7 Pesepak Bola Legendaris yang Menjadi Saksi Hidup Perjalanan Timnas Indonesia

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia memang minim prestasi dan mengalami pasang surut momen dalam beberapa tahun terakhir. Kendati demikian, timnas pernah memiliki julukan Macan Asia di masa lalu karena memiliki pemain-pemain yang telah jadi legenda saat ini.

Sejarah mencatat, prestasi terbaik Timnas Indonesia terakhir terjadi pada 1991 saat Tim Merah-Putih memenangi gelar SEA Games. Gelar bergengsi kedua di kawasan Asia Tenggara serupa setelah 1987.

Lepas dari itu, Timnas Indonesia sempat menciptakan sensasi hampir lolos ke Piala Dunia 1986. Tim Garuda gagal melangkah ke Meksiko setelah dipecundangi Korea Selatan di babak akhir kualifikasi zona Asia. Di tahun yang sama Timnas Indonesia sukses menembus semifinal Asian Games.

Dengan kata lain jangan pernah meremehkan Timnas Indonesia, sekalipun seringkali tak dinaungi keberuntungan dalam hal raihan trofi.

Sepanjang sejarah sepak bola Indonesia, berikut ini tujuh pemain legendaris Timnas Indonesia versi situs 90min. Nama-nama yang muncul bisa diperdebatkan, tapi jika melihat koleksi prestasinya mereka pantas disebut legenda.

Bambang Pamungkas

Bambang Pamungkas, Timnas Indonesia (AFP/Bay Ismoyo)
Bambang Pamungkas, Timnas Indonesia (AFP/Bay Ismoyo)

Legenda Indonesia dan Persija Jakarta. Bepe atau Bambang Pamungkas masih bermain saat ini pada usia 39 tahun. Bepe menorehkan 85 caps dan 37 gol untuk Timnas Indonesia.

Prestasi terbaik di Timnas adalah saat membawa negara menjadi runner-up Piala AFF 2002 (masih bernama Piala Tiger). Bepe juga menjadi penyerang tertajam dengan torehan delapan gol dari enam laga. Ikon Macan Kemayoran terkenal dengan kemampuannya dalam menanduk bola dan striker oportunis.

Boaz Solossa

Kapten Timnas Indonesia, Boaz Solossa merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Malaysia dalam laga uji coba di Stadion Manahan, Solo, Selasa (6/9/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Kapten Timnas Indonesia, Boaz Solossa merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Malaysia dalam laga uji coba di Stadion Manahan, Solo, Selasa (6/9/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Piala Tiger 2004 menjadi ajang Boaz Solossa kala mengenalkan dirinya kepada pecinta sepak bola Indonesia. Duetnya bersama Ilham Jaya Kesuma sangat mengerikan kala itu. Boaz masih bermain saat ini untuk Persipura Jayapura di usia 33 tahun.

Kala masih prima dan berjaya, Boaz merupakan striker yang disegani di Asia karena cepat, lincah, berbahaya, dan tajam mencetak gol.

Peri Sandria

Legenda Sepakbola Indonesia yang juga merupakan Top Skor Liga Dunhill 1994/1995, Peri Sandria saat diwawancara Bola.com yang berlangsung Selasa (01/07/2017), bertempat di kediamannya daerah Kebagusan, Jakarta, (Bola.com/Reza Bachtiar)
Legenda Sepakbola Indonesia yang juga merupakan Top Skor Liga Dunhill 1994/1995, Peri Sandria saat diwawancara Bola.com yang berlangsung Selasa (01/07/2017), bertempat di kediamannya daerah Kebagusan, Jakarta, (Bola.com/Reza Bachtiar)

Mantan penyerang tajam dan berbahaya Indonesia pada medio akhir 80-an dan pertengah 90-an. Peri Sandria pernah memecahkan rekor gol terbanyak Liga Indonesia sebanyak 34 gol sebelum dipecahkan Sylvano Comvalius.

Bersama eks pelatih Timnas Indonesia, Anatoli Polosin, Peri pernah berjaya mengantarkan Indonesia meraih medali emas di Sea Games 1991.

Robby Darwis

Barisan para Kapten Timnas Indonesia dari kiri, Ponaryo Astaman, Bima Sakti, Robby Darwis, Bambang Pamungkas, Firman Utina saat berfoto sebelum mengikuti Kongres Tahunan PSSI 2017 di Bandung, (8/1/2017). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Barisan para Kapten Timnas Indonesia dari kiri, Ponaryo Astaman, Bima Sakti, Robby Darwis, Bambang Pamungkas, Firman Utina saat berfoto sebelum mengikuti Kongres Tahunan PSSI 2017 di Bandung, (8/1/2017). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Mantan bek tangguh di era kejayaannya. Roby Darwis bermain pada periode 1987-1998, memiliki postur tubuh ideal dan jago dalam duel satu lawan satu. Selain dikenal sebagai legenda Indonesia, Roby Darwis juga legenda bagi Persib Bandung.

Kurniawan Dwi Yulianto

Staf pelatih Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, saat sesi latihan di Stadion Wibawa Mukti, Jawa Barat, Jumat (02/11/2018). Latihan tersebut dalam rangka persiapan jelang laga Piala AFF 2018.  (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Staf pelatih Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, saat sesi latihan di Stadion Wibawa Mukti, Jawa Barat, Jumat (02/11/2018). Latihan tersebut dalam rangka persiapan jelang laga Piala AFF 2018. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bagian dari Sampdoria Primavera - proyek kerja sama PSSI dengan Italia - pada tahun 1993. Kurniawan Dwi Yulianto telah menekuni kariernya sejak berusia 17 tahun. Sampdoria dan Luzern merupakan dua klub Eropa yang pernah diperkuat Si Kurus - julukan Kurniawan.

Jumlah gol Kurniawan di Timnas Indonesia hanya kalah dari Bambang Pamungkas. Kurniawan menorehkan 33 gol dari 58 caps dengan Tim Merah Putih.

Fakhri Husaini

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini. (Bola.com/Yoppy Renato)
Pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini. (Bola.com/Yoppy Renato)

Mantan playmaker Timnas Indonesia. Fakhri Husaini bermain pada medio 90-an dan memiliki kemampuan baik mengoper bola dengan kedua kakinya. Fakhri juga pernah dilatih Henk Wullem, eks pelatih Timnas Indonesia.

Saat ini, Fakhri Husaini menjadi pelatih Timnas Indonesia U-19 dan coba menularkan pengalamannya kepada pemain-pemain muda.

Aji Santoso

Aji Santoso, pelatih timnas U-23 Indonesia
Aji Santoso, pelatih timnas U-23 Indonesia

Mantan bek kiri terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Aji Santoso memiliki kecepatan, hebat dalam melakukan umpan silang, serta stamina yang sangat bagus. Aji Santoso kini menekuni karier kepelatihan dan memperkua Timnas pada medio 1990-an.

Sumber: 90min

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini