7 Penyebab Insomnia yang Paling Sering Dialami

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Insomia adalah kondisi saat seseorang mengalami susah tidur. Insomnia ini bukanlah penyakit, sehingga tidak membutuhkan obat tidur, untuk mengobati insomnia. Insomnia adalah gangguan tidur yang membuat seseorang tidur tidak tepat waktu.

Bagi orang dewasa, tidur yang cukup membutuhkan waktu selama 8 jam dalam sehari. Kurangnya waktu tidur bisa menyebabkan seseorang menjadi lemas, mengantuk dan kurang fokus, sehingga aktivitas di keesokkan harinya akan terganggu.

Insomnia terbagi menjadi dua jenis, yaitu insomnia primer dan insomnia sekunder. Insomnia primer merupakan yang tidak disebabkan karena kondisi medis, sedangkan insomnia sekunder adalah insomnia yang disebabkan karena kondisi media lainnya. Berikut penyebab insomnia yang sering dialami:

TERKAIT: 5 Cara Mengatasi Insomnia dengan Mudah

TERKAIT: Tak Pernah Insomnia, 3 Zodiak Ini Paling Gampang Tidur

TERKAIT: 5 Tips Mengatasi Insomnia agar Mendapatkan Tidur yang Berkualitas

Penyebab Insomnia Primer

ilustrasi tidur/Zohre Nemati/unsplash
ilustrasi tidur/Zohre Nemati/unsplash

1. Kebiasaan Buruk

Insomnia primer bisa disebabkan karena seseorang melakukan kebiasaan buruk, seperti terlalu banyak makan, yang membuat perut kekenyangan. Kebiasaan buruk lainnya yang membuat insomnia adalah terlalu banyak menggunakan komputer, smartphone dan menonton televisi. Jadwal tidur yang kurang teratur karena sering lembur, juga bisa menyebabkan insomnia. Sebaiknya hindari kebiasaan buruk ini, agar kualitas tidurmu lebih baik dan tubuh tetap sehat.

2. Faktor Lingkungan

Selain disebabkan karena kebiasaan buruk, insomnia primer juga bisa disebabkan karena faktor lingkungan yang kurang kondusif, seperti lampu terlalu terang, suara di kamar terlalu bising, suhu ruang terlalu panas atau dingin, dan kasur tidak nyaman digunakan untuk tidur.

Penyebab Insomnia Sekunder

ilustrasi mimpi/pexels
ilustrasi mimpi/pexels

3. Gangguan Psikologi

Seseornag yang mengalami insomnia sekunder, bisa disebabkan karena mengalami gangguan psikologi seperti gangguan kecemasan, gangguan stres pasca trauma (PTSD), gangguan bipolar, depresi akut dan lain sebagainya. Jima mengalami gangguan kesehatan mental, sebaiknya segera hubungi ahli dan mendapatkan perawatan terbaik.

4. Tubuh Terasa Nyeri

Insomnia bisa disebabkan karena seseorang mengalami sakit di seluruh tubuh. Nyeri diseluruh tubuh ini bisa disebabkan karena adanya perubahan hormon pada saat haid atau hamil, gangguan otot dan sendi, gangguan berkemih, gangguan pencernaan dan gangguan pernapasan.

5. Gangguan Kesehatan

Insomnia sekunder sering dialami seseorang yang memiliki gangguan kesehatan tertentu, seperti gangguan tidur, gangguan saraf, kanker, penyakit jantung, dan lain sebagainya. Saat mengidap penyakit ini, tubuh akan terasa kesakitan dan sangat tidak nyaman, sehingga membuat penderitanya jadi bangun berkali-kali.

6. Mengonsumsi Alkohol dan Narkoba

Sering mengonsumsi alkohol bisa menyebabkan insomnia sekunder. Karena alkohol bersifat diuretik yang membuat peminum jadi sering ke kamar mandi. Alkohol juga mengganggu kualitas tidur, karena seseorang bisa berimajinasi, saraf otak terganggu dan mengalami insomnia parah. Selain itu, merokok dan mengonsumsi narkoba juga bisa memperparah insomniamu.

7. Efek Samping Obat-Obatan

Mengonsumsi obat-obatan tertentu, bisa memicu risiko insomnia sekunder. Kalau kamu memiliki gejala insomnia, sebaiknya hindari obat-obatan seperti antidepresan, obat asma, obat dekongestan, obat tekanan darah tinggi, dan obat yang mengandung kafein.

Faktor Risiko Insomnia

ilustrasi tidur/Wes Hicks/unsplash
ilustrasi tidur/Wes Hicks/unsplash

Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi risiko insomnia, yaitu pada perempuan yang sedang mengalami perubahan hormon saat haid, masa kehamilan dan menopause. Orang yang berusia lebih dari 60 tahun juga bisa berisiko terkena insomnia.

Jika seseorang memiliki riwayat penyakit, maka bisa mengalami insomnia dan membuat tubuh kelelahan. Kondisi ini juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan mental maupun fisik seseorang.

Risiko terjadinya insomnia juga bisa dialami oleh orang yang mengalami perubahan jadwal kerja, yang membuat pergantian kerja saat shift pagi atau malam. Kemudian risiko berat insomnia akan dialami orang yang stres dan depresi, sehingga susah tidur dan pikirannya tidak tenang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel