7 Manfaat Cumi-Cumi untuk Kesehatan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sajian cumi-cumi yang dibaluri dengan tepung dan digoreng atau dikenal dengan sebutan calamary, menjadi menu andalan di sebagian besar restoran akhir-akhir ini. Hidangan yang lezat ini telah secara rutin muncul dalam bisque, sup, pasta, risotto, dan yang lainnya.

Dikutip dari The Health Site, Kamis (23/9/2021), di pesisir India, hidangan lokal dengan bahan dasar cumi-cumi disebut dengan Koonthal, Kanawa atau Kadamba. Umumnya dimasak dengan saus atau hanya digoreng. Berbeda dari ikan, daging cumi-cumi berwarna pucat, putih transparan, bertekstur kenyal dan bercita rasa gurih.

Namun, selain rasanya lezat tentu saja cumi-cumi memiliki manfaat yang jarang diketahui. Berikut tujuh manfaat cumi-cumi bagi kesehatan menurut Geeta Shenoy, seorang ahli gizi:

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Makanan yang Bergizi

Simak manfaat konsumsi cumi-cumi yang baik bagi kesehatan tubuh (Foto: MasterSquid)
Simak manfaat konsumsi cumi-cumi yang baik bagi kesehatan tubuh (Foto: MasterSquid)

Cumi-cumi adalah moluska dari keluarga kerang, dan berwujud dalam empat jenis, yaitu, hitam, putih, cangkang keras dan merah. Cumi-cumi mkaya akan protein, mineral dan rendah kalori. Hal ini membuat cumi-cumi menjadi makanan yang bergizi tinggi, kata Geeta.

2. Rendah Kalori

Cumi Saus Padang. (Dok. Masakapahariini)
Cumi Saus Padang. (Dok. Masakapahariini)

Cumi-cumi sangat bagus untuk mereka yang ingin meningkatkan asupan protein tanpa menganggu asupan kalori mereka. Satu porsi yang setara dengan 100 gram cumi-cumi hanya memiliki 75 kcl hingga 85 kcl kalori, kata ahli gizi. Namun, jika cumi-cumi diolah dengan dioreng, maka nilai kalorinya dapat naik.

3. Sumber Protein yang Baik

Oseng Cumi Kecap Kemangi. (Dok. Masakapahariini)
Oseng Cumi Kecap Kemangi. (Dok. Masakapahariini)

Cumi-cumi juga memiliki jumlah protein yang baik jika hanya dikonsumsi sekitar 100 gram, protein yang didapatkan kurang lebih 15,5 gram hingga 16,1 gram.

4. Tanpa Karbohidrat

Tumis Cumi Kecap Brokoli dan Jamur. (Dok. Masakapahariini)
Tumis Cumi Kecap Brokoli dan Jamur. (Dok. Masakapahariini)

Bagi yang takut makan karbohidrat dan sedang menjalani diet, dapat memasukkan menu cumi-cumi ke dalam daftar makanan, karena tidak mengandung karbohidrat.

5. Sumber Vitamin B12 dan B6

ilustrasi sambal cumi pete/copyright by tri suryono (Shutterstock)
ilustrasi sambal cumi pete/copyright by tri suryono (Shutterstock)

Tubuh membutuhkan B12 untuk kesehatan saraf dan kesehatan darah, sedangkan vitamin B6 untuk melindungi jantung dari stroke. Ini dapat menjadi alasan untuk makan cumi-cumi karena kaya akan kedua nutrisi ini.

6. Selenium dan Vitamin E

cumi masak hitam  (sumber: Pixabay)
cumi masak hitam (sumber: Pixabay)

Cumi-cumi memiliki jumlah selenium dan Vitamin E yang baik. Selenium, yang hadir dalam jumlah kecil di dalam tubuh, bekerja dengan vitamin E dalam membantu pertumbuhan dan kesuburan dalam tubuh yang normal. Sebagai anti-oksidan kedua nutrisi ini berperan dalam memerangi kanker dan dapat membantu menghambat pertumbuhan tumor.

7. Rendah Lemak

Ilustrasi Cumi Panggang Saos Madu Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Cumi Panggang Saos Madu Credit: pexels.com/pixabay

Kebanyakan makanan laut seperti kerang, cumi-cumi juga memiliki kandungan kolesterol makanan dalam jumlah tinggi. Tapi itu bukan alasan untuk berhenti memakannya. Cumi-cumi ini sangat rendah lemak, dan penyebab kolesterol tinggi biasanya akibat konsumsi lemak buruk.

Itulah tujung manfaat cumi-cumi bagi kesehatan, menurut ahli gizi. Dengan konsumsi yang tepat dapat menyehatkan tubuh.

Penulis : Vania Dinda Marella

Infografis Kiat Makan Sehat Kala Lebaran

Infografis Kiat Makan Sehat Kala Lebaran (Liputan6.com/M. Iqbal)
Infografis Kiat Makan Sehat Kala Lebaran (Liputan6.com/M. Iqbal)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel