7 Pembobol ATM punya meeting place di Tangerang

MERDEKA.COM. Tujuh pelaku pembobol 42 Automated Teller Machine (ATM) ternyata memiliki meeting place di daerah Tangerang sebelum melakukan aksi kejahatannya. Sebelum menjalankan aksinya, para pelaku berkumpul di sebuah hotel.

"Kumpul di hotel terus ditentukan random (target ATM) dan langsung beraksi," kata Kasubdit Perbankan Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Tipideksus) Polda Metro Jaya Kombes Pol Djoko Purbo Hadiwidjojo, Senin (24/6).

Djoko menuturkan ketujuh pelaku tersebut berasal dari Lampung dan Tangerang. Mereka rata-rata memiliki profesi sebagai swasta dan ada juga yang berprofesi sebagai wartawan. Mereka bertemu dan kenal begitu saja. Untuk menentukan target mesin ATM mana yang akan disatroni, kata dia, mereka memilih lokasi yang tidak ramai dikunjungi warga serta tak memiliki tingkat pengamanan yang ketat.

"Sementara (menentukan target ATM) dengan random dan dicek yang sudah pasti lokasi-lokasinya tidak ada penjagaan dari securiti dan lokasinya tidak ramai," ujar Djoko.

Ketujuh pelaku tersebut yakni, Aris (42), Hendri (38), Denly Agus (30), Miswan (39), Edi (42), Ipay Al Ryan (25), dan Tohir (42). Mereka telah membobol 42 buah kartu ATM dengan total uang yang dibobol sebesar Rp 376,3 juta.

Adapun barang bukti yang berhasil disita yaitu, 42 kartu ATM, 17 telepon genggam, 4 buah mobil, 60 gram logam mulia, 49 gram perhiasan emas, uang tunai Rp 37,8 juta, 4 buah jam tangan, dan 1 pucuk air soft gun.

Selain itu, mereka terancam akan dijerat dengan pasal 81, 84, dan 85 UU RI No 3 Tahun 2001 tentang transfer dana dan Pasal 363 KUHP dan Pasal 3 dan 5 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

 

 

 

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.