7 Penyebab Bayi Menangis Tengah Malam dan Cara Mengatasinya

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Menangis menjadi komunikasi bayi untuk memberikan pesan kepada orang dewasa apa yang si kecil rasakan, ntah merasa tidak nyaman atau lapar. Dalam sehari, bayi setidaknya dapat menangis tiap 1-3 jam sekali, atau bahkan lebih dari itu, bahkan ketika malam hari.

Tentu tak heran jika para orangtua terjaga setiap malam karena bayi menangis. Namun, frekuensi bayi menangis saat malam hari sebetulnya bisa berkurang atau berhenti sama sekali jika orangtua memahami penyebab dan cara mengatasinya.

Melansir berbagai sumber berikut ini penyebab anak menangis malam hari, serta cara mengatasinya.

1. Lapar

Pertumbuhan mempercepat rasa lapar. Saat bayi mengalami fase pertumbuhan yang intens (percepatan pertumbuhan yang umum terjadi sekitar 2 hingga 3 minggu, 6 minggu, dan 3 bulan), ia mungkin lapar dan ingin mengelompokkan makanan.

Jadi pastikan ibu mulai menyusui sebelum bayi tidur, agar ia bisa tidur lebih nyenyak di malam hari.

2. Aliran susu lebih lambat

Ilustrasi bayi menangis | pexels.com/@laura-garcia-1667452
Ilustrasi bayi menangis | pexels.com/@laura-garcia-1667452

Komposisi ASI berubah di malam hari, dan mungkin mengalami aliran ASI yang lebih lambat. Perubahan volume ASI bisa membuat bayi menjadi rewel.

3. Gas

Bayi juga rentan mengalami masalah gas dan perlu bersendawa atau mengeluarkan gas supaya ia merasa lega. Bayi mungkin menelan udara saat menyusui atau mengisap dari botol, dan bersendawa segera setelah menyusu dapat memberinya kelegaan. Menggendong bayi dengan tegak, atau memijat punggungnya dengan lembut juga membantu mengeluarkan gas.

4. Kenyamanan tempat tidur

Bayi cenderung menangis jika dia merasa terlalu dingin. Menyelimutinya dengan selimut membantunya tetap hangat dan memberinya kenyamanan. Serta sistem saraf bayi yang belum berkembang lebih sensitif terhadap cahaya terang, suara, dan perubahan lingkungannya. Misalnya, tiba-tiba menyalakan lampu atau suara televisi yang akan menggangu kenyamanan tidurnya.

5. Popoknya Kotor atau Basah

Ilustrasi bayi menangis. (Dok. Ben_kerckx/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)
Ilustrasi bayi menangis. (Dok. Ben_kerckx/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Beberapa bayi tidak nyaman ketika popoknya terlalu basah, maka pastikan untuk mengganti popok jika sekiranya sudah terlalu basah. Namun, pastikan ibu mengganti popok dengan cepat dan tidak banyak berinteraksi dengan bayi saat melakukannya, sehingga ia dapat tertidur kembali.

6. Sedang Tumbuh Gigi

Jika bayi tampaknya menangis di malam hari tanpa alasan, periksa ke dalam mulutnya dan lihat apakah ada gigi yang sedang tumbuh. Rasa sakit pada gigi dapat mulai dari sejak empat bulan dan dapat menyebabkan bayi mengeluarkan air liur lebih banyak dan mengunyah benda yang ada di depannya. Jika bayi sudah mulai tumbuh gigi, maka orangtua bisa memijat gusinya dengan lembut supaya ia tidak terlalu rewel saat malam hari.

7. Kolik

Kolik pada bayi akan ditandai dengan tangisan keras dengan durasi yang panjang, bahkan bisa lebih dari tiga jam dalam satu hari.

Kondisi ini bisa terjadi saat bayi berusia sekitar 3 minggu dan makin sering saat usianya menginjak 4 dan 6 minggu. Intensitas tangisan kolik dapat berkurang setelah bayi berusia 6 minggu, dan benar-benar hilang saat dia mencapai usia 12 minggu.

Untuk mengatasinya, coba gendong Si Kecil hingga ia merasa tenang dan usap punggungnya secara lembut. Hal ini akan membuat Si Kecil merasa lebih nyaman dan mengurangi tangisannya.

#elevate women