7 Pertandingan di Pentas Eropa Saat Manchester United Meraih Kemenangan Fantastis (Part 1)

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Manchester United lagi-lagi menelan kekalahan memalukan. Terbaru dari Istanbul Basekhir di matchday ketiga Grup H Liga Champions 2020/21. Kekalahan yang membuat pasukan The Reds Devils ramai-ramai dikritik dari berbagai pihak.

Manchester United yang mulanya memulai laga di grup yang disebut sebagai grup neraka tersebut dengan sangat baik. Finalis musim lalu Paris Saint-Germain dan semifinalis musim lalu RB Leipzig berhasil dikalahkan, bahkan Leipzig sampai dibantai 5-0.

Namun, keperkasaan United di Liga Champions secara mengejutkan malah dihentikan oleh Istanbul Basekhir. Klub yang bahkan dianggap sebagai klub paling lemah, karena kalah kualitas skuad dari klub-klub lainnya.

Pertandingan tersebut meneruskan tren negatif United setelah sebelumnya kalah dari Arsenal di Premier League. Namun, berkaca pada tahun-tahun sebelumnya Manchester United nampaknya bisa kembali percaya diri di Liga Champions.

Manchester United selama bertahun-tahun selalu memiliki momen menyenangkan di Liga Champions, termasuk ketika menjadi juara tiga kali di ajang Eropa tersebut. Setidaknya dilansir The Sun, ada tujuh kemenangan yang bisa dikenang pasukan The Reds Devils.

Apa saja kemenangan fantastis tersebut?

Manchester United vs Bayern Munchen, 1999

Manchester United 1999 (Bola.com/Adreanus Titus)
Manchester United 1999 (Bola.com/Adreanus Titus)

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer seharusnya tahu bagaimana caranya mencetak gol ketika timnya tersudutkan. Hal yang pernah dilakukannya ketika masih menjadi pemain United dengan mencetak gol kemenangan timnya di final Liga Champions 1998/99.

Pertandingan ini bisa dikatakan sebagai salah satu final paling dramatis yang pernah ada. Manchester United yang diragukan tampil memuaskan karena absennya Roy Keane serta Paul Scholes, kekalahan pun nampak begitu nyata untuk United setelah tertinggal 1-0 hingga 90 menit pertandingan.

Setelahnya magis sepak bola pun terjadi di laga ini, ketika Sheringham berhasil mengonversi kemelut di depan gawang menjadi gol penyama di menit ke 90 lebih 36 detik. Dua menit setelahnya United yang tadinya berada di ujung tanduk malah berbalik bergembira ketika Solskjaer mencetak gol kemenangan untuk Manchester United.

Manchester United vs Barcelona, 1991

Suasana di luar kandang Manchester United (MU), Old Trafford. (AFP/Oli Scarff)
Suasana di luar kandang Manchester United (MU), Old Trafford. (AFP/Oli Scarff)

Tahun 1991 menjadi akhir penantian panjang Manchester United untuk menjadi juara di kompetisi teratas Eropa. Lawannya kala itu adalah Barcelona yang dihuni banyak pemain bintang seperti Ronald Koeman, Michael Laudrup hingga Julio Salinas.

Manchester United yang menjadi underdog di laga ini pun tampil tanpa rasa takut melawan tim bertabur bintang Barcelona. Setelah berjalan ketat di babak pertama, kapten Manchester United Mark Hughes, berhasil menyudutkan Barcelona lewat dua golnya di menit 67 dan 74.

Barcelona pun gagal bangkit setelah hanya mampu membalas sekali lewat tendangan bebas Ronald Koeman di 10 menit akhir pertandingan. Akhirnya 23 tahun penantian trofi Eropa pun berakhir dan United menjadi juara di tahun tersebut.

PSG vs Manchester United, 2019

Selebrasi kemenangan pemain Man United pada leg kedua, babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung di Stadion Parc des Princes, Paris, Kamis (7/3). Man United menang 3-1 atas PSG. (AFP/ Van Der Hasselt)
Selebrasi kemenangan pemain Man United pada leg kedua, babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung di Stadion Parc des Princes, Paris, Kamis (7/3). Man United menang 3-1 atas PSG. (AFP/ Van Der Hasselt)

Manchester United menjalani babak 16 besar Liga Champions 2018/19 dengan tantangan yang besar. Setelah hanya mampu finish di posisi kedua Grup H di bawah Juventus, United harus bertemu dengan Paris Saint-Germain yang menjadi pemuncak di Grup C.

Leg pertamanya berjalan sangat buruk, karena United kalah 0-2 di Old Trafford. Misi sulit pun dilakukan ketika bertamu di leg kedua, karena sebelumnya belum ada tim yang mampu bangkit setelah kalah 0-2 di kandang.

Namun, dua gol dari Romelu Lukaku di babak pertama memberikan angin segar untuk United. Puncaknya di babak injury time, Manchester United mendapatkan penalti ketika pemain PSG melakukan handball. Marcus Rashford yang menjadi algojo selanjutnya sukses membawa United melaju ke babak selanjutnya.

Juventus vs Manchester United, 1999

Ilustrasi logo Manchester United (Business of Soccer)
Ilustrasi logo Manchester United (Business of Soccer)

Sebelum menjalankan partai final yang dramatis, Manchester United telah melalui rintangan yang begitu berat. Salah satunya ketika melewati hadangan dari Juventus yang diisi pemain-pemain terbaik dunia macam Zinedine Zidane dan Filipo Inzaghi.

Di Old Trafford, United gagal menang setelah hanya meraih hasil imbang 1-1. Selanjutnya menang di Turin pun menjadi harga mati untuk tim asuhan Sir Alex Ferguson. Namun, menit awal pertandingan berjalan begitu buruk untuk United.

Pertandingan baru berjalan 11 menit, United telah ketinggalan 2-0 lewat dua gol Inzaghi. Beruntung di sisa babak pertama United berhasil menyamakan kedudukan lewat Roy Keane dan Dwight Yorke. Menit ke-83, United akhirnya bersorak kembali setelah Andy Cole mencetak gol kemenangan tim berkat chemistry-nya bersama Dwight Yorke di laga tersebut.

Sumber asli: The Sun

Disadur dari: Bola.net (Muhamad Raka Saputra/Asad Arifin, Published 06/11/2020)

Saksikan Video Pilihan Kami: