7 Perjalanan Karier Apriyani Rahayu, Pernah Raih Kemenangan di Tengah Kabar Ibunda Wafat

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Cabang olahraga bulu tangkis di Olimpiade Tokyo 2020 cetak sejarah baru untuk Indonesia, setelah Greysia Polii dan Apriyani Rahayu tundukkan lawannya dari China di final Olimpiade Tokyo 2020. Pencapaian medali emas tersebut disebut merupakan hadiah terindah HUT RI ke-76 pada 17 Agustus 2021 mendatang.

Kesuksesan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu di dunia bulu tangkis tentunya tak lepas dari kerja keras dan semangat keduanya. Pasangan ganda putri Indonesia ini punya cerita perjuangan sendiri sebelum sampai pada titik menjadi juara Olimpiade Tokyo 2020.

Cerita Greysia Polii yang sempat ingin mundur dan berhenti menjadi atlet sampai perjuangan Apriyani Rahayu bermula dari menggunakan raket kayu untuk berlatih bulu tangkis memang bikin salut.

Apriyani Rahayu merupakan salah atlet bulu tangkis Indonesia yang sukses bikin bangga usai berhasil raih medali emas dengan Greysia Polii. Ternyata altet berusia 23 tahun ini sudah melewati perjuangan yang cukup panjang yang jarang diketahui oleh banyak orang.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cerita perjalanan karier Apriyani Rahayu di dunia bulu tangkis, Selasa (3/8/2021).

1. Berawal dari Hobi

Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, akhirnya melaju ke semifinal Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: AP/Dita Alangkara)
Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, akhirnya melaju ke semifinal Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: AP/Dita Alangkara)

Kisah perjuangan Apriyani Rahayu di dunia bulu tangkis bikin salut masyarakat Indonesia usia dirinya berhasil menyabet medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. Melalui kanal YouTube Indosportdotcom Apriyani menuturkan jika dirinya bisa sampai di titik saat ini berawal dari hobi bermain bulu tangkis dan dapat dukungan dari orang tua.

“Saya main bulu tangkis saya hobi, saya suka dan ada support dari keluarga, dari mama papa.” Kata Apriyani di kanal YouTube Indosportdotcom pada 26 April 2020.

Ibu Apriyani Rahayu saat itu hanya seorang ibu rumah tangga dan sang ayah merupakan seorang PNS dan menyambi menjadi seorang petani.

“Omande (Mama) pekerjaannya ibu rumah tangga, Opande (papa) PNS tapi sebagian juga petani juga.” Tutur Apriyani.

2. Sang Ibu Sempat Tak Mau Melepas Apriyani

Pasangan Indonesia, Greysia Polii (kiri) dan Apriyani Rahayu merayakan kemenangan setelah melawan pasangan China Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan dalam pertandingan medali emas ganda putri pada Olimpiade Musim Panas 2020, Senin, 2 Agustus 2021, di Tokyo, Jepang. (AP Photo/Markus Schreiber)
Pasangan Indonesia, Greysia Polii (kiri) dan Apriyani Rahayu merayakan kemenangan setelah melawan pasangan China Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan dalam pertandingan medali emas ganda putri pada Olimpiade Musim Panas 2020, Senin, 2 Agustus 2021, di Tokyo, Jepang. (AP Photo/Markus Schreiber)

Kesukaan Apriyani Rahayu dengan bulu tangkis memang sudah terlihat sejak kecil, sejak dirinya masih berusia 9 tahun. Bahkan atlet berusia 23 tahun ini menuturkan jika sang ibu sempat tak mau melepaskannya kemana pun karena tak ingin jauh.

“Omande (mama) itu tidak mau melepas saya, kemanapun saya pergi. Pas saya ke Makassar, udah sempat ke Makassar kan waktu itu, terus ke Jakarta kan waktu Porseni juga ke Jakarta mama saya ikut.” Kata Apriyani.

3. Pernah Gadai Perhiasan Demi Raket

Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, akhirnya memastikan satu tempat di laga final Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: AP/Markus Schreiber)
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, akhirnya memastikan satu tempat di laga final Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: AP/Markus Schreiber)

Ganda puteri andalan Indonesia Apriyani Rahayu terlahir bukan dari keluarga yang berkecukupan, namun perjuangan patut dibanggakan karena tak pernah menyerah untuk terus meraih mimpinya menjadi seorang atlet hebat.

Cerita Apriyani pernah menjual sayur, gadai perhiasan, hingga menggunakan raket kayu memang sudah sampai ke telinga masyarakat Indonesia. Hal tersebut juga pernah ia tuturkan di kanal YouTube Indosportdotcom pada 2020 lalu.

“Kalau gadai perhiasan memang betul, karena saat itu sempat saya ingat banget, saya masih umur berapa, saya masih kecil pokoknya. Di depan rumah itu kan halamannya lumayan besar, disamping rumah saya, tetangga saya itu laki-laki, nah dia juga senang bulu tangkis, karena saya gak ada raket, saya pakai raket kayu dibuatin sama papa, bener-bener dibuat dari kayu. Jadi disitu main aja berdua sama anak cowok itu.” Kenang Apriyani.

“Kock nya pun juga kock yang udah rusak banget, enggak papa main dan main, enak aja sampai sore sampai keringetan. Jadi gak ada mikir sampai kesini (sampai menjadi atlet).” Tambah partner Greysia Polii itu.

4. Pernah Diremehkan

Hasil ini menjadi catatan sejarah bagi ganda putri Indonesia karena untuk pertama kalinya berhasil lolos ke final Olimpiade. (Foto: AP/Dita Alangkara)
Hasil ini menjadi catatan sejarah bagi ganda putri Indonesia karena untuk pertama kalinya berhasil lolos ke final Olimpiade. (Foto: AP/Dita Alangkara)

Mendapatkan cacian hingga diremehkan oleh orang lain memang pernah dihadapi oleh banyak orang, tak terkecuali Apriyani Rahayu. Atlet kelahiran Sulawes Tenggara ini sempat dipandang sebelah mata karena memiliki postur tubuh yang pendek.

“Waktu itu dibilang postur saya pendeklah, gak mungkin lah ini Apri jadi pemain, orang pendek.” Kata Apriyani.

“Banyak yang menyebut seperti itu, tapi papa sama mama saya bilang terus jalan.” Tambah Apriyani Rahayu.

5. Pernah Menjual Sayur

Perjalanan Apriyani Rahayu. (Sumber: Instagram.com/r.apriyanig)
Perjalanan Apriyani Rahayu. (Sumber: Instagram.com/r.apriyanig)

Selain pernah gadai perhiasan, atlet muda andalan Indonesia ini juga pernah menjual sayur untuk menambah uang jajannya. Kegigihan dan semangat Apriyani Rahayu memang sudah terlihat sejak kecil hingga kini dirinya selalu semangat ketika hadapi lawan di lapangan bulu tangkis.

“Di rumah itu ada, apa, Mama saya itu suka tanam-tanam cabai rawit, tanam-tanam sayur kaya gitu-gitu, jagung. Nah itu di belakang rumah kan luas tu, dipetik-petikin sama Mama saya terus diiket, terus Mama saya bilang gini Ani, “kan kau tidak ada uang jajan, ini kau pergi jual ini sayur” jadi gitu.” Ungkap atlet berusia 23 tahun itu.

6. Sempat Tidak Diterima

Perjalanan Apriyani Rahayu. (Sumber: Instagram.com/r.apriyanig)
Perjalanan Apriyani Rahayu. (Sumber: Instagram.com/r.apriyanig)

Perjuangan Apriyani Rahayu tak sampai disitu, saat bertolak ke Jakarta ia sempat ditolak oleh Icuk Sugiarto. Apriyani pun menceritakan dengan detail setiap detail langkahnya saat sampai di Jakarta.

“Saya ke Jakarta, pas ke Jakarta, saya sama pengurus saya yang merhatiin saya. Kan gini ceritanya, pengurus saya ini punya teman, punya teman di Jakarta. Pengurus saya ini namanya pak Akib. Pak Akib punya teman namanya pak Yuslan. Kerja enggak tau kerja di mana, temenan sama om Icuk Sugiarto, jadi pak Yuslan mengusulkan lah.” Tutur Apriyani.

“Sempat tidak diterima, tetapi pengurus saya pak Akib meminta, memohon untuk bisa diterima. Coba lihat dulu anak ini selama 3 bulan. Kalau dia ada kenaikan, ada perkembangan, dia boleh masuk.” Tambah Apriyani.

“Dan sudah dijelaskan sama Pak Akib, mas Icuk ini anaknya orang biasa, orang gak berada, dia gak bisa bayar selama selama latihan disini. Setelah 3 bulan, ada perkembangan 3 bulan itu, pada akhirnya saya kaya gratis Latihan, gratis nyuci.” Tutup Apriyani.

7. Ibunda Meninggal Dunia Saat Berlaga

Perjalanan Apriyani Rahayu. (Sumber: Instagram.com/r.apriyanig)
Perjalanan Apriyani Rahayu. (Sumber: Instagram.com/r.apriyanig)

Kesuksesan Apriyani di dunia bulu tangkis dan menjadi atlet andalan Indonesia tentunya tak lepas dari perjuangan dan doa orang tuanya. Sang ibu, Siti Jauhar bekerja keras untuk membelikan Apriyani raket dan shuttlecock yang layak untuk buah hatinya.

Tak hanya itu, Apriyani juga punya kisah pilu di mana ia harus menerima kabar bahwa sang ibunda meninggal dunia saat ia bertanding.

“Ibu Siti Jauhar meninggal saat Apriyani berusia 16 tahun. Saat itu, Apriyani sedang berlaga pada satu kejuaraan junior di Lima, Peru. Mendengar kabar ibunya meninggal, Apriyani keluar lapangan sebentar. Lalu dia kembali ke lapangan, bertarung habis-habisan, dan menjadi juara.” Tulis pemilik akun Twitter @ainurohman pada (2/8/2021).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel