7 Pernyataan dan Harapan Jokowi Terkait Pembangunan Tol Langit Palapa Ring

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut selama lima tahun ke belakang, pemerintah berupaya membangun konektivitas nasional. Salah satunya adalah berfokus pada digital dengan membangun tol langit.

Tol langit yang dimaksud adalah Palapa Ring yang bertujuan menghubungkan seluruh pelosok Indonesia melalui jaringan telekomunikasi.

"Kita juga membangun konektivitas digital yang menghubungkan seluruh pelosok nusantara melalui tol langit. Semua ini bukan hanya untuk kepentingan ekonomi semata, bukan," kata Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Peluncuran Program Konektivitas Digital 2021 dan Prangko Seri Gerakan Vaksinasi Covid-19 dari Istana Negara Jakarta, Jumat (26/2/2021).

Jokowi menilai pentingnya keberadaan tol langit Palapa Ring untuk mempercepat pelayanan pendidikan, mempercepat pelayanan kesehatan, dan mendukung sinergi budaya nusantara.

"Tentu saja untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan kita sebagai sebuah bangsa besar," tutur Jokowi.

Meski begitu, Jokowi menegaskan, transformasi digital tidak hanya untuk menguntungkan pihak luar, tetapi juga harus mampu mendorong tingkat komponen dalam negeri, pemakaian produk-produk dalam negeri, dan mendorong penguasaan teknologi digital mutakhir oleh semua anak bangsa.

Berikut sejumlah pernyataan Jokowi terkait pembangunan tol langit Palapa Ring dihimpun Liputan6.com:

Bukan Hanya untuk Kepentingan Ekonomi

Presiden Jokowi saat meninjau kawasan food estate di Kabupaten Sumba Tengah, NTT. (dok: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi saat meninjau kawasan food estate di Kabupaten Sumba Tengah, NTT. (dok: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan selama lima tahun terakhir, pemerintah terus berupaya membangun konektivitas nasional, yang salah satunya juga berfokus pada digital dengan membangun tol langit.

Adapun pembangunan tol langit tersebut merujuk pada Palapa Ring agar bisa menghubungkan seluruh pelosok Indonesia melalui jaringan telekomunikasi.

Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Peluncuran Program Konektivitas Digital 2021 dan Prangko Seri Gerakan Vaksinasi Covid-19 dari Istana Negara Jakarta, Jumat (26/2/2021).

"Kita juga membangun konektivitas digital yang menghubungkan seluruh pelosok nusantara melalui tol langit. Semua ini bukan hanya untuk kepentingan ekonomi semata, bukan," kata Jokowi.

Dia memandang keberadaan tol langit di Indonesia penting. Pasalnya, kehadirannya dapat mempercepat pelayanan pendidikan, mempercepat pelayanan kesehatan, dan mendukung sinergi budaya nusantara.

"Tentu saja untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan kita sebagai sebuah bangsa besar," tutur Jokowi.

Siapkan Beberapa Program

Presiden Jokowi bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau kawasan food estate di NTT (dok: PUPR)
Presiden Jokowi bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau kawasan food estate di NTT (dok: PUPR)

Jokowi mengatakan, pembangunan konektivitas digital dan talent digital telah diupayakan pemerintah melalui berbagai program.

Misalnya, penyediaan kapasitas satelit multifungsi pemerintah satria, pembangunan menara-menara Base Transceiver Station (BTS), program digital talent scholarship, dan gerakan nasional literasi digital.

"Saya mengapresiasi semua pihak terutama Kemenkominfo yang telah bekerja keras untuk itu," kata dia.

Jangan Hanya Untungkan Pihak Luar

Presiden Joko Widodo memperlihatkan senyumnya saat tiba di kediaman calon mempelai wanita, Selvi Ananda, Jawa Tengah, Selasa (9/6/2015). Jokowi bersama keluarga akan melakukan lamaran kepada keluarga Selvi Ananda. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Presiden Joko Widodo memperlihatkan senyumnya saat tiba di kediaman calon mempelai wanita, Selvi Ananda, Jawa Tengah, Selasa (9/6/2015). Jokowi bersama keluarga akan melakukan lamaran kepada keluarga Selvi Ananda. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Dengan adanya pembangunan Tol Langit, Jokowi berharap upaya ini tidak hanya menguntungkan pihak luar saja.

"Kita harus memastikan transformasi digital jangan hanya menguntungkan pihak luar, jangan hanya menambah impror, ini yang selalu saya tekankan. Kedaulatan dan kemandirian digital harus menjadi prinsip penting dalam transformasi digital kita," kata Jokowi.

Harus Mampu Tingkatkan Kemampuan Dalam Negeri

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (23/2/2021). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (23/2/2021). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Menurut Jokowi, transformasi digital harus mendorong tingkat komponen dalam negeri, pemakaian produk-produk dalam negeri, dan mendorong penguasaan teknologi digital mutakhir oleh semua anak bangsa.

Kendati begitu, Jokowi mengingatkan kedaulatan dan kemandirian digital ini bukan berarti Indonesia bangsa yang proteksionisme.

"Kita bukan bangsa yang menyukai proteksionisme, karena sejarah membuktikan proteksionisme justru merugikan tetapi kita juga tidak boleh menjadi korban unfair practices dari raksasa digital dunia," kata Jokowi.

Jadi Solusi Semua Pihak

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sambutan secara virtual peringatan HUT ke-56 Partai Golkar menyebut, pandemi COVID-19 membuat kontraksi ekonomi di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia, Sabtu (24/10/2020). (Biro Sekretariat Presiden/Kris)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sambutan secara virtual peringatan HUT ke-56 Partai Golkar menyebut, pandemi COVID-19 membuat kontraksi ekonomi di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia, Sabtu (24/10/2020). (Biro Sekretariat Presiden/Kris)

Jokowi menegaskan bahwa transformasi digital harus menjadi win win solution bagi semua pihak.

Dia berharap program konektivitas digital 2021 dapat menghubungkan Indonesia dengan teknologi baru.

"Saya berharap program konektivitas digital 2021 menjadi momen penting yang bisa menghubungkan Indonesia dengan tekonologi baru, dengan pola pikir, dengan mindset baru, dengan kesempatan bisnis globar baru dan masa depan baru menuju Indonesia maju," kata Jokowi.

Tingkatkan Utilitas Palapa Ring di Indonesia Timur dan Tengah

Presiden Jokowi saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Australia secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Sabtu (14/11/2020). (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Australia secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Sabtu (14/11/2020). (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jokowi pun meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meningkatkan utilitas Palapa Ring. Khususnya, di wilayah Indonesia Timur dan Tengah yang saat ini masih 20 persen.

"Utilitassi Palapa Ring harus ditingkatkan, jangan hanya 50 persen saja. Utilitassi di Indonesia Tengah dan Timur yang masih 20 persen, harus digenjot terus," terang dia.

Mampu Terkoneksi ke Rumah Tangga

Presiden Jokowi resmi lantik Ahmad Riza Patria jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. (Istimewa)
Presiden Jokowi resmi lantik Ahmad Riza Patria jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. (Istimewa)

Selain itu, Jokowi juga meminta Menkominfo Johnny G.Plate memastikan agar Palapa Ring tidak hanya berhenti sebagai saluran atau koneksi.

Jokowi ingin Palapa Ring juga terkoneksi ke rumah tangga sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat.

"Harus tersambung ke rumah tangga agar investasi besar di palapa ring segera bisa dimanfaatkan seluruh rakyat kita dan sangat dibutuhkan dalam masa pandemi seperti sekarang ini," tutup Jokowi.

(Dinda Permata)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: