7 Pemuda Keroyok Warga Cilandak Gara-Gara Kesal Ditegur Main Petasan di Pemakaman

Merdeka.com - Merdeka.com - Setidaknya tujuh pemuda mengeroyok warga Cilandak, Jakarta Selatan. Sebab musabab, mereka tidak terima lantaran ditegur saat bermain petasan di areal pemakaman keluarga. Peristiwa itu terjadi Selasa (3/5) sekira pukul 10.00 Wib.

Kapolsek Cilandak, Kompol Multazam menerangkan, pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi termasuk korban inisial K (49). Disebutkan, setidaknya ada tujuh orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan.

"Dari keterangan korban bahwa pelaku yang telah melakukan pengeroyokan dilakukan kurang lebih dari 7 orang dan pada saat menegur para pelaku yang sedang main petasan di area pemakaman keluarga," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (9/5).

Multazam menyampaikan, empat orang diantaranya yakni MR, MA, dan SFY dinilai laik statusnya untuk dinaikan dari terlapor menjadi tersangka berdasar dua alat bukti yang dikantongi penyidik.

"Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap M.R, M.A, SFY dan ADL dari hasil pemeriksaan tersangka telah memenuhi unsur tindak pidana pengeroyokan," ujar dia.

Multazam mengatakan, keempat tersangka tidak dilakukan penahanan karena dinilai bersikap kooperatif. Mereka hanya diminta menjalani wajib lapor dua kali dalam sepekan.

"Terhadap para tersangka tidak ditahan karena sangat koperatif dan sejak hari Sabtu, tanggal 7 Mei 2022 para tersangka dikenakan wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis," terang dia.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 170 KUHP. Sedangkan, untuk tersangka ADL dikenakan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA).

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel