7 Penyebab Susah Napas secara Mendadak Beserta Cara Menanganinya

·Bacaan 5 menit

Fimela.com, Jakarta Penyebab susah napas secara tiba-tiba dapat terjadi oleh berbagai hal mulai dari yang ringan hingga berat. Meski tidak selalu berbahaya dan kadang bisa hilang dengan sendirinya, susah napas atau sesak napas tidak boleh dianggap sepele, apalagi jika disertai dengan gejala lain, seperti demam tinggi.

Susah napas adalah kondisi yang ditandai dengan sulit bernapas atau sensasi tidak mendapat cukup asupan udara. Susah napas bisa membuat penderitanya merasa tidak nyaman dan gelisah. Namun terkadang susah napas seringkali menjadi sinyal peringatan tentang kondisi tubuh akan adanya gangguan pada paru-paru, asma, anemia atau penyakit lainnya.

Umumnya, susah napas ditandai dengan perubahan kulit menjadi pucat, jantung berdebar, demam, sesak napas berat, dan sesak napas yang timbul setelah alergi. Sesak napas yang tiba-tiba menyerang, tentu akan membuat anda kaget dan panik.

Untuk perlu diketahui penyebab susah napas agar mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut ini Fimela.com akan mengulas 7 penyebab susah napas secara mendadak beserta cara untuk menanganinya. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Penyebab Susah Napas secara Mendadak

Ilustrasi Susah Napas secara Mendadak Credit: pexels.com/Drew
Ilustrasi Susah Napas secara Mendadak Credit: pexels.com/Drew

1. Asma

Asma merupakan salah satu penyebab sesak napas yang datang secara tiba-tiba. Biasanya asma terjadi apabila seseorang memiliki faktor keturunan dan ada riwayat alergi (atopi). Serangan sesak napas pada penderita asma bervariasi, ada yang bersifat ringan hingga berat. Biasanya serangan sesak napas yang terjadi harus dipicu oleh sesuatu hal seperti paparan asap, debu, perubahan suhu, atau adanya infeksi di saluran pernapasan.

2. Alergi

Penyebab sesak nafas yang lainnya adalah adanya alergi. Bentuk alergi tidak hanya menunjukkan ruam merah atau gatal di seluruh tubuh. Pada beberapa orang, alergi dapat muncul dalam bentuk sesak napas. Sesak yang muncul pada penderita alergi dapat mengarah juga ke kondisi syok yang mengancam jiwa. Kondisi ini biasanya disertai keringat dingin, penurunan kesadaran dan turunnya tekanan darah. Sehingga, bagi kamu yang memiliki riwayat alergi, sebaiknya berhati-hati apabila muncul keluhan sulit bernapas.

3. Infeksi Saluran Pernapasan

Penyebab sesak nafas yang lainnya adalah dengan adanya infeksi saluran napas. Kondisi ini paling sering dialami oleh orang-orang yang gemar merokok, sering terpapar oleh asap atau polusi dan yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, misalnya pada orang yang sedang menjalani kemoterapi, HIV/AIDS, atau penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang.

Bronkitis, pneumonia, penyakit paru obstruksi kronik (PPOK), dan sinusitis adalah kondisi yang berkaitan dengan infeksi pada saluran pernapasan. Selain keluhan sulit bernapas, biasanya muncul gejala penyerta lainnya seperti demam, batuk pilek, dan nyeri dada.

4. Obesitas

Penyebab sesak nafas yang lainnya adalah orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Kelebihan lemak di sekitar perut dan dada dapat membuat paru-paru terhimpit sehingga jadi bekerja lebih keras untuk mengembang. Jantung pun harus bekerja lebih berat untuk memompa darah guna bisa melewati pembuluh darah yang tersumbat kolesterol.

5. Gangguan Hormon Tiroid

Penyebab sesak nafas yang lainnya adalah gangguan hormon tiroid. Ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh rupanya juga dapat menimbulkan masalah sering sesak napas. Baik kondisi hipertiroid dan hipotiroid, otot pernapasan menjadi lemah sehingga fungsi paru-paru menurun.

Selain sesak napas, pada kondisi hipertiroid biasanya disertai gejala peningkatan metabolisme tubuh seperti mudah berkeringat, sulit berkonsentrasi, rambut rontok, irama jantung tidak beraturan dan peningkatan tekanan darah. Sedangkan pada kondisi hipotiroid, disertai gejala mudah lelah, sering merasa kedinginan, sulit BAB, kondisi kulit yang kering, dan obesitas. Kurangnya pengetahuan tentang penyakit ini sering kali menyebabkan penanganannya terlambat, sehingga tak mengherankan apabila terjadi komplikasi tiroid yang dapat mengancam jiwa.

6. Masalah Jantung

Tak hanya gangguan pada fungsi paru saja. Masalah pada organ jantung bisa jadi penyebab sesak napas. Salah satunya adalah penyakit gagal jantung kongestif. Penyakit ini disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan yang terjadi pada pembuluh arteri koroner. Masalah jantung lainnya yang bisa menjadi penyebab sesak napas yaitu kardiomiopati, aritmia, maupun perikarditis.

7. Kecemasan

Penyebab sesak nafas yang lainnya adalah kecemasan. Saat kamu mengalami serangan panik atau kecemasan, tanpa disadari terjadi pola pernapasan yang cepat dan pendek. Akibatnya, kadar karbondioksida di dalam darah meningkat dan menyebabkan keluhan sesak napas yang disertai dengan rasa tidak nyaman di dada, kesemutan, nyeri dada, dan bibir kering.

Cara Menangani Susan Napas secara Mendadak

Ilustrasi Teh Hijau Credit: pexels.com/Alleksana
Ilustrasi Teh Hijau Credit: pexels.com/Alleksana

Ada sejumlah cara yang bisa kamu pelajari untuk mengatasi susah napas di rumah. Langkah-langkah berikut ini bisa membantu saluran udara menjadi lebih rileks. Sehingga, susah napas pun akan berkurang. Berikut ada beberapa cara mengatasi susah napas yang perlu kamu ketahui, diantaranya :

1. Bernapas Melalui Mulut

Bernapas melalui mulut merupakan cara sederhana dalam mengatasi susah napas tanpa obat. Langkah ini dapat membantu memperlambat laju pernapasan, sehingga membuat setiap napas menjadi lebih dalam. Ini sangat berguna jika sesak napas disebabkan oleh kecemasan.

Selain itu, cara ini membantu melepaskan oksigen yang terperangkap di paru-paru. kamu bisa melakukannya dengan langkah-langkah berikut ini.

a. Duduk tegak di kursi dengan bahu bersandar.

b. Buatlah otot leher, dan bahu menjadi rileks.

c. Tarik napas secara perlahan melalui hidung selama dua hitungan, dan jangan membuka mulut.

d. Kencangkan bibir, seolah kamu akan bersiul.

e. Lalu, keluarkan napas secara perlahan melalui mulut, sampai hitungan keempat.

f. Ulangi kembali, dan lakukan cara ini selama 10 menit.

2. Bernapas Dalam-dalam

Bernapas dalam-dalam melalui perut dapat membantu kamu mengatasi sesak napas. Lakukan dengan cara berikut ini.

a. Berbaringlah dan letakkan tangan di perut.

b. Tariklah napas secara dalam-dalam melalui hidung, dan tarik perut, hingga paru-paru terisi udara dengan penuh.

c. Tahanlah napas selama beberapa detik.

d. Lalu, keluarkan napas melalui mulut. Hal tersebut dapat mengosongkan udara di paru-paru dengan baik.

e. Ulangilah cara ini selama 5-10 menit.

3. Mengonsumsi Jahe Segar

Mengonsumsi jahe segar dengan menambahkan air hangat sebagai minuman, dapat membantu mengatasi susah napas, yang disebabkan oleh infeksi pernapasan. Sebuah studi telah menunjukkan, jahe efektif dalam memerangi virus yang menjadi penyebab umum infeksi saluran pernapasan. Tak hanya dapat diminum oleh orang dewasa, anak anak juga dapat mengonsumsi minuman jahe.

4. Menggunakan Kipas Angin

Dalam beberapa penelitian, penggunaan kipas angin untuk meniupkan udara ke hidung dan wajah, dapat mengurangi susah napas. Saat menghirup udara dari kipas angin, kamu mendapat banyak udara yang masuk. Ini terbukti menjadi cara yang efektif dalam mengurangi gangguan pernafasan tanpa obat obatan.

5. Melakukan Gaya Hidup Sehat

Dalam mengatasi susah napas, kamu juga harus melakukan perubahan dalam gaya hidup. Hal ini juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan pernapasan. Terdapat beberapa hal yang dapat kamu lakukan dalam melakukan gaya hidup sehat, di antaranya:

a. Berhenti merokok dan hindari asap tembakau.

b. Hindari paparan polusi, alergan maupun racun.

c. Turunkan berat badan jika kamukelebihan berat badan atau obesitas.

d. Rutin berolahraga untuk meningkatkan kebugaran.

e. Menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan yang baik, tidur dengan cukup, dan menemui dokter jika terdapat masalah kesehatan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel