7 Pemain Manchester United Ini Punya Menit Bermain Terbanyak Musim 2021 / 2022: Anak Kesayangan Solskjaer

·Bacaan 5 menit

Bola.com, Jakarta - Ada tujuh pemain Manchester United yang mencatatkan menit bermain paling banyak di pentas Premier League musim ini. Lantas, siapa yang kontribusinya paling minim?

Ole Gunnar Solskjaer dijadikan kambing hitam karena rentetan hasil buruk yang diraih Manchester United. Tapi, pemain pun juga bisa jadi kambing hitam kalau kontribusinya di lapangan terbukti minim.

Salah satu cara yang paling mudah untuk mengetahui besaran kontribusi pemain di lapangan adalah lewat statistik.

Berikut ini, mengutip Bola.net, ada kumpulan data-data yang disajikan Whoscored untuk mengetahui kontribusi tujuh sosok pencatat menit bermain terbanyak di Manchester United musim ini. Yuk scroll ke bawah.

David de Gea - 990 Menit

David de Gea. (AFP/Oli Scaff)
David de Gea. (AFP/Oli Scaff)

Penjaga gawang paling mudah mendapatkan menit bermain yang banyak, terlebih kalau statusnya pemain utama. Sebab mereka jarang terkena rotasi dan baru akan diganti di tengah pertandingan kalau mengalami cedera.

Mempertimbangkan aspek tersebut, tidak heran kalau De Gea bisa mencatatkan 990 menit penampilan musim ini. Ia melalui 11 pertandingan yang telah dilakoni the Red Devils, tapi cuma mencatatkan dua clean sheet sejauh ini.

Selain itu, De Gea juga sudah kebobolan sebanyak 17 kali. Ini bisa disebabkan beberapa kemungkinan, antara De Gea yang memang tak lagi handal atau pemain bertahan yang tak bisa menyediakan proteksi layak buat dirinya.

Tapi sejauh ini, barisan pertahanan mungkin bisa dijadikan kambing hitamnya. Sebab berdasarkan data, De Gea mampu mencatatkan rata-rata 2.9 penyelamatan per laga. Sebagai perbandingan, Ederson yang baru kebobolan enam kali di Manchester City cuma melakukan 1.1 penyelamatan per laga.

Bruno Fernandes - 943 Menit

Bruno Fernandes mencetak hattrick kala Manchester United membantai Leeds United 5-1 di pekan pertama Liga Inggris musim ini. Hal tersebut membuat Bruno menjadi pemain kedua yang mampu mencetak trigol pada laga pembuka Liga Inggris, setelah Lou Maccari pada 1977 silam. (AFP/Adrian Dennis)
Bruno Fernandes mencetak hattrick kala Manchester United membantai Leeds United 5-1 di pekan pertama Liga Inggris musim ini. Hal tersebut membuat Bruno menjadi pemain kedua yang mampu mencetak trigol pada laga pembuka Liga Inggris, setelah Lou Maccari pada 1977 silam. (AFP/Adrian Dennis)

Bruno Fernandes selalu dianggap sebagai salah satu penampil terbaik Manchester United. Namun apakah datanya sebanding dengan dugaan orang-orang? Simak analisisnya di bawah ini.

Secara keseluruhan, Bruno Fernandes telah bermain dalam 11 laga dan mengantongi empat gol serta tiga asis. Ia membuat 2.5 tembakan per laga, 3.4 umpan kunci, dan kehilangan bola sebanyak 0.9 kali. Bukan catatan yang buruk.

Ia pun menyandang status sebagai pencetak gol terbanyak Manchester United bersama Cristiano Ronaldo sekaligus penyumbang asis kedua di bawah Paul Pogba. Kontribusinya buat lini serang patut diacungi jempol sehingga Fernandes patut mendapatkan apresiasi.

Aaron Wan-Bissaka - 990 Menit

Aaron Wan-Bissaka. (AFP/Paul Ellis)
Aaron Wan-Bissaka. (AFP/Paul Ellis)

Seperti De Gea, Wan-Bissaka juga memainkan 11 pertandingan penuh di musim ini. Entah mengapa Solskjaer jarang memberi kesempatan beristirahat buat pria berumur 23 tahun tersebut saat memiliki Diogo Dalot sebagai pelapisnya.

Wan-Bissaka juga menjadi subjek kritikan dalam beberapa pertandingan terakhir walau tidak separah Harry Maguire. Apakah kontribusinya seminim itu hingga harus diserang kritikan? Mari simak catatannya.

Mantan pemain Crystal Palace ini tidak buruk ketika bertahan. Ia mencatatkan dua tackling per laga dan hanya membuat 0.6 pelanggaran, mencatatkan 1.4 intersep serta 1.3 sapuan. Dari statistik ini, ia terlihat kokoh di sisi kanan pertahanan. Wajar apabila Solskjaer sering memainkannya.

Hanya saja, kontribusinya ketika menyerang tidak begitu mencengangkan. Ia cuma membuat 0.5 umpan silang per laga. Di era sepak bola modern, bek sayap juga dituntut untuk bisa memberikan umpan silang terukur sehingga catatan ini cukup mengecewakan.

Jadi, secara keseluruhan, Wan-Bissaka tidak bisa dikatakan buruk. Hanya penampilannya masih jauh dari mengesankan.

Luke Shaw - 917 Menit

Luke Shaw. Bek kiri Manchester United ini selalu tampil menjadi starter dalam seluruh 11 laga Setan Merah. Di laga terakhir kontra Manchester City ia membuat blunder saat proses gol kedua. Sudah saatnya Ole Gunnar Solskjaer mempercayakan Alex Telles sebagai starter di posisi bek kiri. (AP/Jon Super)
Luke Shaw. Bek kiri Manchester United ini selalu tampil menjadi starter dalam seluruh 11 laga Setan Merah. Di laga terakhir kontra Manchester City ia membuat blunder saat proses gol kedua. Sudah saatnya Ole Gunnar Solskjaer mempercayakan Alex Telles sebagai starter di posisi bek kiri. (AP/Jon Super)

Seperti Wan-Bissaka, Luke Shaw juga tampil dalam 11 laga Premier League musim ini. Statistik menunjukkan kalau Shaw tampil lebih berani dengan catatan 1.1 tackle per laga tapi juga menghasilkan 1.5 pelanggaran.

Shaw lebih agresif dalam proses bertahan. Ia bukan tipe pemain yang membaca permainan lawan dan bermain indah, itu terbukti oleh statistik di atas ditambah 0.6 intersep dan 0.8 sapuan per pertandingan.

Yang menarik, Shaw punya kontribusi lebih ketika Manchester United sedang dalam mode menyerang. Ia telah membukukan satu asis, mencatatkan 2.1 umpan kunci, dan melepaskan 1.8 umpan silang. Bisa disimpulkan bahwa Shaw adalah pemain dengan kontribusi terbesar buat MU selain Fernandes.

Harry Maguire - 876 Menit

Harry Maguire (kanan) ditunjuk sebagai kapten Manchester United oleh pelatih Ole Gunnar Solskjaer menggantikan Ashley Young yang hengkang pada musim lalu. Namun, Posisinya perlu dipertanyakan lagi usai beberapa penampilan minor MU di musim ini. Berikut ulasannya. (AFP/Glyn Kirk)
Harry Maguire (kanan) ditunjuk sebagai kapten Manchester United oleh pelatih Ole Gunnar Solskjaer menggantikan Ashley Young yang hengkang pada musim lalu. Namun, Posisinya perlu dipertanyakan lagi usai beberapa penampilan minor MU di musim ini. Berikut ulasannya. (AFP/Glyn Kirk)

Seorang kapten dan salah satu bek termahal di era sekarang. Apakah Maguire pantas mendapatkan embel-embel tersebut? Satu hal yang pasti adalah Maguire sulit digantikan. Itulah sebabnya Solskjaer memintanya bermain ketika baru pulih dari cedera.

Menilai seorang bek cukup dari aspek-aspek krusial dalam bertahan. Eks pemain Leicester City tersebut mencatatkan 1.3 tackling per laga, 0.7 intersep, 0.6 pelanggaran dan 3.5 sapuan. Lalu dari situs Premier League, Maguire sudah memenangkan duel udara sebanyak 24 kali.

Statistik di atas sudah cukup bagus. Tapi seperti peribahasa yang mengatakan: 'Karena nila setitik, rusak susu sebelanga', satu kesalahan yang berujung pada kebobolan membuat statistik apik Maguire jadi berantakan!

Mason Greenwood - 801 Menit

Mason Greenwood. (AFP/Oli Scarff)
Mason Greenwood. (AFP/Oli Scarff)

Whoscored memberikan rating yang bagus kepada Greenwood, 7.10. Selain itu, ia juga sudah mencatatkan empat gol dari 10 penampilan. Masa depan pemain berumur 20 tahun tersebut terlihat sangat cerah.

Hanya belakangan ini, penampilan apik Greenwood tersedot oleh kebintangan Cristiano Ronaldo. Tiga dari empat gol yang ia ciptakan sejauh ini tercipta sebelum Ronaldo diresmikan sebagai pemain Manchester United, loh.

Setelah itu, Greenwood tak pernah lagi terlihat kecuali saat mencetak gol saat menghadapi Leicester City. Ia bahkan tampil buruk dengan rating 6.19 kala MU bertemu Liverpool beberapa pekan yang lalu. Ini jadi PR besar buat Solskjaer. Sebab kalau dibiarkan begitu terus, karier Greenwood bisa meredup.

Fred - 764 Menit

Fred. (AFP/Oli Scarff)
Fred. (AFP/Oli Scarff)

Sudah bukan rahasia lagi kalau the Red Devils kekurangan gelandang bertahan yang berkualitas. Namun entah kenapa, Solskjaer masih tetap mempertahankan Fred di starting XI ketimbang memainkan Nemanja Matic. Padahal gelandang gaek tersebut selalu tersedia di bangku cadangan.

Satu gol yang telah ia ciptakan sejauh ini sama sekali tidak menolong. Whoscored memberikan rating keseluruhan yang cukup rendah, 6.51, di mana penampilan terburuknya tersaji ketika bertemu Manchester City dan Liverpool.

Banyak yang berkata lini tengah Manchester United tidak memberikan proteksi buat barisan belakang. Perkataan mereka terbukti dari statistik Whoscored, yang menemukan bahwa Fred dilewati pemain lawan sebanyak 2.9 kali per laga.

Ini tergolong tinggi. Sebagai perbandingan, Scott McTominay cuma dilewati pemain lawan sebanyak 1 kali per laga. Declan Rice cuma 1.2 kali, Albert Sambi Lokonga 0.1, dan Thomas Partey 1.7 kali. Lalu kenapa masih sering dimainkan, wahai Solskjaer?

Sumber: Whoscored

Disadur dari: Bola.net (Yaumil Azis, Published 19/11/2021)

Di Mana Posisi Manchester United Saat Ini?

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel