7 Tahun Konsisten Berdiri di Tengah Jalan, Pria Ini Dipenjara Karena Bikin Macet

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Jika menerapkan slogan "Hidup hanya satu kali" atau yang lebih populer dengan "You Only Live Once (YOLO)", kadang kala mendorong kita untuk berbuat nekat atau melakukan hal-hal yang random. Hal ini dilakukan agar ketika mati nanti, kita tak memiliki penyesalan semasa hidup karena belum melakukan hal yang diinginkan.

Mungkin hal inilah yang sedang dipraktikkan oleh seorang pria bernama David Hampson atau yang biasa dijuluki sebagai "Silent Man". Pria asal Inggris ini menghabiskan tujuh tahun terakhir untuk konsisten berdiri di tengah lalu lintas.

Tanpa mengatakan sepatah kata pun kepada siapapun, selama tahun David selalu berdiri di spot yang sama. Ia pun akhirnya sukses menjadi penyebab kemacetan lalu lintas di kota kelahirannya Swansea, Inggris. Bahkan, akibat aksinya ini, David sempat mendekam di balik jeruji penjara karena dianggap meresahkan.

Seperti apakah kisahnya? Berikut ulasan selengkapnya dirangkum dari berbagai sumber oleh Liputan6.com, Rabu (25/8/2021).

Bikin macet

Konsisten Berdiri di Tengah Jalan Selama 7 Tahun, Pria Ini Dipenjara karena Bikin Macet. (Sumber: MetroUK)
Konsisten Berdiri di Tengah Jalan Selama 7 Tahun, Pria Ini Dipenjara karena Bikin Macet. (Sumber: MetroUK)

Sejak 2014, David Hampson berulang kali menghambat lalu lintas dengan berdiri di tengah jalan, di tempat yang sama persis. Pria berusia 51 tahun itu bahkan mendapatkan cap sebagai pelaku kriminal karena aktivitasnya yang menghalangi jalan raya umum di Inggris dan Wales, tetapi dilihat dari tindakannya yang masih tetap konsisten, dia tidak terlalu peduli dengan tuduhan semacam itu.

Pada tahun 2018, Hampson dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena memblokir jalan di tempat yang sama persis seperti biasanya, tepat di luar Kantor Polisi Pusat Swansea. Seperti biasa, dia menolak untuk memberikan penjelasan apa pun, atau mengatakan apa pun tentang hal itu. Hal yang sama terjadi terakhir kali dia memutuskan untuk memblokir jalan, pada Desember 2020. Sekarang dia menghadapi tuntutan pidana.

Akhirnya, ia pun mendapatkan julukan sebagai "Silent Man" karena tidak pernah berbicara dengan siapa pun tentang motifnya untuk terus-menerus memblokir lalu lintas di tempat yang sama setiap beberapa bulan.

Diketahui dapat berbicara

Ilustrasi Kemacetan (Sumber Foto: Pexels)
Ilustrasi Kemacetan (Sumber Foto: Pexels)

Hingga kini, tidak ada yang tahu mengapa dia melakukannya. Para saksi, termasuk petugas polisi, baru-baru ini mengatakan kepada pengadilan Swansea bahwa Hampson sebenarnya 100% dapat berbicara, dan salah satu saksi bahkan menggambarkannya sebagai pria yang sangat sopan yang akan mengucapkan “terima kasih” setelah minta tolong.

Akibat ulahnya ini, David Hampson telah dipenjara sebanyak sembilan kali selama tujuh tahun terakhir, tetapi dia terus melakukannya. Bahkan ketika dia akhirnya diborgol dan ditangkap, dia menolak untuk memberikan motif apa pun atas tindakannya.

"Entah Tuan Hampson akan menghabiskan sisa hidupnya di penjara atau sesuatu dilakukan untuk membantunya dengan apa yang jelas merupakan masalah yang mendalam," kata Hakim Paul Thomas dalam sidang baru-baru ini.

"Pengadilan ingin membantunya daripada menghukumnya - apakah dia bersedia membantu kita melakukan itu adalah masalah lain."

Hakim memerintahkan laporan psikiatri atas tindakan Hampson, tetapi terdakwa menolak untuk berbicara dengan dokter. Ia juga meminta agar rekam medisnya diserahkan kepada dokter, dengan harapan menemukan jawaban atas dua teka-teki tersebut – mengapa ia secara konsisten memblokir lalu lintas di tempat yang sama, dan mengapa ia menolak untuk membicarakannya.

Selama sidang baru-baru ini, pengadilan mendengar bahwa David Hampson dapat berbicara, dia hanya menolak untuk melakukannya. Hukumannya dijadwalkan pada 31 Agustus 2021 mendatang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel