7 Startup Ini Raih Investasi Usai Ikut Program Startup Studio Indonesia

Merdeka.com - Merdeka.com - Program Startup Studio Indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) baru-baru ini telah mengumumkan Batch 5 penyelenggaraannya.

Program inkubasi intensif ini bertujuan untuk mendampingi dan membina para startup digital tahap awal (early-stage) tanah air untuk bisa mencapai product-market fit secara optimal.

Dalam keterangannya, Jumat (28/10), sejak diluncurkan pada September 2020, SSI telah meluluskan total 65 alumni startup. Pasca-lulus, alumni dari SSI berhasil mempraktikkan ilmu yang didapat sehingga mampu berkembang lebih pesat dari sebelumnya.

Dari setiap batch, 30-40 persen di antara peserta telah mendapatkan pendanaan tahap awal setelah mengikuti SSI. Berikut merupakan tujuh alumni prestasi SSI yang berhasil "naik kelas" setelah mengikuti program:

1. Zi.Care
Zi.Care merupakan startup teknologi kesehatan yang menawarkan sistem layanan medis holistik, yang mencakup administrasi RS & klinik, manajemen klaim, hingga rekam medis digital. Pasca lulus dari SSI Batch 3, Zi.Care berhasil mengamankan pendanaan pra-seri A sejumlah USD 1 juta (sekitar 15,5 miliar Rupiah) pada tahun 2022.

2. Justika
Justika berhasil mendapatkan pendanaan tahap awal (seed funding) yang dipimpin oleh East Ventures pada Juni 2021, pasca lulus dari program SSI. Tidak hanya itu, startup yang menawarkan jasa konsultasi hukum online ini juga meresmikan kerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, terutama untuk menyediakan konsultasi hukum gratis bagi para UMKM yang terdampak pandemi.

3. Dibimbing
Dibimbing.id merupakan platform pembelajaran dan persiapan karir digital, yang telah sukses mengantarkan 80 persen alumninya ke dunia kerja. Startup alumni SSI Batch 2 ini baru saja mengumumkan pendanaan tahap awal dari init-6 milik Achmad Zaky pada bulan Juni yang lalu.

Merayakan hari jadinya yang ke-2 pada tanggal 1 Oktober, Dibimbing berhasil mencatatkan pertumbuhan revenue sebesar 200 persen dari tahun sebelumnya, serta kenaikan jumlah pengguna hingga 400 persen.

4. Prieds
Prieds, alumni SSI Batch 2, menawarkan solusi Supply Chain Management berbasis cloud untuk automasi proses rantai pasok perusahaan di Indonesia. Startup ini berhasil mendapatkan pendanaan tahap kedua setelah mengikuti SSI, dan semakin berkembang pesat berkat kemitraan dengan berbagai perusahaan, serta peluncuran produk baru berupa lini manajemen smart warehouse dan smart retail. Jumlah kliennya pun turut meningkat >25 persen pasca pandemi, karena semakin banyak pelaku usaha yang memahami pentingnya digitalisasi rencana pasok.

5. Shieldtag
Shieldtag adalah layanan sertifikasi elektronik yang dapat memverifikasi keaslian sebuah produk menggunakan QR code ter-enkripsi. Bertujuan untuk mencegah peredaran produk palsu dan bajakan yang lebih luas, Shieldtag merancang stiker hologram yang dilengkapi 7 lapisan keamanan & QR code, sehingga setiap pembeli bisa memindai QR dan mengecek langsung keaslian produk.

Setelah mengikuti SSI Batch 2, William Japari selaku Founder Shieldtag mengaku mencatatkan peningkatan jumlah pengguna secara signifikan (10x lipat), begitu juga dengan kenaikan Gross Merchandise Value (GMV) 10x lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

6. Paygua
Alumni SSI Batch 4, Paygua, adalah mobile Point-of-Sale yang dapat memudahkan bisnis untuk menagih pelanggan, menerima pembayaran digital, serta mengatur arus kas dan keuangan.

Uniknya, startup ini berhasil mencatatkan pertumbuhan organik lebih dari 200 persen, dari >1.500 merchant aktif harian (daily active merchants) menjadi >3.000, tanpa mengeluarkan biaya pemasaran. Sejak diluncurkan di awal tahun, Gross Transaction Volume pun telah melebihi USD 9 juta (sekitar 139,2 miliar Rupiah).

7. Powerbrain
Powerbrain, startup pengembang efisiensi energi berbasis smart technology, baru saja mendapatkan pendanaan tahap awal dari Achmad Zaky Foundation pada awal 2022. Alumni SSI Batch 3 ini menawarkan empat produk unggulan, yaitu manajemen energi, energi terbarukan, manajemen aset, dan solusi pengisian kendaraan listrik.

Dengan menggunakan solusi Powerbrain, para mitra bisa mendapatkan banyak manfaat, seperti penghematan biaya operasional (termasuk 20-30% tagihan listrik yang lebih rendah), peningkatan nilai bangungan, serta peningkatan kesejahteraan mitra.

"Kami bangga melihat alumni SSI yang berhasil mempraktikkan apa yang mereka pelajari selama program dan mengembangkan bisnisnya ke tingkat lebih tinggi. Ini merupakan langkah kami dalam membangun pondasi ekosistem digital di Indonesia yang lebih sehat, matang, dan terintegrasi. Nantinya, para alumni yang berhasil pun bisa kembali ke SSI untuk mewariskan ilmu dan pengalamannya bagi startup founder yang lain, sehingga tercipta transfer of knowledge yang berkesinambungan," ucap Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo. [faz]