7 Penggawa Juventus dengan Performa Terburuk Versi Whoscored: Kulusevski Paling Mengecewakan

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Performa acak-adut yang dialami Juventus saat ini bukan salah Massimiliano Allegri sepenuhnya. Sebab ada beberapa pemain yang tampil di bawah standar klub raksasa Italia tersebut.

Beberapa waktu lalu, sejumlah media Italia melaporkan kalau Allegri marah terhadap enam pemain Juventus. Di antaranya Alvaro Morata, Moise Kean, Dejan Kulusevski, Adrien Rabiot, Rodrigo Bentancur, dan Arthur Melo.

Statistik yang disajikan Whoscored pun memperkuat alasan kenapa Allegri harus marah terhadap keenam pemain di atas. Dan ditambah Federico Bernardeschi, berikut ulasan tentang tujuh pemain terburuk Juventus musim ini.

Dejan Kulusevski

Penyerang Juventus, Dejan Kulusevski berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Zenit St. Petersburg pada pertandingan Grup H Liga Champions di Gazprom Arena di St.Petersburg, Rusia, Kamis (21/10/2021). Juventus menang atas Zenit St. Petersburg 1-0. (AP Photo/Dmitry Lovetsky)
Penyerang Juventus, Dejan Kulusevski berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Zenit St. Petersburg pada pertandingan Grup H Liga Champions di Gazprom Arena di St.Petersburg, Rusia, Kamis (21/10/2021). Juventus menang atas Zenit St. Petersburg 1-0. (AP Photo/Dmitry Lovetsky)

Tidak bisa dimungkiri, Kulusevski adalah penampil terburuk di antara semua penggawa Juventus yang telah bermain dalam lima pertandingan atau lebih. Whoscored memberikan rating yang cukup mengecewakan untuknya, 6.18.

Kulusevski belum membukukan gol ataupun asis dalam 11 kali penampilannya di ajang Serie A. Penyerang asal Swedia itu seringkali terlihat berlari tanpa arah tujuan yang jelas ketika dipercaya tampil oleh Allegri.

Sang pelatih sepertinya belum mendapatkan posisi yang tepat buat Kulusevski. Karena, dipasang pada posisi manapun di lini depan, ia selalu tampil mengecewakan. Tak heran kalau Allegri lebih sering mendudukkan Kulusevski di bangku cadangan.

Moise Kean

Penyerang Juventus, Moise Kean berselebrasi usai mencetak gol ke gawang AS Roma pada pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di stadion Turin Allianz, Italia, Senin (18/10/2021). Juventus menag atas Roma dengan skor tipis 1-0. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)
Penyerang Juventus, Moise Kean berselebrasi usai mencetak gol ke gawang AS Roma pada pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di stadion Turin Allianz, Italia, Senin (18/10/2021). Juventus menag atas Roma dengan skor tipis 1-0. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Kean kembali ke Turin dengan raihan 17 gol dari 41 penampilan di musim lalu ketika membela PSG. Apakah itu menandakan bahwa penampilan Kean bagus, atau level kompetisi Ligue 1 tidak sebaik Serie A?

Ia datang dengan banyak embel-embel di pundaknya, seperti mantan wonderkid Juventus dan pengganti Cristiano Ronaldo. Sepertinya beban yang diberikan kepadanya terlalu berat, dan itu memengaruhi performanya di lapangan.

Sejauh ini, Kean baru membukukan dua gol meski telah diberi kesempatan bermain sebanyak enam kali di Serie A. Torehan yang cukup apik. Tapi terlepas dari angka di atas, penampilan Kean secara kasat mata belum cukup meyakinkan.

Pemain berumur 21 tahun tersebut seringkali kesulitan untuk mendapatkan posisi yang tepat. Beberapa kali juga Kean jadi penyebab alur serangan Juventus terhenti. Rating 6.32 dari Whoscored terlihat sepadan dengan aksinya di lapangan.

Federico Bernardeschi

Gelandang Juventus, Federico Bernardeschi  berusaha mengontrol bola dari kawalan pemain Zenit St. Petersburg, Douglas Santos pada pertandingan Grup H Liga Champions di Gazprom Arena di St.Petersburg, Rusia, Kamis (21/10/2021). Juventus menang atas Zenit St. Petersburg 1-0. (AP Photo/Dmitry Lovetsky)
Gelandang Juventus, Federico Bernardeschi berusaha mengontrol bola dari kawalan pemain Zenit St. Petersburg, Douglas Santos pada pertandingan Grup H Liga Champions di Gazprom Arena di St.Petersburg, Rusia, Kamis (21/10/2021). Juventus menang atas Zenit St. Petersburg 1-0. (AP Photo/Dmitry Lovetsky)

Performa Bernardeschi di musim ini terlihat membaik, meski belum mencapai standar yang diinginkan. Bernardeschi masih kesulitan untuk menunjukkan performa serupa ketika menjadi bintang buat Fiorentina beberapa tahun silam.

Allegri juga masih mencari-cari posisi yang pas untuk pemain berumur 27 tahun tersebut. Ia sudah menempati lima posisi yang berbeda, padahal musim 2021/22 belum berlangsung setengahnya.

Bernardeschi belum mencetak gol pada musim ini. Namun beberapa catatan asis membuat kiprahnya terlihat sedikit mengkilap. Secara keseluruhan, rating 6.43 cukup sepadan dengan kontribusinya sejauh ini.

Adrien Rabiot

Gelandang Juventus Adrien Rabiot. (MIGUEL MEDINA/AFP)
Gelandang Juventus Adrien Rabiot. (MIGUEL MEDINA/AFP)

Ketika pertama kali datang, banyak kalangan menyebutkan bahwa Juventus beruntung bisa mendapatkan tanda tangan Rabiot secara gratis. Namun kalau dilihat dari kinerjanya sejauh ini, malah Juventus terlihat merugi.

Tidak sedikit orang mengatakan kalau lini tengah menjadi pusat kelemahan Juventus musim ini. Salah satu alasannya adalah karena Rabiot tidak bisa memainkan peran box-to-box seapik legenda Bianconeri, Claudio Marchisio.

Whoscored memberi angka 6.51 buat pemain asal Prancis tersebut. Belakangan, Rabiot kerap diisukan akan dilepas ke Newcastle United. Mungkin ada baiknya buat Juventus untuk membiarkannya pergi kalau tawaran benar-benar datang.

Alvaro Morata

Alvaro Morata direkrut oleh Juventus pada tahun 2014 dari Real Madrid dan kembali lagi ke Santiago Bernabeu dua tahun setelahnya. Morata akhirnya kembali ke Juventus pada musim lalu setelah berpetualang di beberapa klub seperti Chelsea dan Atletico Madrid. (Foto: AFP/Miguel Medina)
Alvaro Morata direkrut oleh Juventus pada tahun 2014 dari Real Madrid dan kembali lagi ke Santiago Bernabeu dua tahun setelahnya. Morata akhirnya kembali ke Juventus pada musim lalu setelah berpetualang di beberapa klub seperti Chelsea dan Atletico Madrid. (Foto: AFP/Miguel Medina)

Whoscored memberikan angka 6.67 buat Morata. Sejatinya, kalau diurutkan, Morata masuk ke dalam 10 pemain Juventus dengan rating terbaik musim ini. Namun 6.67 bukanlah rating yang memuaskan buat pemain sekaliber dirinya.

Musim lalu, Morata berhasil melesakkan 20 gol dari 44 laga di semua kompetisi atau 0.45 gol per laga. Rata-rata ini tampak menurun jadi 0.3 dalam empat gol yang ia lesakkan setelah menjalani 13 pertandingan.

Kendati demikian, masih ada harapan buat Morata untuk menambah perolehan golnya di musim ini. Ia hanya perlu mendapatkan senyawa yang tepat saat bekerja sama dengan dua penyerang lainnya, Paulo Dybala dan Federico Chiesa.

Rodrigo Bentancur

Gelandang Spezia, Giulio Maggiore berusaha merebut bola dari gelandang Juventus, Rodrigo Bentancur pada pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di Stadion Allianz, Turin, Italia, Rabu (3/3/2021). Juventus menang telak atas Spezia dengan skor 3-0. (Marco Alpozzi / LaPresse via AP)
Gelandang Spezia, Giulio Maggiore berusaha merebut bola dari gelandang Juventus, Rodrigo Bentancur pada pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di Stadion Allianz, Turin, Italia, Rabu (3/3/2021). Juventus menang telak atas Spezia dengan skor 3-0. (Marco Alpozzi / LaPresse via AP)

Whoscored memberikan rating 6.57 buat pria asal Uruguay ini. Secara kasat mata, penampilan Bentancur sejatinya tidak begitu buruk. Sayangnya belum memenuhi standar yang diharapkan di klub sekelas Juventus.

Performanya bahkan tidak sebaik Manuel Locatelli yang baru bergabung dengan Juventus pada musim panas lalu. Kadang, ia juga sering kehilangan konsentrasi yang berakibat buruk buat Bianconeri. Seperti blundernya pada laga melawan FC Porto musim lalu.

Ada indikasi kalau Bentancur bermain lebih berhati-hati saat dipercaya sebagai deep-lying midfielder karena blunder fatal tersebut. Mungkin, ia hanya perlu menemukan kepercayaan diri lagi agar bisa tampil cemerlang seperti waktu pertama kali memperkuat Juventus dulu.

Arthur Melo

Gelandang Juventus, Arthur Melo, menggiring bola saat melawan Udinese pada laga Liga Italia di Stadion Allianz, Turin, Minggu (3/1/2021). Juventus menang dengan skor 4-1. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)
Gelandang Juventus, Arthur Melo, menggiring bola saat melawan Udinese pada laga Liga Italia di Stadion Allianz, Turin, Minggu (3/1/2021). Juventus menang dengan skor 4-1. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Agak tidak adil memasukkan nama Arthur Melo dalam daftar ini. Pasalnya, ia baru memainkan empat pertandingan sejak dinyatakan pulih dari cedera. Arthur pun masih meraba-raba gaya bermain Allegri.

Tapi ketika diberi kesempatan tampil, kontribusi Arthur tidak begitu mencolok. Ia bahkan sempat melakukan kesalahan fatal saat menghadapi Hellas Verona yang membuat Juventus kalah dengan skor 1-2.

Arthur mendapatkan rating 6.01 dari Whoscored. Namun angka ini mungkin bisa membaik, asalkan gelandang berkebangsaan Brasil tersebut mampu memainkan peran deep-lying midfield seperti harapan Allegri.

Sumber: Whoscored

Disadur dari: Bola.net (Yaumil Azis, Published 11/11/2021)

Di Mana Posisi Juventus Saat Ini?

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel