7 Penyebab Buta Warna Parsial yang Patut Diketahui

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Buta warna parsial merupakan kondisi ketika pigmen pengindraan warna mata bermasalah. Pengindraan mata ini tidak mampu membedakan warna dengan baik. Penyebab dari buta warna parsial umumnya disebabkan faktor genetik atau keturunan.

Karakter buta warna parsial dibagi menjadi tiga bagian. Buta warna parsial merah-hijau, buta warna parsial kuning-biru, dan buta warna parsial total. Untuk penderita buta warna parsial merah-hijau lebih banyak diderita pria. Sedangkan buta warna parsial kuning-biru jumlahnya hampir setara antara laki-laki dan perempuan.

TERKAIT: 5 Perbedaan Penglihatan Mata Buta Warna vs Mata Normal

TERKAIT: Tak Sekadar Gaya, Berikut 4 Manfaat Kacamata Hitam bagi Kesehatan Mata

TERKAIT: 5 Cara Menjaga Kesehatan Mata walaupun Kamu Harus Menatap Layar Sepanjang Hari

Selain genetik, buta warna parsial juga bisa disebabkan karena cedera mata, kelainan mata, peradangan mata, penyakit mata, obat, dan masih banyak lagi. Mengetahui penyebabnya akan membuatmu lebih mudah terhindar dari buta warna parsial ini.

Untuk itu, berikut Fimela.com kali ini akan mengulas 7 penyebab buta warna parsial yang patut diketahui. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Penyebab Buta Warna Parsial

Ilustrasi Penyebab Buta Warna Parsial Credit: pexels.com/nrd
Ilustrasi Penyebab Buta Warna Parsial Credit: pexels.com/nrd

1. Diabetic Retinopathy

Adanya komplikasi dari kerusakan pembuluh darah retina dikenal dengan istilah diabetic retinopathy. Kondisi ini biasanya akan lebih banyak menyerang penderita diabetes. Komplikasi juga akan semakin parah jika penderita memiliki diabetes tipe 1 atau 2.

Gangguan mata ini sangat berpotensi menyerang penderita dengan kadar gula darah tinggi. Diabetic retinopathy biasanya diawali masalah penglihatan ringan. Hingga pada akhirnya berkembang menjadi buta warna parsial atau menghilangkan penglihatan secara permanen.

2. Katarak

Katarak merupakan kondisi ketika mata memiliki gumpalan putih menyerupai awan pada lensa mata. Gumpalan putih ini juga akan mengganggu kerja lensa mata.

Lebih tepatnya akan membuat lensa mata tidak mampu mengirimkan gambar jelas menuju retina. Masalah ini harus segera ditangai, jika tidak akan membuat penderita mengalami gangguan penglihatan hingga buta warna.

3. Mengalami Cedera Mata

Cedera mata biasanya akan membuat retina mata mengalami gangguan. Cedera ini juga bisa terjadi pada saraf mata. Umumnya, cedera memang disebabkan karean kecelakaan. Kondisi seperti ini harus segera diperiksakan. Jika tidak ditangani maka penderita juga akan mengalami buta warna parsial.

Penyebab Buta Warna Parsial

Ilustrasi Faktor Penuaan Credit: unsplash.com/Christian
Ilustrasi Faktor Penuaan Credit: unsplash.com/Christian

4. Degenerasi Makula

Degenerasi makula adalah kondisi kelainan mata yang menyebabkan hilangnya penglihatan sentral. Penglihatan manusia terdiri dari visi sentral dan visi tepi.

Visi sentral digunakan untuk melihat ketika menatap lurus ke depan. Visi tepi digunakan untuk melihat dari samping ketika menatap lurus ke depan. Sedangkan degenerasi makula adalah kondisi ketika mata tidak bisa melihat visi sentral.

5. Optic Neuritis

Optic Neuritis terjadi ketika saraf optik mata mengalami peradangan. Saraf optik yang bermasalah akan memengaruhi informasi visual yang diterima mata.

Hal ini disebabkan karena saraf optik berfungsi untuk membawa informasi visual dari mata ke otak manusia. Sedangkan kondisi peradangan atau optic neuritis ini terjadi karena infeksi atau penyakit saraf.

6. Glaukoma

Glaukoma termasuk penyakit mata yang menyebabkan masalah pada saraf optik. Hampir sama dengan optic neuritus yang menyebabkan gangguan penerimaan infomasi visual.

Sebab, saraf optik akan bertugas untuk menghantarkan informasi visual dari mata ke otak. Kondisi ini biasanya disebabkan tekanan abnormal di dalam mata. Tekanan ini membuat jaringan saraf optik terkikis dan menyebabkan gangguan penglihatan.

7. Faktor Penuaan

Faktor penuaan juga ternyata amat berpengaruh terhadap potensi seseorang mengalami buta warna parsial. Penurunan kemampuan fisik ini akan membuat semakin melemahnya sistem saraf.

Kondisi ini bisa terjadi pada bagian saraf optik mata. Hingga membuat informasi visual dari mata ke otak tidak bisa tersampaikan dengan baik. Risikonya bisa membuat mata mengalami buta warna parsial.

Karakter Buta Warna Parsial

Ilustrasi Buta Warna Credit: unsplash.com/Flemming
Ilustrasi Buta Warna Credit: unsplash.com/Flemming

Setelah mengetahui penyebabnya, kamu juga perlu tahu beberapa karakter yang dapat dialami oleh penderita buta warna parsial. Buta warna parsial ini terbagi menjadi tiga bagian. Buta warna parsial merah-hijau, buta warna parsial biru-kuning, dan buta warna parsial total.

Buta warna parsial merah-hijau:

  • Warna kuning dan hijau terlihat memerah

  • Oranye, merah, dan kuning terlihat seperti hijau

  • Merah terlihat seperti hitam

  • Merah terlihat kuning kecokelatan dan hijau terlihat seperti warna krem

Buta warna parsial biru-kuning:

  • Biru terlihat kehijauan

  • Sulit membedakan merah muda dengan kuning dan merah

  • Biru terlihat seperti hijau

  • Kuning terlihat seperti abu-abu atau ungu terang

Buta warna parsial total:Berbeda dengan kedua karakter buta warna merah-hijau dan biru-kuning. Penderita buta warna parsial total akan lebih sulit membedakan semua warna. Bahkan, penderitanya hanya bisa melihat warna putih, abu-abu, dan hitam.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel