7 Manfaat Biji Seledri untuk Kesehatan, Jadi Suplemen Alami

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Seledri merupakan sayuran kaya manfaat kesehatan. Seledri adalah bagian dari keluarga Apiaceae, yang meliputi wortel, parsnip, peterseli, dan seleriak. Selain bagian daun dan batang, biji seledri juga punya manfaat yang tak kalah menarik.

Biji seledri kecil, berwarna coklat muda, dan memiliki rasa hangat dan pahit. Meski ukurannya kecil, biji seledri memiliki nilai gizi yang tinggi dan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

Saat ini, biji seledri paling banyak digunakan sebagai bumbu masakan. Biji seledri juga tersedia sebagai suplemen dalam bentuk ekstrak atau kapsul.

Biji seledri adalah sumber mineral penting seperti kalsium, mangan, dan zat besi. Biji seledri rendah kalori dan memiliki profil makronutrien yang seimbang. Jumlah karbohidrat, protein, dan lemak pada biji seledri relatif sama.

Berikut 7 manfaat biji seledri untuk kesehatan yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (23/11/2020).

Antioksidan

Ilustrasi Daun Seledri Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Daun Seledri Credit: pexels.com/pixabay

Ekstrak biji seledri juga memiliki sifat antioksidan. Antioksidan adalah senyawa yang mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh molekul yang disebut radikal bebas. Tubuh membutuhkan keseimbangan antioksidan dan radikal bebas yang sehat untuk menjaga kesehatan yang optimal.

Meskipun penelitian terbatas, beberapa penelitian pada hewan dan tabung reaksi telah menemukan ekstrak biji seledri memiliki sifat antioksidan. Hal tersebut dapat dijelaskan dengan adanya polifenol dalam biji seledri.

Polifenol adalah senyawa bermanfaat dalam makanan nabati tertentu. Studi yang lebih besar telah mengaitkan diet kaya polifenol dengan kejadian kanker, penyakit jantung, dan diabetes yang lebih rendah.

Dukung kesehatan tulang

Tulang Kuat (sumber: iStockphoto)
Tulang Kuat (sumber: iStockphoto)

Biji seledri mengandung banyak nutrisi penting untuk menjaga tulang tetap sehat dan kuat. Satu sendok makan (6,5 gram) biji seledri menyediakan 12% kebutuhan kalsium harian. Meningkatkan asupan kalsium dapat mengurangi risiko patah tulang.

Biji seledri juga kaya akan mineral mangan. Satu sendok makan (6,5 gram) biji seledri mengandung 27% asupan harian mangan. Mangan diperlukan untuk mengaktifkan enzim yang menghasilkan protein yang diperlukan untuk pembentukan jaringan tulang dan tulang rawan. Dengan demikian, ini mendukung struktur dan kekuatan tulang.

Biji seledri juga mengandung magnesium dan fosfor. Kedua mineral ini mendukung sel pembangun tulang yang disebut osteoblas. Kekurangan salah satu nutrisi ini dapat menyebabkan penyakit tulang kronis seperti osteoporosis.

Cegah anemia

Ilustrasi anemia (iStock)
Ilustrasi anemia (iStock)

Biji seledri merupakan sumber zat besi yang baik. Satu sendok makan (6,5 gram) biji seledri menyediakan 17% asupan harian zat besi untuk wanita dan 38% untuk pria. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak dapat menghasilkan cukup sel darah merah. Akibatnya, seseorang mungkin mengalami anemia defisiensi besi.

Biji seledri mengandung zat besi non-heme. Makan lebih banyak makanan kaya zat besi telah terbukti menurunkan risiko defisiensi besi dan anemia.

Konsumsi vitamin C bisa meningkatkan penyerapan zat besi non-heme dalam makanan nabati seperti biji seledri. Makan makanan yang kaya vitamin C seperti beri, buah jeruk, atau paprika dalam makanan dengan bijinya dapat membantu mengoptimalkan penyerapan zat besi non-heme.

Kontrol gula darah

ilustrasi tes gula darah dan diabetes | pexels.com/@wdnet
ilustrasi tes gula darah dan diabetes | pexels.com/@wdnet

Biji seledri adalah sumber magnesium yang bagus, dengan satu sendok makan (6,5 gram) menyediakan 12% asupan harian magnesium. Magnesium memiliki banyak fungsi dalam tubuh, seperti mengontrol kadar gula darah. Menjaga kadar gula darah yang sehat penting untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Magnesium memainkan peran penting dalam mengontrol gula darah dan membantu meningkatkan respons sel terhadap insulin, hormon yang mengatur kadar gula darah. Memasukkan makanan kaya magnesium seperti biji seledri dalam makanan dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2.

Turunkan tekanan darah

Ilustrasi tekanan darah tinggi | Pera Detlic dari Pixabay
Ilustrasi tekanan darah tinggi | Pera Detlic dari Pixabay

Menurut studi pendahuluan yang diterbitkan dalam Journal of Medicinal Food pada 2013, biji seledri menjanjikan dalam pengobatan tekanan darah tinggi. Dalam tes pada tikus, penulis penelitian mengamati bahwa pengobatan dengan ekstrak biji seledri menurunkan tekanan darah pada hewan dengan tekanan darah tinggi, tetapi tidak berpengaruh pada mereka yang memiliki tekanan darah normal.

Biji seledri memiliki beberapa khasiat, termasuk kalsium yang mendukung kontraksi jantung dan asam caffeic yang merupakan diuretik. Keduanya dapat berkontribusi untuk menurunkan tekanan darah.

Cegah peradangan

Manfaat Seledri (Sumber: iStock)
Manfaat Seledri (Sumber: iStock)

Antioksidan pada biji seledri dinilai berpotensi mencegah reaksi peradangan. Tinjauan penelitian tahun 2017 yang diterbitkan dalam Journal of Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine menetapkan bahwa ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa biji seledri mungkin memiliki efek penyembuhan karena karakteristik antioksidannya yang kuat.

Sebuah laporan tahun 2015 yang diterbitkan dalam Progress in Drug Research meneliti sifat kimiawi biji seledri dan menentukan bahwa itu mungkin pengobatan yang aman untuk kondisi peradangan termasuk radang sendi, bisul, dan kondisi peradangan lainnya.

Antibakteri

Ilustrasi Infeksi Bakteri Pada Tubuh Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Infeksi Bakteri Pada Tubuh Credit: pexels.com/pixabay

Ekstrak biji seledri memiliki sifat antibakteri. Misalnya, satu penelitian tabung reaksi menemukan bahwa ekstrak biji seledri melawan bakteri H. pylori, yang ditemukan di saluran pencernaan individu tertentu dan dapat menyebabkan tukak lambung. Namun, manfaat tersebut belum teruji pada manusia.

Studi lain mengamati manfaat antibakteri serupa dari ekstrak biji seledri terhadap bakteri, ragi, dan strain jamur tertentu. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar ekstrak dari biji seledri berpotensi sebagai pengawet makanan alami.