7 Perbedaan Haji 2020 Saat Pandemi Corona COVID-10 dengan Biasanya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Mekkah - Kerajaan Arab Saudi terkena dampak parah dari Virus Corona (COVID-19). Pandemi ini berdampak ke ibadah haji 2020.

Berdasarkan data CoronaTracker, Rabu (29/7/2020), ada 270 ribu kasus di Arab Saudi. Mayoritas sudah dinyatakan sembuh, namun jumlah meninggal mencapai 2.789.

Kabar mengenai haji tahun ini menjadi simpang siur. Indonesia akhirnya membatalkan keberangkatan haji tahun ini.

Pemerintah Saudi memutuskan bahwa haji tahun ini jalan terus, akan tetapi peserta dibatas menjadi sekitar 1.000 saja. Selain itu, peserta haji juga harus pakai baju khusus.

Selengkapnya, berikut 7 perbedaan haji di musim pandemi seperti dirangkum dari AP News:

1. Jamaah Luar Negeri Tak Boleh Masuk

embuka Lomba Dakwah Haji dan Lomba Cerdas Tangkas Haji dan Umrah di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta. Sabtu (7/3/2020). (Foto:Liputan6/Istimewa)
embuka Lomba Dakwah Haji dan Lomba Cerdas Tangkas Haji dan Umrah di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta. Sabtu (7/3/2020). (Foto:Liputan6/Istimewa)

Arab Saudi memutuskan jamaah luar negeri tidak boleh masuk untuk ikut haji tahun ini. Meski demikian, warga asing yang sudah berada di dalam negeri boleh ikut.

Warga Saudi yang ikut haji juga merupakan petugas medis dan keamanan saja. Arab Saudi juga menyiagakan staf medis di area suci dan pelayanan kesehatannya gratis.

2. Ada Batas Usia

Sejumlah pria membakar dupa di sekitar Ka’bah, Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Minggu (26/7/2020). Karena pandemi COVID-19, Arab Saudi membatasi jumlah jemaah haji tahun ini hanya untuk sekitar 1.000 orang. (Saudi Ministry of Media via AP)
Sejumlah pria membakar dupa di sekitar Ka’bah, Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Minggu (26/7/2020). Karena pandemi COVID-19, Arab Saudi membatasi jumlah jemaah haji tahun ini hanya untuk sekitar 1.000 orang. (Saudi Ministry of Media via AP)

Batas usia peserta haji tahun ini adalah minimal 20 tahun, sementara usia maksimal adalah 50 tahun.

Mereka yang memiliki penyakit terminal tidak boleh ikut haji. Ini pun berlaku bagi peserta yang punya gejala-gejala virus corona.

3. Jamaah Wajib Ikut Tes Corona

Petugas medis menata sampel penumpang KRL Commuter Line saat tes swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Selasa, (5/5/2020). Pemkot Bekasi melakukan tes swab secara massal setelah tiga penumpang KRL dari Bogor terdeteksi virus corona. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Petugas medis menata sampel penumpang KRL Commuter Line saat tes swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Selasa, (5/5/2020). Pemkot Bekasi melakukan tes swab secara massal setelah tiga penumpang KRL dari Bogor terdeteksi virus corona. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Tidak memiliki gejala corona bukan berarti bisa langsung ikut haji. Pasalnya, virus corona bisa menular tanpa ada gejala.

Para peserta haji harus lebih dulu ikut tes corona. Lalu, mereka harus pakai gelang agar pergerakan mereka bisa dimonitor.

4. Pakai Baju Khusus

Seorang jamaah menyentuh Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Senin (27/7/2020). Karena pandemi COVID-19, Arab Saudi membatasi jumlah jemaah haji tahun ini hanya untuk sekitar 1.000 orang. (Saudi Ministry of Media via AP)
Seorang jamaah menyentuh Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Senin (27/7/2020). Karena pandemi COVID-19, Arab Saudi membatasi jumlah jemaah haji tahun ini hanya untuk sekitar 1.000 orang. (Saudi Ministry of Media via AP)

Selain pakai gelang khusus, para peserta haji juga harus menggunakan baju khusus yang bisa melawan bakteri.

Baju ini dilengkapi teknologi nano silver yang bisa membantu memberantas bakteri serta tahan air. Memakai baju ini tidak bisa melenyapkan corona, tetapi pihak Saudi berkata ini untuk berjaga-jaga, meski efeknya minimum.

5. Minum Air Zamzam di Botol Plastik

Sejumlah jemaah mengelilingi Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Minggu (26/7/2020). Karena pandemi COVID-19, Arab Saudi membatasi jumlah jemaah haji tahun ini hanya untuk sekitar 1.000 orang. (Saudi Ministry of Media via AP)
Sejumlah jemaah mengelilingi Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Minggu (26/7/2020). Karena pandemi COVID-19, Arab Saudi membatasi jumlah jemaah haji tahun ini hanya untuk sekitar 1.000 orang. (Saudi Ministry of Media via AP)

Tahun ini, jamaah hanya boleh minum air zamzam dari botol plastik yang disediakan pemerintah Arab Saudi.

Pemerintah Saudi juga mensterilkan kerikil untuk melempar batu jumrah. Jamaah bisa mendapat kerikil yang sudah lebih dahulu disiapkan tanpa perlu mencari lagi.

6. Diberikan Sajadah

Jemaah berdoa di sekitar Ka'bah, Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Minggu (26/7/2020). Karena pandemi COVID-19, Arab Saudi membatasi jumlah jemaah haji tahun ini hanya untuk sekitar 1.000 orang. (Saudi Ministry of Media via AP)
Jemaah berdoa di sekitar Ka'bah, Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Minggu (26/7/2020). Karena pandemi COVID-19, Arab Saudi membatasi jumlah jemaah haji tahun ini hanya untuk sekitar 1.000 orang. (Saudi Ministry of Media via AP)

Para jamaah juga akan diberikan sajadah masing-masing.

Untuk menjaga social distancing, Arab Saudi juga membagikan kelompok menjadi 20 orang saat salat.

7. Usai Haji Harus Karantina

Seorang pria membakar dupa di sekitar Ka’bah, Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Minggu (26/7/2020). Karena pandemi COVID-19, Arab Saudi membatasi jumlah jemaah haji tahun ini hanya untuk sekitar 1.000 orang. (Saudi Ministry of Media via AP)
Seorang pria membakar dupa di sekitar Ka’bah, Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Minggu (26/7/2020). Karena pandemi COVID-19, Arab Saudi membatasi jumlah jemaah haji tahun ini hanya untuk sekitar 1.000 orang. (Saudi Ministry of Media via AP)

Sebelum ibadah, jamaah haji harus mengisolasi diri di kamar hotelnya. Mereka juga makan sendiri di kamar dengan paket hidangan yang disediakan.

Setelah beres melaksanakan ibadah haji, jamaah diminta untuk kembali karantina di rumah masing-masing selama satu minggu.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: