7 Potret Pohon Seram Bikin Merinding, Menyerupai Muka Manusia

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Pohon yang berusia ratusan tahun, memiliki dahan yang rimbun dan tumbuh di area yang sepi terkadang disebut sebagai pohon angker. Banyak orang pun menganggap, pohon yang terlihat menyeramkan memiliki seorang penuggu berupa makhluk gaib.

Kenyataannya memang masih banyak orang mempercayainya di beberapa daerah. Selain itu, cukup banyak pohon yang memiliki bentuk tidak biasa, seperti membentuk muka layaknya manusia hingga bentuk seorang bayi.

Potret bentuk pohon seram ini pun banyak dibagikan dalam media sosial Instagram dan jadi banyak perbincangan. Bagi orang penakut, melihatnya saat malam hari, tentu akan ketakutan dan lari terbirit-birit.

Berikut 7 potret pohon seram yang Liputan6.com kutip dari berbagai sumber, Kamis (14/10/2021).

1. Bikin takut, batang pohon ini membentuk persis seperti seorang bayi yang terjerat pohon

Pohon seram (Sumber: scaryforkids)
Pohon seram (Sumber: scaryforkids)

2. Batang pohon ini bentuknya mirip muka manusia lengkap dengan rambut, mata, hidung hingga mulut

Pohon seram (Sumber: scaryforkids)
Pohon seram (Sumber: scaryforkids)

3. Melihat pohon ini saat malah hari dan diterangi lampu kendaraan pasti langsung kaget seperti akan dimakan oleh pohon yang memiliki gigi

Pohon seram (Sumber: scaryforkids)
Pohon seram (Sumber: scaryforkids)

4. Serasa diawasi terus oleh pohonnya

Pohon seram (Sumber: scaryforkids)
Pohon seram (Sumber: scaryforkids)

5. Kebanyakan pohon yang sudah berusia puluhan hingga ratusan tahun memang penampilannya seram

Pohon seram (Sumber: scaryforkids)
Pohon seram (Sumber: scaryforkids)

6. Tidak sedikit bentuknya pun mulai aneh dan bikin seram

Pohon seram (Sumber: scaryforkids)
Pohon seram (Sumber: scaryforkids)

7. Kalau di Indonesia, pasti sudah disebut sebagai pohon angker

Pohon seram (Sumber: scaryforkids)
Pohon seram (Sumber: scaryforkids)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel