7 Makanan Penambah Trombosit Darah, Sehat dan Mudah Didapatkan

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Trombosit merupakan bagian dari sel darah merah yang memiliki fungsi penting dalam proses pembentukan darah. Trombosit juga kerap disebut sebagai platelet darah. Nah, apa bila kadar trombosit dalam darah kurang dari batas normal, maka kondisi tersebut disebut sebagai trombositopenia. Untuk mengatasi hal tersebut maka Anda harus mengonsumsi makanan penambah trombosit darah.

Makanan penambah trombosit darah ada beragam. Namun makanan tersebut tentu saja tidak semata-mata langsung menambah trombosit darah. Melainkan makanan yang mengandung zat yang dapat memicu produksi trombosit dalam darah.

Mengetahui makanan penambah trombosit darah sangat penting terlebih lagi jika Anda sedang terluka sehingga kehilangan banyak sel darah merah, atau ketika sedang mengalami penyakit demam berdarah. Dibutuhkan makanan penambah trombosit darah agar dapat segera pulih dan bisa menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ketika tubuh mengalami trombositopenia, Anda dapat mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat, vitamin B-12, C, D, dan K, dan zat besi. Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat tersebut, dapat meningkatkan produksi trombosit dalam tubuh.

Berikut ini merupakan berbagai macam makanan penambah trombosit darah yang dapat dikonsumsi. Dirangkum dari berbagai sumber oleh Liputan6.com, Selasa (3/10/2020).

1. Makanan kaya asam folat

ilustrasi alpukat/copyright by (Shuttersock)
ilustrasi alpukat/copyright by (Shuttersock)

Makanan penambah trombosit darah pertama yakni makanan yang mengandung banyak asam folat. Dalam asam folat terdapat vitamin B esensial yang dapat menyehatkan sel darah dalam tubuh. Setiap orang dewasa pada umumnya membutuhkan asupan folat sebanyak 400 mikrogram (mcg) per harinya. Sementara itu, ibu hamil memerlukan 600 mcg. Berikut ini makanan yang memiliki kandungan folat tinggi:

1. Legum (polong-polongan)

2. Asparagus

3. Telur

4. Sayuran hijau

5. Buah bit

6. Buah jeruk

7. Kubis

8. Brokoli Sayur

9. Kacang-kacangan dan biji-bijian

10. Hati sapi Jeroan

11. Pepaya

12. Pisang

13. Alpukat

14. Melon jingga

2. Makanan bervitamin B-12

Ilustrasi Foto Ikan Salmon (iStockphoto)
Ilustrasi Foto Ikan Salmon (iStockphoto)

Selain mengonsumsi folat, makanan yang mengandung vitamin B-12 juga merupakan makanan penambah trombosit darah. Ketika tubuh kekurangan vitamin B-12, maka akan berpengaruh pada kadar trombosit dalam darah. Maka dari itu, untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa mengonsumsi berbagai makanan berikut ini:

1. Ikan Salmon

2. Ikan Tuna

3. Hati Sapi

4. Hati Ayam

5. Daging Sapi dan Ayam

6. Kerang

7. Susu dan Olahannya

8. Serealia

9. Telur

10. Ikan Trout

3. Makanan bervitamin K

Ilustrasi/copyright shutterstock.com
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Vitamin K memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembekuan darah (untuk menyembuhkan luka) dan kesehatan tulang. Berdasarkan sebuah penelitian, hampir 27% orang yang mengonsumsi makanan bervitamin K, menunjukkan peningkatan trombosit yang signifikan serta meredakan pendarahan saat luka. Bagi manusia dewasa, kebutuhan untuk vitamin K yakni 120 mcg per hari untuk pria, sedangkan wanita membutuhkan 90 mcg perhari. Berikut ini merupakan beberapa makanan yang memiliki kandungan vitamin K yang tinggi:

1. Sayur kale

2. Sayur bayam

3. Brokoli

4. Hati sapi

5. Daging Babi

6. Daging ayam

7. Kacang hijau

8. Kiwi

9. Alpukat

10. Buah prune

11. Minyak kedelai

12. Keju

4. Makanan bervitamin D

ilustrasi keju penyebab bau mulut/pexels
ilustrasi keju penyebab bau mulut/pexels

Makanan penambah trombosit darah selanjutnya merupakan makanan yang mengandung vitamin D. Hal ini lantaran trombosit diproduksi di sel sumsum tulang, maka jika ingin menambah produksi trombosit dalam darah Anda harus menyehatkan sel sumsum tulang dengan mengonsumsi banyak makanan yang mengandung vitamin D. Berikut ini merupakan beberapa makanan yang mengandung vitamin D tinggi:

1. Keju

2. Kuning Telur

3. Tiram

4. Sarden

5. Salmon

6. Brokoli

7. Minyak Ikan

8. Kiwi

9. Susu

10. Tahu dan Tempe

11. Jamur

5. Makanan zat besi

Ilustrasi daging merah | pixabay.com/users/tomwieden-26234
Ilustrasi daging merah | pixabay.com/users/tomwieden-26234

Selain sebagai makanan penambah trombosit darah, zat besi juga memiliki peranan penting untuk tubuh. Zat besi terbukti mampu mengatasi berbagai permasalahan yang terkait dengan darah merah, misalkan saja anemia. Berikut ini merupakan beberapa makanan yang mengandung zat besi:

1. Daging Merah

2. Sayuran Hijau

3. Kacang Merah

4. Kacang Kedelai

5. Daun Parsley

6. Edamame

7. Dark Chocolate

8. Oatmeal

9. Seafood

10. Kismis

6. Makanan bervitamin C

ilustrasi jus lemon untuk menjaga sistem imun tubuh/pixabay
ilustrasi jus lemon untuk menjaga sistem imun tubuh/pixabay

Selain beberapa zat di atas, vitamin C juga penting sebagai salah satu makanan penambah trombosit darah. Hal ini lantaran vitamin C memiliki kemampuan untuk membantu menjaga sistem kekebalan tubuh. Sehingga tingkat penyerapan zat besi dan produksi trombosit pun dapat berjalan dengan baik. Berikut ini merupakan beberapa makanan yang mengandung vitamin C tinggi:

1. Lemon

2. Paprika merah

3. Paprika hijau

4. Kangkung

5. Brokoli

6. Pepaya

7. Stroberi

8. Bunga kol

9. Kubis Brussel

10. Nanas

11. Kiwi

12. Mangga

7. Makanan mengandung vitamin A

Caviar
Caviar

Selanjutnya, dalam produksi trombosit, vitamin A berperan sangat besar. Hal ini karena vitamin A dikenal memiliki fungsi sebagai pembentukan protein dalam tubuh. Ketika pembentukan protein terjaga, makan pembentukan dan perkembangan sel tubuh juga akan membaik. Itulah mengapa vitamin A dianggap sebagai makanan penambah trombosit. Berikut ini merupakan berbagai makanan yang mengandung vitamin A tinggi:

1. Ikan makarel atau salmon

2. Minyak hati ikan kod

3. Telur ikan atau caviar

4. Hati ayam

5. Keju

6. Telur rebus

7. Ubi jalar

8. Labu

9. Buah kesemek

10. Sawi

11. Wortel

12. Paprika merah

13. Bayam