7 Potret Nyeleneh Orang Koleksi Nyamuk Mati, Ada yang Sampai Bikin Komik

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Nyamuk menjadi salah satu hewan yang kerap mengigit manusia. Baik itu di area terbuka hingga di dalam rumah. Akibat dari gigitan nyamuk ini pun ada begitu banyak macamnya, seperti penyakit malaria, demam berdarah hingga kaki gajah.

Maka dari itu, banyak orang menyemprotkan pembasmi nyamuk hingga membakar obat nyamuk saat di dalam rumah agar terhindar dari gigitan nyamuk tersebut. Kocaknya, selain dibasmi ada pula yang mengkoleksi bangkai nyamuk ini.

Ada yang ditempelkan pada buku layaknya perangko, sampai ada yang bikin sebuah sketsa seperti komik. Berikut 7 potret nyeleneh orang koleksi nyamuk mati yang Liputan6.com kutip dari berbagai sumber, Rabu (27/10/2021)

1. Nyamuknya diabsen seperti penyebab kematiannya

Koleksi mayat nyamuk (Sumber: Twitter/bertanyarl)
Koleksi mayat nyamuk (Sumber: Twitter/bertanyarl)

2. Udah kayak koleksi perangko saja nih

Koleksi mayat nyamuk (Sumber: Twitter/bertanyarl)
Koleksi mayat nyamuk (Sumber: Twitter/bertanyarl)

3. Ternyatanya mayat nyamuk ini memiliki nama, jangan-jangan malah dipelihara

Koleksi mayat nyamuk (Sumber: Twitter/bertanyarl)
Koleksi mayat nyamuk (Sumber: Twitter/bertanyarl)

4. Uniknya, sampai ada yang bikin sketsa menggunakan mayat nyamuk ini

Koleksi mayat nyamuk (Sumber: Facebook/NuLi)
Koleksi mayat nyamuk (Sumber: Facebook/NuLi)

5. Hal ini dilakukan oleh netizen Facebook bernama NuLi

Koleksi mayat nyamuk (Sumber: Facebook/NuLi)
Koleksi mayat nyamuk (Sumber: Facebook/NuLi)

6. Melihat hasilnya, banyak orang sebut sebagai sebuah karya

Koleksi mayat nyamuk (Sumber: Facebook/NuLi)
Koleksi mayat nyamuk (Sumber: Facebook/NuLi)

7. Sketsa ini pun banyak yang dibuat kocak dengan mayat nyamuk

Koleksi mayat nyamuk (Sumber: Facebook/NuLi)
Koleksi mayat nyamuk (Sumber: Facebook/NuLi)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel