7 Pemain yang Apes Berkali-kali ke Final tapi Gagal Juara: Paolo Maldini Mengklaim Jadi Pecundang di Timnas Italia

Bola.com, Jakarta - Paolo Maldini pernah menyebut dirinya sendiri sebagai pecundang. Padahal, siapa pun tahu Maldini merupakan sosok pesepak bola berlimpah prestasi dan mengoleksi sejumlah gelar bergengsi.

Pemain yang mengabdikan diri hanya untuk AC Milan tersebut mampu memenangkan tujuh gelar Liga Italia Serie A, lima trofi Liga Champions, dan 5 Piala Super UEFA. Selain itu, Paolo Maldini juga mampu meraih Coppa Italia dan Piala Dunia Antarklub.

Kata-kata pencundang ini bahkan terlontar dari dalam dirinya. Dia menyebut dirinya sendiri pecundang karena belum memenangkan Piala Dunia hingga Piala Eropa untuk Timnas Italia.

Sebenarnya Maldini, bukanlah satu-satunya pecundang. Namun ada beberapa pemain hebat yang juga bisa publik sebut sebagai pecundang karena ada gelar yang belum dapat mereka raih.

Berikut 6 pemain top dunia lainnya yang berstatus sebagai "pecundang" karena gagal dapatkan gelar juara impiannya.

 

1. Javier Mascherano

Pemain Barcelona asal Argentina, Javier Mascherano. (AFP/Josep Lago)
Pemain Barcelona asal Argentina, Javier Mascherano. (AFP/Josep Lago)

Javier Mascherano mungkin telah mengangkat lebih dari 20 penghargaan utama di sepanjang karier untuk level klub. Namun dia gagal meraih gelar juara bersama Timnas Argentina.

Mascherano bersama Argentina gagal saat berlaga di laga final Piala Dunia 2014. Lalu meski mencapai babak pamungkas Copa America 2004, 2007, 2015 dan 2016, Mascherano juga gagal mempersembahkan gelar juara.

Secara keseluruhan, Mascherano kehilangan 11 final yang menggiurkan selama waktunya di pertandingan profesional. Tentu akan jadi penyesalan usai gantung sepatu.

 

2. Patrice Evra

Patrice Evra - Bek tangguh ini bergabung dengan Mancheser United pada Januari 2006. Dia direkrut dari AS Monaco dengan mahar 8 juta euro. Evra sukses mempersembahkan gelar bergengsi untuk MU diantaranya, lima gelar Premier League dan satu gelar Liga Champions. (Foto: AFP/Andrew Yates)
Patrice Evra - Bek tangguh ini bergabung dengan Mancheser United pada Januari 2006. Dia direkrut dari AS Monaco dengan mahar 8 juta euro. Evra sukses mempersembahkan gelar bergengsi untuk MU diantaranya, lima gelar Premier League dan satu gelar Liga Champions. (Foto: AFP/Andrew Yates)

Evra memegang rekor yang tidak diinginkan karena telah kehilangan lebih banyak final Liga Champions daripada orang lain. Momen menyesakkan itu dialaminya saat bersama AS Monaco pada 2004 dan Juventus pada 2015.

Tidak hanya bersama dua klub itu, saat Evra menjadi pemain Manchester United juga gagal di dua laga final Liga Champions, pada 2009 dan 2011.

Evra juga pernah merasakan kekalahan di laga final saat memperkuat timnas Prancis. Dia dan Prancis kalah di laga Final Euro 2016 dari Portugal.

 

3. Arjen Robben

Arjen Robben tercatat telah mengemas total 37 gol dari 97 laga bersama Timnas Belanda. Dipanggil sejak 2003 hingga 2017, Robben menjadi kunci sukses Timnas Belanda melaju ke partai final Piala Dunia 2010 dan juara ketiga Piala Dunia 2014. (AFP/John Thys)
Arjen Robben tercatat telah mengemas total 37 gol dari 97 laga bersama Timnas Belanda. Dipanggil sejak 2003 hingga 2017, Robben menjadi kunci sukses Timnas Belanda melaju ke partai final Piala Dunia 2010 dan juara ketiga Piala Dunia 2014. (AFP/John Thys)

Arjen Robben jadi pemain yang ditakuti  bek ketika sedang berada di puncak performanya. Namun, sayangnya dia gagal meraih sejumlah gelar bergengsi yang ada di depan mata.

Dia gagal membawa Belanda juara Piala Dunia 2010 karena kalah dari Spanyol di laga final. Kemudian penaltinya yang gagal masuk membuatnya tak berhasil meraih gelar Liga Champions bagi Bayern Munchen pada 2012.

Namun selang setahun kemudian, dia berhasil menebus dosa. Dia membawa Bayern Munchen berhasil menjadi juara Liga Champions setelah kalahkan Borussia Dortmund di Wembley.

 

4. Alessandro Del Piero

Alessandro Del Piero. Striker Italia yang kini betusia 47 tahun dan telah pensiun di Delhi Dynamos Januari 2015 ini total mencetak 50 gol dari eksekusi penalti di Serie A Liga Italia. Ia melakukannya pada 1993 hingga 2012 hanya bersama Juventus yang dibelanya selama 19 musim. (AFP/Giuseppe Cacace)
Alessandro Del Piero. Striker Italia yang kini betusia 47 tahun dan telah pensiun di Delhi Dynamos Januari 2015 ini total mencetak 50 gol dari eksekusi penalti di Serie A Liga Italia. Ia melakukannya pada 1993 hingga 2012 hanya bersama Juventus yang dibelanya selama 19 musim. (AFP/Giuseppe Cacace)

Alessandro Del Piero merupakan legenda bagi Juventus dan Timnas Italia. Nama besar karena permainan indahnya menggema ke seluruh penjuru dunia.

Sayangnya meski beberapa kali mengantar Juventus meraih gelar Scudetto, dia belum pernah merasakan gelar juara Liga Champions. Dia pernah menapaki laga final Liga Champions pada 1997, 1998, dan 2003, namun gagal menggenggam trofinya.

Del Piero juga pernah gagal membawa timnas Italia juara Euro 2000. Namun dia mengantongi satu gelar Piala Dunia pada 2006.

 

5. Lothar Matthaus

10. Lothar Matthaus - Jerman (AFP/Gerard Cherles)
10. Lothar Matthaus - Jerman (AFP/Gerard Cherles)

Nasib apes dialami Lothar Matthaus saat memperkuat Bayern Munchen di laga final Liga Champions 1999. Trofi yang tinggal beberapa menit harusnya dia genggam sirna di tangan para pemain Manchester United.

Matthaus gagal menggenggam trofi Liga Champions untuk kali kedua. Dengan tim yang sama dia juga gagal mendapatkan gelar Liga Champions pada final 1987.

Bersama timnas Jerman, Matthaus juga pernah gagal pada laga final Piala Dunia 1982 dan 1986. Namun dia berhasil mendapatkan gelar Piala Dunia 1990 dan Piala Eropa 1980.

 

6. Gianluigi Buffon

Gianluigi Buffon - Kembali ke Juventus setelah mengantar Italia juara dunia dirinya memilih bertahan meski mendapat godaan dari Real Madrid. (AFP/Giuseppe Cacace)
Gianluigi Buffon - Kembali ke Juventus setelah mengantar Italia juara dunia dirinya memilih bertahan meski mendapat godaan dari Real Madrid. (AFP/Giuseppe Cacace)

Bersama Parma, Juventus dan Paris Saint Germain (PSG), penjaga gawang Gianluigi Buffon selalu memiliki prestasi. Gelar Coppa Italia, Liga Italia Serie A hingga Ligue 1 dan Piala Prancis pernah dia dapatkan.

Sayangnya untuk level internasional bersama klub dia mentok mendapat gelar Piala UEFA ketika bersama Parma. Dia belum pernah merasakan mengangkat trofi Liga Champions Eropa meski tiga kali berlaga di laga final pada 2003, 2015 dan 2017.

Sumber: Give Me Sport

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel