7 Pemain Pinjaman Paling Bapuk dalam Sejarah Liga Inggris: Radamel Falcao Bikin MU dan Chelsea Apes

Bola.com, Jakarta - Banyak klub, termasuk di Liga Inggris, yang memilih opsi peminjaman pemain saat bursa transfer pemain. Cara ini lebih murah dan minim risiko.

Namun, klub-klub Liga Inggris seperti Chelsea, Arsenal dan Manchester United masih saja melakukan kesalahan besar. Mereka kerap meminjam pemain yang belakangan malah mainnya bapuk.

Pemain pinjaman di sepak bola pada dasarnya setara dengan mencoba sebelum membeli. Anda mungkin harus membayar sedikit biaya pinjaman dan menanggung gajinya, tetapi jika semuanya tidak berhasil, tidak ada ruginya, bukan?

Yah, tidak dalam semua kasus. Beberapa pemain pinjaman sangat buruk sehingga semua pihak yang terlibat tampak mengerikan.

Berikut ini beberapa pemain pinjaman terburuk dalam sejarah Liga Inggris, seperti dikutip Planet Football.

 

Gonzalo Higuain

<p>Bomber asal Argentina ini merupakan salah satu pencetak gol andal di Liga Italia. Gonzalo Higuain yang sempat dipinjam Chelsea dari Juventus pada musim 2018/2019 gagal menunjukan performa terbaiknya sehingga The Blues mengembalikannya ke Turin. (AFP/Glyn Kirk)</p>

Bomber asal Argentina ini merupakan salah satu pencetak gol andal di Liga Italia. Gonzalo Higuain yang sempat dipinjam Chelsea dari Juventus pada musim 2018/2019 gagal menunjukan performa terbaiknya sehingga The Blues mengembalikannya ke Turin. (AFP/Glyn Kirk)

Chelsea benar-benar tidak pandai dalam urusan ini, bukan?

Higuain memang mencetak lima gol dalam setengah musimnya di Stamford Bridge di bawah asuhan Maurizio Sarri. Tapi, saat itu lawan yang dihadapi adalah Huddersfield, Burnley, Watford dan Fulham.

Tentu saja bukan enam bulan terbaik dalam karier striker yang pernah sangat menakutkan itu.

Nacho Gonzalez

Pemain ini bisa menjadi yang terburuk. Gonzalez tiba di Newcastle pada 2008 bersama Xisco yang sama terkenalnya. Masalahnya, manajer Kevin Keegan tidak menginginkan keduanya. Faktanya, dia tidak memiliki gambaran siapa mereka.

Sebagai bentuk protes, Kevin Keegan memutuskan pergi.

 

3. Alexandre Pato

Alexandre Pato datang ke Stamford Bridge pada Januari 2016 dengan status pinjaman. Penyerang top asal Brasil tersebut tampil kurang memuaskan sehingga enam bulan kemudian dikembalikan. Pato tercatat hanya mencetak 2 gol dan 1 assist bersama Chelsea. (AFP/Oli Scarff)
Alexandre Pato datang ke Stamford Bridge pada Januari 2016 dengan status pinjaman. Penyerang top asal Brasil tersebut tampil kurang memuaskan sehingga enam bulan kemudian dikembalikan. Pato tercatat hanya mencetak 2 gol dan 1 assist bersama Chelsea. (AFP/Oli Scarff)

Pada performa terbaiknya, Pato adalah pesepak bola yang cerdik, lincah, dan menakutkan bagi lawan. Pesepak bola asal Brasil itu diidamkan banyak klub.

Namun, saat dia tiba di Chelsea dengan status pinjaman dari Corinthians, hari-hari itu sudah berlalu.

Dia bermain dua kali, mencetak satu-satunya golnya di Premier League dari titik penalti melawan Aston Villa di pertandingan pertama dari dua pertandingan itu.

 

Simone Zaza

Pemain pinjaman seharga 5 juta euro, 11 kali tampil untuk West Ham United, tanpa gol, dan satu tendangan entahlah melawan Manchester United.

 

Falcao

Radamel Falcao – Dipinjam dari Manchester United dengan harapan mampu memberikan penampilan terbaiknya bersama Chelsea. Namun striker andalan timnas Kolombia ini gagal menunjukan ketajamannya sehingga sering dibangku cadangkan. (AFP/Glyn Kirk)
Radamel Falcao – Dipinjam dari Manchester United dengan harapan mampu memberikan penampilan terbaiknya bersama Chelsea. Namun striker andalan timnas Kolombia ini gagal menunjukan ketajamannya sehingga sering dibangku cadangkan. (AFP/Glyn Kirk)

Setelah musim pertama yang dilanda cedera di Moncao, Falcao menandatangani kontrak di Manchester United dengan status pinjaman sebesar 6 juta pounds, ditambah gaji 265.000 pounds per pekan pada 2014.

Setibanya di sana, striker Kolombia itu berkata, “Saya berharap untuk bertahan bertahun-tahun di Manchester United dan membuat sejarah di klub ini.”

Dia juga tidak berhasil. Setahun, 15 laga sebagai starter, dan lima gol, kemudian pergi. Namun, untuk beberapa alasan, catatan buruk itu tampaknya tidak menghalangi Chelsea untuk meminjamnya.

Bagaimanapun, mantranya di London barat ternyata sangat buruk, dengan 228 menit di liga menghasilkan satu gol.

 

Kim Kallstrom

Kim Kallstrom - Arsenal pernah melakukan perkerutan secara aneh  yakni kala mendatangkan pemain asal Swedia meski kondisinya sedang tidak kurang bugar bahkan mengalami cedera punggung serius. (AFP/Ian Kington)
Kim Kallstrom - Arsenal pernah melakukan perkerutan secara aneh yakni kala mendatangkan pemain asal Swedia meski kondisinya sedang tidak kurang bugar bahkan mengalami cedera punggung serius. (AFP/Ian Kington)

Pemain pinjaman lain yang tampil buruk adalah Kallstrom, yang dibawa Arsene Wenger ke Arsenal pada Januari 2014.

Saat itu, Arsenal sedang terbang tinggi. Hanya Manchester City yang berada di atas mereka di liga dan sepertinya bisa memenangkan gelar pertama mereka dalam satu dekade.

Mereka membutuhkan bala bantuan untuk makin kompetitif dalam pacuan gelar Liga Inggris. Pemain internasional Swedia yang memiliki 100 caps dengan pengalaman Liga Champions tampak pilihan yang baik.

Ternyata tidak. Beberapa hari sebelum penandatanganan kontrak, Kallstrom berada di Abu Dhabi dan terjatuh saat bermain sepak bola di lapangan beton.

“Saya jatuh parah di batu kecil. Punggung saya terbentur dan terasa sakit,” ujarnya kemudian, seperti dikutip dari Star.

“Jelas kami akan kembali ke Moskow lusa, jadi kami tidak melakukan pemeriksaan medis di sana karena saat itu tidak terlalu buruk. Kami langsung memberi tahu Arsenal bahwa saya memiliki masalah dengan punggung saya dan saya tidak tahu apa itu, jadi mereka hanya menyuruh saya untuk ikut."

“Saya datang ke London, kami menjalani tes medis dan kami menemukan ada beberapa masalah, tetapi kami tetap mengatur kesepakatan.”

Dia kemudian menghabiskan dua bulan di meja perawatan dan hanya mencatat tiga penampilan di Liga Inggris sebelum Mei. Oh, dan dia adalah satu-satunya pemain yang direkrut Arsenal pada Januari itu juga.

Arsenal akhirnya finis keempat.

 

Denis Suarez

Aksi pemain baru Arseal, Denis Suarez pada leg 2, babak 16 besar Liga Europa yang berlangsung di stadion Emirates, London, Jumat (22/2). Arsenal menang 3-0 atas Bate Borisov. (AFP/Glyn Kirk)
Aksi pemain baru Arseal, Denis Suarez pada leg 2, babak 16 besar Liga Europa yang berlangsung di stadion Emirates, London, Jumat (22/2). Arsenal menang 3-0 atas Bate Borisov. (AFP/Glyn Kirk)

Kekonyolan Arsenal lainnya. Denis Suarez menghabiskan paruh kedua musim 2018/2019 di Emirates setelah pindah dari Barcelona pada Januari.

Dia membuat empat penampilan di Liga Inggris. Ya, paling tidak satu laga lebih banyak daripada Kallstrom.

 

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel