7 Penyakit Hati yang Perlu Diwaspadai, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyakit hati atau juga dikenal sebagai penyakit liver merupakan kondisi gangguan pada hati yang menyebabkan organ ini tidak dapat berfungsi dengan baik. Hati adalah organ yang dapat melakukan regenerasi dengan cepat untuk mengganti sel-selnya yang rusak.

Hati sendiri memiliki peran penting bagi tubuh, yaitu memproses unsur-unsur berbahaya bagi tubuh dan membuat cairan empedu yang bermanfaat untuk mencerna lemak. Akibatnya, hati rentan mengalami kerusakan. Namun, organ yang satu ini memiliki kemampuan melindungi diri dengan cara meregenerasi.

Penyakit hati atau gangguan fungsi hati bukanlah kondisi yang patut disepelekan. Jika tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat, kondisi ini berpotensi menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali apa saja gejala gangguan fungsi hati agar penanganannya dapat segera dilakukan.

Lalu apa saja jenis-jenis penyakit hati dan seperti apa gejala hingga bagaimana cara pencegahannya? Berikut ini penjelasannya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber.

1. Sirosis

Penyakit Hati (sumber: pixabay)
Penyakit Hati (sumber: pixabay)

Sirosis merupakan penyakit hati yang disebabkan oleh terbentuknya jaringan parut pada hati, kondisi ini terjadi karena kerusakan hati dalam jangka panjang. Saat awal penyakit ini diderita, Anda mungkin tidak merasakan gejala apapun. Biasanya gejala penyakit hati sirosis muncul setelah kerusakan hati sudah semakin parah. Gejalanya berupa kelelahan atau lemah, mual, kehilangan nafsu makan, hingga kehilangan dorongan seksual.

Apabila kondisi ini dibiarkan, maka penyakit hati sirosis dapat semakin memburuk. Gejala yang muncul juga akan semakin parah, termasuk muntah darah, kulit terasa gatal, tinja berwarna gelap, tubuh mudah memar, pembengkakan pada kaki dan perut, hingga mengalami penyakit kuning.

Untuk mencegah penyakit hati sirosis ini, penting menerapkan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat, berhenti mengonsumsi alkohol, menghindari konsumsi makanan berlemak, menjaga berat badan dengan baik, serta menghindari hubungan seksual berisiko.

2. Abses Hati

Penyakit Hati (Sumber: iStockphoto)
Penyakit Hati (Sumber: iStockphoto)

Munculnya lubang-lubang kecil yang berisikan nanah merupakan tanda dari penyakit abses hati. Penyebabnya bisa karena infeksi bakteri, bisa pula karena infeksi parasit.

Ada 2 jenis penyakit abses hati, yaitu yang pertama abses hepar. Abses jenis ini selain menyebabkan peradangan atau pembengkakan hati, juga bisa menyebabkan sakit dan pembengkakan pada perut. Gejalanya termasuk sakit perut bagian kanan atas, panas dingin, muntah, demam, penurunan berat badan secara tiba-tiba, urine berwarna gelap, diare, dan tinja berwarna keabu-abuan.

Selain abses hepar piogenik, ada pula abses hepar amuba. Abses ini disebabkan oleh infeksi parasit. Gejala dari penyakit ini antara lain adalah nyeri dada bagian kanan bawah, nyeri perut bagian kanan atas, serta urine berwarna gelap dan tinja berwarna abu-abu. Gejala lain yang juga bisa muncul yaitu demam, menggigil, berkeringat di malam hari, kehilangan selera makan, mual, muntah, lelah berlebih, kulit menguning, dan penurunan berat badan secara tiba-tiba.

Untuk mencegah penyakit hati ini, Anda perlu menjaga kebersihan, menerapkan pola makan dan hidup yang sehat, dan hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan yang tidak perlu.

3. Hepatitis

Penyakit Hati (sumber: pixabay)
Penyakit Hati (sumber: pixabay)

Jenis penyakit hati yang selanjutnya adalah hepatitis. Hepatitis merupakan penyakit yang menyebabkan terjadinya peradangan hati. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus, namun bisa pula disebabkan karena konsumsi obat tertentu, minuman beralkohol, atau karena menderita penyakit autoimun.

Gejala dari penyakit hepatitis tergantung pada penyebab dan jenis penyakit hepatitis yang diderita. Namun, umumnya gejala hepatitis berupa kehilangan nafsu makan, diare, muntah dan mual, kulit dan mata menguning, serta urine berwarna gelap. Penyakit ini dapat memengaruhi seluruh sistem metabolisme tubuh, sehingga penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala dari penyakit hepatitis.

Dokter akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dan menyarankan Anda untuk melakukan tes darah, tes fungsi hati, biopsi hati, ataupun USG perut, untuk mengetahui jenis penyakit hepatitis yang diderita. Penanganan penyakit hepatitis yang diberikan bergantung pada jenis penyakit hepatitis yang diderita.

4. Kanker Hati

Penyakit Hati (RomarioIen/Shutterstock)
Penyakit Hati (RomarioIen/Shutterstock)

Kanker hati menjadi salah satu jenis penyakit hati yang paling umum terjadi. Penyakit ini merupakan kanker yang berasal dari bagian lain dalam tubuh yang menyebar ke organ tubuh. Seseorang yang menderita kanker hati biasanya ditandai dengan beberapa gejala, seperti urine berwarna gelap, sakit kuning hingga pembengkakan pada organ hati.

Untuk mencegah penyakit hati jenis ini, Anda bisa mengurangi konsumsi minuman beralkohol, menjauhi NAPZA, terutama dalam bentuk suntik, dan mendapatkan vaksin hepatitis B.

5. Hemokromatosis

Penyakit hati | via: healthxchange.com.sg
Penyakit hati | via: healthxchange.com.sg

Penyakit hati yang satu ini terjadi ketika kadar zat besi dalam tubuh terlalu berlebihan. Akibatnya, zat besi akan menumpuk dalam organ tubuh dan memicu timbulnya penyakit serius, seperti gagal jantung. Zat besi sendiri merupakan mineral penting bagi tubuh yang berfungsi sebagai penghasil hemoglobin yang digunakan untuk mengikat dan mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh.

Umumnya, pengidap hemokromatosis akan mengalami serangkaian gejala, seperti lemas, nyeri sendi, sakit perut, rontoknya rambut pada tubuh, penurunan berat badan, jantung berdebar, warna kulit menjadi keabuan, serta penurunan gairah seksual. Jika gejala dibiarkan begitu saja, radang sendi, diabetes, impotensi, dan gagal jantung bisa saja terjadi.

6. Kista Hati

Kista hati adalah salah satu penyakit yang menyerang hati. Kondisi ini terjadi ketika kantong yang berisi cairan muncul di hati. Biasanya kista bersifat jinak dan tidak membutuhkan pengobatan khusus. Namun, jika ukuran kista besar, maka penderita penyakit ini akan mengeluhkan adanya rasa nyeri pada bagian perut kanan.

Sekitar 5 persen kista hati adalah tumor kristik. Meski sangat jarang, tumor kristik ini bisa menjadi ganas dan dapat menyebar ke luar hati. Oleh sebab itu, dokter biasanya akan merekomendasikan operasi untuk mengangkat tumor kristik sepenuhnya.

7. Hepatitis Autoimun

Penyakit hati (Magic Mine/Shutterstock)
Penyakit hati (Magic Mine/Shutterstock)

Jenis penyakit hati yang dapat meyerang fungsi hati yang lainnya adalah hepatitis autoimun. Kondisi ini membuat sistem kekebalan tubuh salah sasaran dan menyerang balik sel-sel sehat. Autoimun dapat menyebabkan hepatitis autoimun, saluran empedu di hati rusak, dan radang hati karena penumpukan empedu. Jika penyakit ini tidak ditangani dengan baik, maka kondisi autoimun yang menyerang hati dapat menyebabkan sirosis sampai gagal hati.

Untuk mencegah terjadinya penyakit autoimun yaitu mengurangi pikiran yang membuat stres, rutin berolahraga, tidak merokok, dan menjaga keseimbangan nutrisi yang masuk kedalam tubuh.

Penyakit hati memang dapat membahayakan kesehatan. Untuk mencegahnya, Anda perlu hentikan mengkonsumsi minuman beralkohol, lakukanlah hubungan seksual yang aman, hindari penggunaan jarum suntik secara sembarangan, konsumsi obat yang bijak, dan jagalah berat badan yang ideal. Itulah jenis-jenis penyakit hati yang perlu Anda ketahui beserta gejala dan pencegahannya.