk bernapas.

Kaki melakukan tendangan 'cambuk' atau 'katak' simetris yang melibatkan menarik kedua kaki ke arah bokong dan kemudian mencambuk kaki ke samping dalam gerakan melingkar sampai bertemu lagi dalam posisi yang ramping. Kamu bisa membayangkan kaki katak.

Sementara itu, lengan bergerak dengan pola simetris seperti segitiga. Saat kaki kembali ke arah bokong, tangan (yang direntangkan di depan) menyapu ke depan, ke luar, dan kemudian menarik ke dada, menciptakan bentuk segitiga. Saat kaki melakukan tendangan katak, tubuh akan menembakkan lengan ke belakang ke posisi terulur dan mengulanginya.

Gaya kupu-kupu

Aksi atlet Indonesia, Syuci Indriani (kiri) saat final 100 meter gaya kupu-kupu putri S14 di Aquatic Center, Jakarta, Rabu (10/10). Syuci berhasil meraih mendali perak dengan catatan waktu 1 menit 11,08 detik. (Merdeka.com/Imam Buhori)
Aksi atlet Indonesia, Syuci Indriani (kiri) saat final 100 meter gaya kupu-kupu putri S14 di Aquatic Center, Jakarta, Rabu (10/10). Syuci berhasil meraih mendali perak dengan catatan waktu 1 menit 11,08 detik. (Merdeka.com/Imam Buhori)

Kupu-kupu adalah gaya renang tingkat lanjut dalam macam-macam gaya renang. Ini bisa lebih sulit dan melelahkan untuk dipelajari, tetapi juga sangat menyenangkan.

Gaya kupu-kupu dilakukan dalam posisi tengkurap horizontal, menggunakan gerakan bergelombang seperti gelombang di mana dada, diikuti oleh pinggul, terus bergerak ke atas dan ke bawah. Gerakan ini di mulai dalam posisi ramping di bawah air. Dari sana, tangan membuat bentuk jam pasir di bawah air saat ditarik ke arah pinggul, lalu keluar dari air dan memulihkan posisi yang diperpanjang dengan berputar ke depan tepat di atas permukaan air.

Sementara itu, kaki melakukan tendangan 'lumba-lumba', di mana kedua kaki tetap bersatu dan mendorong ke atas dan ke bawah, dengan jari-jari kaki lancip. (Bayangkan ekor putri duyung.) Pada kupu-kupu, kamu bernapas sesuai kebutuhan dengan mengangkat kepala keluar dari air sementara lengan pulih di atas permukaan air.

Gaya samping

Ilustrasi renang. (Photo by Toomas Tartes on Unsplash)
Ilustrasi renang. (Photo by Toomas Tartes on Unsplash)

Gaya samping merupakan gaya renang lama yang sudah jarang digunakan dalam kompetisi renang. Namun, gaya ini penting dipelajari untuk pertahanan diri. Gaya ini paling sering digunakan oleh penjaga pantai saat mereka menyelamatkan seseorang, karena gaya ini paling mudah memungkinkanmu untuk menarik sesuatu bersamaan.

Gaya renang ini dilakukan dengan berenang menyampung, mendorong tubuh ke depan dengan tendangan gunting dan gerakan lengan bergantian.

Salah satu cara untuk mengingat gaya samping adalah dengan membandingkannya dengan memetik apel. Lengan pertama akan meregang di atas kepala dan memetik apel, kemudian tangan akan bertemu di depan dada. Lengan pertama menyerahkan apel ke lengan kedua (sisi tubuh yang berada di atas dan sebagian keluar air). Lengan kedua akan mengulurkan tangan untuk melempar apel ke belakang saat lengan pertama meraih apel lain di atas kepala.

Gaya trudgen

Ilustrasi berenang. (iStockphoto)
Ilustrasi berenang. (iStockphoto)

Gaya trudgen berkembang dari gaya renang samping dan dinamai menurut nama perenang Inggris John Trudgen. Gaya trudgen mirip dengan gaya bebas, hanya saja dipasangkan dengan tendangan gunting, mirip dengan yang digunakan pada gaya samping.

Saat lengan kiri berada di atas kepala, kaki direntangkan untuk bersiap menendang, lalu saat lengan turun, luruskan kaki dan satukan untuk melakukan tendangan gunting. Gaya ini sangat unik karena kepala tetap berada di atas air secara keseluruhan.

Gaya anjing

Ilustrasi renang (iStock)
Ilustrasi renang (iStock)

Renang gaya anjing merupakan gaya yang mengadopsi gerakan anjing saat berada di air. Gerakan ini memposisikan kepala berada di atas air sambil kaki dan tangan melakukan gerakan berenang seperti anjing.

Gaya ini dimulai dengan menghadap ke air dan mendayung dengan tangan bergantian, seringkali dengan hidung dan mulut di atas air. Gaya anjing dapat digunakan secara terbalik untuk menggerakkan kaki tubuh terlebih dahulu.