7 Pemain Mahal yang Gagal di Real Madrid

Zaky Al-Yamani
·Bacaan 3 menit

VIVAReal Madrid dikenal sebagai klub yang tidak pernah takut dalam hal pengeluaran besar untuk membeli pemain ternama. Hampir di setiap musim panas, raksasa LaLiga itu berani mendatangkan bintang top nan mahal.

Real Madrid selalu berupaya merekrut seorang pemain yang biasanya dianggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia ke dalam skuad yang penuh dengan pemain internasional dengan kualitas teknik yang tidak diragukan lagi.

Tapi, dengan tekanan tinggi untuk berhasil di salah satu klub paling sukses dalam dunia sepakbola tersebut, imbas dari harga mahal yang bayarkan, terkadang kegagalan mengikuti beberapa pemain top yang didatangkan.

Seperti dilansir Daily Star, Jumat 26 Maret 2021, berikut ini 7 pemain mahal yang gagal di Real Madrid:

Eden Hazard

Sudah hampir dua musim panas sejak Eden Hazard pindah ke Los Blancos dari Chelsea dalam kesepakatan yang dilaporkan bernilai sekitar £130 juta. Namun kontribusi Hazard masih belum terlihat di Estadio Santiago Bernabeu.

Masalah terbesar Hazard adalah kebugarannya, dengan keluhan tentang berat badannya. Di sisi lain, dia juga mengalami banyak cedera yang mengganggu, serta berjuang melawan COVID-19 yang pernah menginfeksinya.

Luka Jovic

Setelah tampil gemilang di Eintracht Frankfurt, banyak yang yakin bahwa Jovic adalah superstar sepak bola berikutnya. Striker asal Serbia itu memiliki kekuatan dan kecepatan, serta tajam dalam urusan mencetak gol.

Hal inilah yang membuat Real membayar 54 juta poundsterling untuk jasanya. Namun pemain berusia 23 tahun itu datang ke Real Madrid tidak dalam momen yang pas. Itulah yang membuat dia gagal menunjukkan kualitasnya di El Real.

Dengan kebangkitan Karim Benzema serta subjektifitas dari pelatih Zinedine Zidane, peluang bermain Jovic pun menjadi terbatas. Alhasil, ketika dia bermain, naluri mencetak gol yang dia miliki di depan gawang tampaknya telah pudar.

Setelah cuma mencetak dua gol dalam 32 pertandingan, dia dipinjamkan kembali ke Frankfurt pada Januari. Dia tidak cukup sukses seperti yang dia lakukan sebelumnya di Jerman. Jovic pun merugikan Real Madrid hingga £54 juta.

Kaka

Kaka dianggap menjadi salah satu pemain dengan permainan anggun yang pernah dilihat dunia. Sayang, keanggunannya itu hilang setelah mantan pemenang Ballon d'Or itu bergabung ke Madrid dari AC Milan dengan rekor transfer £56 juta pada 2009.

Sebenarnya, pemain Brasil itu gagal bersinar karena cedera. Pada 2010, dia menjalani operasi pada cedera lutut yang serius. Dengan kondisinya itu, playmaker dinamis ini tidak memiliki pengaruh sebanyak yang dia lakukan saat bermain di AC Milan.

Danilo

Pada 2015, Real Madrid menambahkan full-back Brasil Danilo ke dalam barisan mereka. Biaya yang mereka bayarkan kepada Porto untuk bek kanan itu sangat mengejutkan, £ 31 juta, dan mereka percaya dia akan menjadi 'Dani Alves berikutnya'.

Sayang, dia jarang bermain di musim pertamanya. Dan anehnya di setiap pertandingan yang dia lakoni, selalu berakhir dengan kekalahan. Dia mencetak dua gol bunuh diri yang membuat Real tersingkir dari Copa del Rey oleh Celta Vigo.

Antonio Cassano

Pers Spanyol tidak pernah bersikap baik kepada bintang Italia ini. Mereka menjulukinya 'Gordito' yang diterjemahkan sebagai 'Si Gendut Kecil'. Mantan legenda AS Roma itu tidak disukai di Madrid.

Dalam dua musim, dia bermain hanya 29 kali dan mencetak empat gol. Alhasil, dana £22 juta yang dikeluarkan Real Madrid dianggap tidak sebanding dengan kontribusi yang diberikan Cassano di Madrid.

Jonathan Woodgate

Bek Inggris itu selalu masuk dalam jajak pendapat untuk rekrutan terburuk Real Madrid. Dia didatangkan dengan nilai transfer £13 juta dari Newcastle United pada 2004. Angka yang cukup besar waktu itu. Tapi dia langsung cedera lama.

Dia melakukan debut melawan Athletic Bilbao, dan itu jadi debut yang buruk. Selain gol bunuh diri yang lucu, Woodgate juga kemudian diusir wasit keluar lapangan karena dua pelanggaran yang berbuah kartu kuning.

Wesley Sneijder

Selain bakat besar, Sneijder memiliki andil besar dalam membantu negaranya mencapai final Piala Dunia 2010 nanti dalam karirnya. Tapi, sebelum itu, ada masa-masa kelamnya di Real Madrid dari 2004-2006.

Dengan nilai transfer £27 juta dari Ajax, Sneijder adalah satu dari tiga orang Belanda yang bergabung dengan Real Madrid di musim panas itu, bersama dengan Royston Drenthe dan Arjen Robben.

Namun, dia tidak terlalu hebat seperti yang dia lakukan di tahun-tahun awalnya di Ajax. Setelah musim kedua yang mengecewakan, Sneijder dijual ke Inter Milan, di mana ia pada akhirnya memenangkan Liga Champions pada 2010.