7 Pekan Zona Merah, Kasus COVID-19 di Depok hingga 300 Orang per Hari

Daurina Lestari, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Hingga pekan ke tujuh, Kota Depok masih berada pada level zona merah, atau berstatus tinggi penyebaran COVID-19. Bahkan, menurut data gugus tugas, jumlah kasus meningkat hingga sekira 300 orang per hari.

“Untuk kasus 300 per hari dalam minggu ini, ya sudah sepekan ini,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihanao, Jumat, 22 Januari 2021.

Ia mengatakan, peningkatan kasus tertinggi terjadi pada klaster keluarga. “Jadi ada kasus satu orang keluarga awalnya import case, dia satu orang keluarga itu memaparkan kepada anggota keluarga yang lain. Ya, jadi rata-rata seperti itu, keluarga ke tempat kerja, kemudian ke keluarga,” ujarnya.

Baca juga: Bank Dunia Beri Pinjaman US$500 Juta untuk Bantu Keuangan RI

Dengan demikian, maka pada pekan ke tujuh ini, Depok masih berada pada level zona merah. Saat ini, Pemerintah Depok sedang melakukan rekonsiliasi data dengan pusat.

Gap data waktu yang lalu cukup tinggi, alhamdulillah sekarang sudah mulai mengecil, mudah-mudahan ini sebagai basis data yang akurat yang akan digunakan untuk perhitungan zona risiko daerah,” ujar Dadang.

Dia mengungkapkan, untuk menekan peningkatan kasus perlu dilakukan dari hulu, dalam hal ini adalah Kampung Siaga COVID-19.

“Jadi saat ini sudah ditandatangani juga SE (Surat Edaran) dari Bapak Wali Kota Depok untuk Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) menjadi pengawas bersama strukturalnya,” kata dia.

Lebih lanjut, Dadang menjabarkan, Kepala OPD dalam satu wilayah kecamatan, bertanggung jawab untuk berkolaborasi dengan kecamatan dan kelurahan.

“Jadi ketika ada warga ada kendala apapun nanti akan berhubungan dengan tim pengawas yang ada di setiap kecamatan,” paparnya

Berdasarkan data pemerintah setempat, angka kasus terkonfirmasi positif di kota itu sampai dengan hari ini telah mencapai sebanyak 23.729 orang, pasien aktif 4.693 orang, sembuh 18.508 orang, dan meninggal dunia mencapai 528 orang.