7 Pemain Shopee Liga 1 yang Sering Gonta-Ganti Klub

Bola.com, Jakarta - Loyalitas kini menjadi tabu di sepak bola modern. Para pemain dengan mudahnya bergonta-ganti klub. Di belahan dunia mana pun, termasuk di Shopee Liga 1, berpindah-pindah tim pada setiap tahunnya telah menjadi fenomena yang lumrah.

Banyak alasan yang menyebabkan seorang pemain memutuskan untuh pindah. Tawaran yang lebih menggiurkan dari klub lain, misalnya. Tak dapat dipungkiri, uang kini menjadi segalanya di sepak bola.

Di Indonesia, hampir setiap klub tak berani mengontrak para pemainnya dengan durasi jangka panjang. Rata-rata hanya diikat selama semusim. Maklum, perencanaan keuangan dan kebutuhan mayoritas klub hanya buat per tahun.

Baru pada era Liga 1, banyak klub yang mulai berani mengikat pemainnya lebih dari semusim. Itu pun masih dapat dihitung dengan jari. Ada pula pemain yang masih terikat kontrak, memutuskan untuk mengundurkan diri demi pindah ke klub lain.

Bola.com merangkum tujuh pemain Shopee Liga 1 yang sering bergonta-ganti kostum. Berikut sajiannya:

Mau ikuti challenge 5 tahun Bola.com dengan hadiah menarik? Klik Tautan ini.

 

Raphael Maitimo

Gelandang PSM Makassar, Raphael Maitimo, saat melawan Persija Jakarta pada laga Liga 1 2019 di SUGBK, Jakarta, Rabu (28/8). Kedua tim bermain imbang 0-0. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Ada pemain yang bisa melebihi pencapaian Raphael Maitimo yang tercatat membela 11 klub Indonesia selama satu dekade terakhir? Jawabannya hampir tak ada.

Sejak melangkahkan kakinya di Tanah Air, gelandang Persita Tangerang ini telah berganti klub sebanyak 11 kali, termasuk di turnamen. Pemain naturalisasi kelahiran Belanda ini memperkuat Bali Devata pada 2011-2012, Mitra Kukar 2013-2014, Sriwijaya FC 2015, Persija Jakarta 2015, Arema Cronus 2016, Persib Bandung 2017, Madura United 2018, Persebaya Surabaya 2018, PSIM Yogyakarta 2019, PSM Makassar 2019, dan Persita Tangerang 2020.

Pada 2018 dan 2019, Maitimo dua kali berubah kostum. Pada putaran pertama, ia bermain untuk Madura United dan bergabung dengan Persebaya pada paruh kedua. Setahun berselang, ia setengah musim berbaju PSIM dan PSM.

Hampir tiap tahun berganti klub, Maitimo masih nihil gelar juara di kancah sepak bola Indonesia.

Hamka Hamzah

5. Hamka Hamzah (Persita) - Pada musim Shopee Liga 1 2020 ini, Hamka bergabung dengan Persita Tangerang. Bek berumur 36 tahun ini merupakan salah satu bek legendaris Indonesia yang pernah menjadi langganan Timnas Indonesia. (Bola.com/Yoppy Renato)

Selama 19 tahun kariernya, Hamka Hamzah tercatat memperkuat 11, dengan 10 di antaranya tim Indonesia. Bek berusia 36 tahun tersebut mengawali kiprahnya bersama PSM Makassar pada 2001-2002.

Hamka lalu pindah ke Persebaya Surabaya pada 2002-2003, ke Persik Kediri 2003-2005, ke Persija Jakarta 2005-2008, ke Persisam Samarinda 2009-2010, ke Persipura Jayapura 2010-2011, ke Mitra Kukar 2011-2012, ke PKNS (Malaysia) 2013.

Dari Malaysia, Hamka kembali ke Persisam, lalu ke Arema Cronus 2015-2016, ke PSM Makassar 2017, ke Sriwijaya FC 2018, kembali ke Arema yang memakai identitas Arema FC 2018-2019, dan Persita Tangerang mulai musim ini.

Malang melintang di banyak klub Indonesia, Hamka baru sekali meraih gelar juara. Dirinya membantu Persipura Jayapura merengkuh trofi Indonesia Super League (ISL) musim 2010-2011.

Patrich Wanggai

Striker anyar Persebaya, Patrich Wanggai, dalam laga uji coba melawan Persis bertajuk Forever Game di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (11/1/2020). (Bola.com/Aditya Wany)

Patrich Wanggai juga menjadi pesepak bola Shopee Liga 1 yang tidak menganut paham loyalitas. Sejak berkarier pada 2007, penyerang berusia 31 tahun ini telah 12 kali berganti kostum, dengan 10 di antaranya berasal dari Indonesia.

Persewon Wondama menjadi klub pertama Wanggai pada 2007-2008 sebelum hijrah ke Perseman Manokwari untuk 2008-2009, Persidafon Dafonsoro 2009-2012, Persipura Jayapura 2012-2014, T-Team (Malaysia) 2014, Sriwijaya FC 2015, Karketu Dili (Timor Leste) 2016, Madura United 2016, Borneo FC (2017), Sriwijaya FC 2018, Persib Bandung 2018, Kalteng Putra 2019, dan Persebaya Surabaya 2020.

Selama berkarier di Indonesia, Wanggai tercatat pernah merasakan gelar juara. Bersama Persipura, eks penyerang Timnas Indonesia ini merengkuh trofi ISL musim 2013.

O.K. John

Pemain Persib, Yandi Sofyan berusaha merebut bola dari Pemain Mitra Kukar, O.K John pada leg pertama semi final Piala Presiden di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Minggu (4/10/2015). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Ketangguhan O.K. John sebagai bek membuat kariernya awet di Indonesia. Terlebih, pemain kelahiran Nigeria ini telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada awal 2018.

Selama 15 tahun kiprahnya di Indonesia, O.K. John telah membela 11 klub. Berawal dari Persidafon Dafonsoro pada 2005-2006, Gresik United 2006-2007, Persiwa Wamena 2007-2009, Persik Kediri 2009-2010, kembali ke Persiwa 2010-2013, Bhayangkara FC 2014, PDRM (Malaysia) 2015, Persija Jakarta 2015, Mitra Kukar 2015-2016, UiTM (Malaysia) 2017, Madura United 2018, Persebaya Surabaya 2018, Kalteng Putra 2019, dan Barito Putera 2020.

Dari rentang waktu itu, O.K. John masin belum berhasil menorehkan tinta emas di Indonesia.

Leonard Tupamahu

Bek Bali United, Leonard Tupamahu, melakukan protes saat melawan Bhayangkara FC pada laga Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Kamis (14/3). Bhayangkara menang 4-1 atas Bali. (Bola.com/Yoppy Renato)

Nama Leonard Tupamahu mulai terkenal setelah membela Persija Jakarta pada 2004. Lima tahun berkarier di tim ibu kota, bek berusia 36 tahun ini pindah ke Arema Cronus pada 2010-2011, Persema Malang 2012, Pelita Bandung Raya 2013-2014, Persiram Raja Ampat 2014, Barito Putera 2014-2016, Borneo FC 2017-2018, dan Bali United pada 2019 hingga saat ini.

Leonard tercatat delapan kali berpindah-pindah tim sebelum bergabung dengan Bali United pada musim lalu.

Keputusan Leonard berbelok ke Bali United berbuah positif. Pemain bernomor punggung 32 ini berhasil meraih trofi Liga Indonesia pertamanya pada musim lalu.

Herman Dzumafo

Striker Bhayangkara FC, Herman Dzumafo, saat melawan PSM Makassar pada laga uji coba di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu, (5/2/2020). Bhayangkara FC takluk 0-1 dari PSM Makassar. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Herman Dzumafo adalah pemain asing abadi di Indonesia sebelum berstatus pemain lokal pada 2017 lalu. Penyerang berdarah Kamerun ini tercatat membela delapan klub yang berbeda pada 13 tahun belakangan.

Klub pertama Dzumafo adalah PSPS Pekanbaru pada 2007-2011. Dari sana, pemain berusia 40 tahun itu hijrah ke Arema Indonesia pada 2011-2012, Persib Bandung 2012-2013, Sriwijaya FC 2013, Mitra Kukar 2014, Gresik United 2015-2016, Persela Lamongan 2016, kembali ke PSPS yang membawa nama PSPS Riau 2017, dan Bhayangkara FC sejak 2018.

Oh In-kyun

Gelandang anyar Arema FC, Oh In-kyun. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Oh In-kyun menjadi satu dari sedikit pemain asing di Indonesia yang tidak berpindah kewarganegaraan menjadi Indonesia. Sejak 2010, gelandang asal Korea Selatan itu berganti kostum sebanyak delapan kali.

In Kyun memulai karier di Indonesia bersama PS Bengkulu pada 2010-2011 sebelum cabut ke PSMS Medan 2011-2012, Persela Lamongan 2012-2014, Gresik United 2016, Mitra Kukar 2017, Persib Bandung 2018, Persipura Jayapura 2019, dan Arema FC 2020.

Statusnya sebagai pemain asing Asia yang berpengalaman memudahkan In Kyun mendapatkan tim pada setiap musimnya. Kendati tidak begitu menonjol, gelandang berusia 35 tahun itu mampu menampilkan performa yang konsisten hampir di setiap musim.

Video