7 Penyebab Bronkitis, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta Mengetahui dan memahami penyebab bronkitis adalah upaya menjaga sistem pernapasan manusia. Bronkitis terjadi ketika ada infeksi yang menyebabkan iritasi dan peradangan pada bronkus paru-paru.

Iritasi dan peradangan ini terjadi karena dipicu oleh berbagai macam penyebab bronkitis. Asap rokok, peptisida, alergen, virus, bakteri, dan masih banyak lagi. Jika hal ini terjadi, maka bronkus tidak lagi dapat menjalankan fungsinya dengan maksimal.

Bronkus merupakan tabung pipa bercabang yang membawa oksigen ke paru-paru. Dinding bronkus berperan menghasilkan lendir penyaring debu dan partikel penyebab iritasi. Ketika bermasalah, dinding bronkus akan memproduksi lebih banyak lendir dan menyebabkan batuk pada penderita bronkitis.

Maka dari itu, penting mengetahui penyebab bronkitis agar bisa menghindari dan masalah ini tidak terjadi. Berikut Liputan6.com ulas penyebab bronkitis dari berbagai sumber, Sabtu (19/12/2020).

Penyebab Bronkitis

Ilustrasi asap rokok | dok. Pascal Unsplash
Ilustrasi asap rokok | dok. Pascal Unsplash

Rokok

Saat mengisap rokok, banyak bahan kimia masuk ke tubuh melalui sistem pernapasan termasuk paru-paru. Jumlahnya bisa mencapai empat ribuan.

Bahan kimia tersebut adalah karbon monoksida, tar, nikotin, arsenik, dan lain-lainnya. Tak heran bila merokok dapat mencetuskan berbagai masalah yang berkaitan dengan pernapasan.

Salah satunya menjadi penyebab bronkitis. Asap rokok yang penuh dengan bahan kimia akan membuat rambut halus hidung tidak bisa menyapu lendir dan zat berbahaya. Risikonya menyebabkan kerusakan permanen pada silia, lapisan dinding bronkus, dan memicu sinusitis kronis.

Virus

Virus pilek dan flu dapat memengaruhi saluran pernapasan termasuk bronkus. Virus yang sering menyebabkan bronkitis umumnya adalah virus flu biasa. Virus ini terdapat pada lendir yang berada pada hidung atau mulut seseorang ketika bersin atau batuk.

Penyebab bronkitis karena paparan virus yang paling sering menyerang manusia adalah Rhinovirus, patogen pemicu flu. Lalu virus influenza, parainfluenza pemicu khusus bronkitis serta pneumonia, dan adenovirus pemicu masalah pernapasan, diare peradangan, dll.

Bronkitis yang disebabkan infeksi virus disebut akut. Bronkitis akut yang disebabkan oleh infeksi virus biasanya dapat sembuh secara spontan dalam beberapa minggu jika anda memiliki daya tahan tubuh yang baik.

Penyebab Bronkitis

Ilustrasi bakteri | (iStock)
Ilustrasi bakteri | (iStock)

Bakteri

Sebagian kecil kasus bronkhitis akut juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri. Bronkitis yang disebabkan infeksi bakteri juga disebut akut. Pada bronkhitis akut yang disebabkan oleh bakteri, diperlukan pemberian antibiotik secara teratur untuk menghilangkan kuman penyebab bronkhitis.

Jenis bakteri yang dapat menjadi penyebab bronkitis pada anak adalah Mycoplasma pneumoniae. Selain bronkitis, bakteri ini dapat memicu masalah pneumonia. Persis dengan bronkitis karena virus, bronkitis infeksi bakteri dapat terjadi melalui udara dan benda yang terkontaminasi.

Rhinitis Alergi

Rhinitis alergi adalah peradangan membran hidung yang muncul sebagai reaksi berlebih dari sistem kekebalan tubuh terhadap alergen (pemicu alergi). Alergen yang dimaksud antara lain debu, tungau, lumut, atau serpihan sel kulit mati binatang.

Kondisi ini bisa menjadi penyebab bronkitis ketika ada infeksi yang menyebabkan iritasi dan peradangan pada area bronkus di paru-paru. Utamanya karena paparan jangka panjang alergen. Ketika terjadi bronkitis, iritasi dan peradangan membuat dinding bronkus memproduksi lebih banyak lendir.

Gangguan Sistem Imunitas

Seseorang dengan sistem imunitas tubuh yang sangat rendah. Respon imun yang kurang dapat menjadikan tubuh lebih lemah atau rapuh ketika menghadapi infeksi. Tubuh menjadi mudah sekali sakit dan terkena paparan virus ataupun bakteri.

Tidak heran jika gangguan sistem imun atau penyakit autoimun termasuk penyebab bronkitis dan masalah pernapasan yang lain. Mengingat bronkitis sangat dipengaruhi oleh paparan berbagai macam virus dan bakteri pemicu masalah pernapasan.

Ada banyak sekali jenis penyakit autoimun yang melibatkan sistem organ yang berbeda-beda. Namun, ada juga penyakit autoimun yang hanya menyerang organ tertentu saja.

Misalnya, kelenjar tiroid, hati, saluran cerna, ginjal, saraf, jantung, kulit, dan sendi. Ada juga penyakit autoimun yang bersifat sistemik, artinya melibatkan banyak sistem organ seperti penyakit lupus.

Penyebab Bronkitis

Ilustrasi Sakit Perut | Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Sakit Perut | Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

GERD

Asam lambung naik/GERD bisa menimbulkan masalah pernapasan. Hal ini disebabkan asam lambung yang terhirup oleh paru. Hingga dapat memicu iritasi pada paru-paru sekaligus tenggorokan. Akibatnya, menimbulkan masalah pernapasan.

Gangguan pernapasan menimbulkan gejala asma, penumpukan lendir di dada, bronkitis, batuk kering, laringitis, dan pneumonia. Lebih baik segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganannya. Dokter akan memberikan pengobatan berdasarkan jenis penyakit pernapasan yang diderita.

Peptisida

Peptisida merupakan zat kimia yang biasa digunakan untuk membasmi hama tanaman. Kerap digunakan oleh petani untuk memakmurkan hasi panennya. Sayangnya, peptisida termasuk zat yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan, salah satunya bronkitis.

Peptisida bisa menjadi penyebab bronkitis karena racun yang disemprotkan seperti debu, uap, dan gas terhirup oleh sistem pernapasan manusia. Tidak hanye menyebabkan bronkitis, peptisida juga meningkatkan risiko pneumonitis, pembengkakan paru-paru, dan kematian.

Gejala Bronkitis

Ilustrasi sakit kepala | Pexels
Ilustrasi sakit kepala | Pexels

Gejala bronkitis adalah batuk yang terus menerus dan produktif yang lendirnya berwarna kuning keabu-abuan atau kehijauan. Gejala bronkitis yang lainnya mirip dengan flu biasa atau sinusitis.

Gejala berikut juga mungkin timbul:

1. Sakit tenggorokan.

2. Sakit kepala.

3. Hidung berair atau tersumbat.

4. Sakit dan nyeri dada atau perut karena batuk terus-menerus.

5. Kelelahan.

6. Demam yang tidak terlalu tinggi.

7. Meriang dan menggigil.

8. Pada bronkitis kronis, sering terjadi penderita akan mengalami sesak napas atau mengi karena saluran udara yang meradang.

Jangan sepelekan kondisi jika terjadi batuk berdarah atau batuk berlendir yang kental dan gelap. Segera periksa ke dokter untuk penanganan lebih tepat.

Jenis-Jenis Bronkitis

Ilustrasi orang batuk | (dok. Nastya_gepp/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)
Ilustrasi orang batuk | (dok. Nastya_gepp/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Bronkitis Akut

Peradangan yang terjadi hanya sementara. Gejala batuk dan produksi lendir yang berlebih dapat berlangsung hingga tiga minggu. Infeksi akut ini bisa menyerang semua golongan usia.

Akan tetapi, anak-anak di bawah lima tahun merupakan golongan yang cukup sering terkena bronkitis akut. Diketahui penyakit ini lebih sering terjadi di musim dingin dan sering berkembang setelah selesma biasa, sakit tenggorokan, atau flu.

Bronkitis Kronik

Berupa batuk produktif (banyak lendir) yang dapat berlangsung selama tiga bulan dalam setahun dan setidaknya terjadi dalam dua tahun berturut-turut.

Bronkitis kronik sering menyerang mereka yang berusia di atas 40 tahun dan kadangkala berhubungan dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Cara Mengobati dan Mencegah Bronkitis

Ilustrasi lari | (dok. Pixabay.com/StockSnap)
Ilustrasi lari | (dok. Pixabay.com/StockSnap)

Cara Mengobati Bronkitis

Bronkitis akut sebetulnya dapat sembuh sendiri dalam beberapa minggu dengan banyak minum air putih dan cukup beristirahat. Di lain pihak, pengobatan bronkitis kronik merupakan proses yang tidak mudah dan tidak selalu berhasil. Perubahan gaya hidup diperlukan untuk meredakan gejala penyakit bronkitis kronis, yaitu:

1. Mengonsumsi makanan sehat sehingga tubuh memiliki daya tahan untuk membantu mencegah infeksi paru-paru dan seluruh sistem saluran pernapasan.

2. Olahraga ringan dan teratur agar berat badan stabil dan sistem pernapasan terlatih. Kelebihan berat badan membuat tubuh menanggung beban pada sistem pernapasan yang membuat bernapas pun lebih sulit. Olahraga akan melatih paru-paru dan jantung untuk bekerja lebih efisien dan optimal.

3. Menghindari lingkungan berasap kabut.

4. Berhenti merokok dan hindari sebisa mungkin menjadi perokok pasif. Terpapar asap rokok sebagai perokok pasif kini diketahui sama berbahayanya seperti perokok aktif.

5. Bawang putih adalah obat alami yang baik untuk mengobati bronkitis. Sebabnya bawang putih memiliki sifat antibiotik alami serta mengandung sifat antivirus.

6. Minum air kunyit juga dipercaya bermanfaat untuk mengobati bronkitis karena kunyit mengandung sifat anti inflamasi yang membantu dalam menyingkirkan kelebihan lendir.

7. Vitamin C sangat penting untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Sehingga minum air jeruk bermanfaat untuk menyehatkan tubuh dari serangan penyakit bronkitis.

8. Jahe juga mengandung sifat anti inflamasi. Minum air jahe sebanyak 2-3 kali dalam sehari bermanfaat untuk menenangkan tenggorokan Anda.

9. Lendir yang ada di membran bronkus dapat dibersihkan dengan berkumur menggunakan air garam hangat. Sehingga berkumur air garam hangat berkhasiat untuk sembuhkan bronkitis.

10. Madu dapat memberikan efek menenangkan di tenggorokan Anda karena sifat anti bakteri yang terkandung di dalamnya. Makan madu juga berkhasiat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

11. Basil seringkali dikenal memiliki ciri yang mirip dengan kemangi. Tanaman ini sering digunakan untuk mengobati peradangan paru-paru di negara India. Untuk mengobati bronkitis, cobalah makan daun basil dalam keadaan yang mentah agar hasilnya bisa lebih maksimal.

Cara Mencegah Bronkitis

Rajin dan seksama mencuci tangan dapat membantu mencegah serta menurunkan risiko bronkitis. Kenakan juga masker hidung-mulut yang memadai jika bekerja di tempat yang banyak menghamburkan bahan iritan seperti serat kain atau asap. Vaksin flu juga dianggap bermanfaat untuk menurunkan risiko bronkitis.

Berhenti merokok merupakan anjuran utama. Asap dan bahan kimia dalam rokok dapat membuat bronkitis menjadi semakin parah. Merokok dan menjadi perokok pasif merupakan faktor risiko tinggi penyebab bronkitis kronik dan PPOK. Semakin dini menghindari kedua hal tersebut akan semakin baik manfaatnya bagi kesehatan paru-paru.