7 Pentolan Al-Qaeda Mati Disikat Drone Militer Amerika

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Serangan pesawat tanpa awak (drone) Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (US Armed Forces) di desa Jakara, provinsi Idlib, Suriah, ternyata tak hanya menewaskan komandan milisi Hay'at Tahrir Al-Sham. Korban jiwa termasuk sejumlah pemimpin kelompok teroris Al-Qaeda dalam insiden yang terjadi pada 22 Oktober 2020.

Menurut laporan yang diperoleh dari Middle East Monitor, ada tujuh pemimpin kelompok teroris Al-Qaeda yang tewas dalam serangan tersebut.

Komando Pusat Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, Mayor Beth Riordan, mengonfirmasi kematian para pentolan kelompok teroris yang dahulu dipimpin oleh mendiang Ossama Bin Laden. Riordan juga menegaskan, militer-amerika-serikat">militer Amerika Serikat (AS) akan terus memburu para anggota Al-Qaeda hingga benar-benar habis sampai ke akarnya.

Menurut Riordan, langkah ini diambil militer AS untuk mengganggu stabilitas internal organisasi teroris itu. Sebab dengan kematian para pemimpinnya, AS yakin kekuatan Al-Qaeda akan berkurang. Itu berarti, ancaman yang ditimbulkan juga akan bisa diminalisasi.

"Pemusnahan para pemimpin Al-Qaeda ini akan mengganggu kemampuan organisasi teroris untuk merencanakan dan melakukan serangan global, lebih lanjut yang mengancam warga Amerika Serikat, mitra kami, dan warga sipil yang tidak bersalah," ujar Riordan.

"Dengan sekutu dan mitra kami, kami akan terus menargetkan Al-Qaedan dan organisasi teroris lainnya," katanya.

Menurut data lain yang dikutip dari Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), hingga saat ini militer AS mengklaim sudah menghabisi nyawa 17 orang pemimpin kelompok teroris Al-Qaeda.