7 Orang Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri Dekat Istana Presiden Somalia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Mogadishu - Sebuah bom bunuh diri yang meledak dekat istana kepresidenan yang terletak di ibu kota Somalia, Mogadishu, Sabtu 25 September 2021 telah menewaskan sedikitnya 7 orang.

Dilansir dari laman BBC, Minggu (26/9/2021), kepala polisi distrik, Mucawiye Ahmed Mudey mengatakan kepada para wartawan bahwa setidaknya 8 orang lain terluka.

Dalam sebuh pernyataan singkat, kelompok militan Islam Al-Shabab mengaku bertanggung jawab atas penyerangan tersebut.

Serangan itu menargetkan konvoi yang menuju istana presiden saat menunggu di pos pemeriksaan yang sibuk.

Seorang saksi mengatakan pada kantor berita AFP bahwa bom itu diledakkan ketika polisi menghentikan pengemudi untuk melakukan pemeriksaan keamanan.

“Mereka biasanya berhenti untuk memeriksa dan membersihkan kendaraan sebelum mereka melewati pos pemeriksaan. Mobil dihentikan oleh petugas keamanan dan meledak, sementara ada beberapa mobil dan orang-orang yang lewat di jalan terdekat. Saya melihat orang-orang yang terluka dan mati sedang dibawa,” ujar Mohamed Hassan.

Saksi mata mengatakan bahwa 7 mobil 3 becak hancur.

Ledakan itu terjadi hanya beberapa jam setelah seorang pembom bunuh diri meledakkan sebuah bahan peledak di dekat markas militer Somalia di ibu kota tanpa korban jiwa.

Banyak dari warga mengkritik politisi Somalia karena situasi keamanan negara yang memburuk, mengklaim bahwa mereka merasa teraganggu oleh proses pemilihan yang sangat tertunda dan perselisihan yang meningkat antara presiden dan perdana menteri.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Al-Shabab Bertanggung Jawab Atas Kematian Ribuan Orang

Kelompok militan al-Shabab. (Source: AFP)
Kelompok militan al-Shabab. (Source: AFP)

Al-Shabab, yang berarti Pemuda dalam bahasa Arab, adalah kelompok Islam ekstrim yang telah memerangi pasukan pemerintah, didukung PBB selama lebih dari 1 dekade.

Para jihadis menguasai ibu kota Mogadishu hingga 2011 ketika didorong keluar oleh pasukan Uni Afrika, tetapi masih menguasai wilayah di pedesaan dan sering melancarkan serangan terhadap pemerintah dan sasaran sipil di Mogadishu dan di tempat lain.

Hal ini didukung versi Islam Wahhabi yang diilhami Saudi, sementara kebanyakan orang Somalia adalah Sufi. Ini telah memberlakukan versi Syariah yang keras di daerah-daerah di bawah kendalinya, termasuk rajam sampai mati wanita yang dituduh berzina dan potong tangan pencuri.

Pejabat pemerintah menyalahkan kelompok itu atas beberapa serangan teror paling mematikan di Somalia. Tahun lalu, analis di Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata memperkirakan bahwa Al-Shabab bertanggung jawab atas kematian lebih dari 4.000 orang sejak 2010.

Reporter: Ielyfia Prasetio

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel