7 Tanda Dirimu Pura-pura Bahagia untuk Menutupi Masalah

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Orang yang tertawa belum tentu mereka bahagia, bisa saja mereka hanya pura-pura bahagia agar terlihar baik-baik saja. Atau bisa saja mereka melakukannya untuk menyembunyikan masalah agar terhindar dari pertanyaan yang membuat mereka merasa tak nyaman. Orang yang pura-pura bahagia mungkin bisa saja menipu orang lain, tapi lambat laun ini akan terlihat dan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Selain tak baik untuk kesehatan, pura-pura bahagia juga tak baik untuk hubungan dengan orang lain. Untuk mengetahui apakah dirimu saat ini sudah benar-benar bahagia atau tidai, berikut 7 tanda dirimu pura-pura bahagia.

1. Selalu berusaha tertawa

Tak ada salahnya untuk selalu terlihat ceria, tetapi orang yang berpura-pura bahagia biasanya akan selalu bersikap positif. Senyum mereka biasanya akan lebar dan mereka akan selalu berbicara dengan suara ceria ini. Bahkan mereka bisa menertawakan hal-hal lucu sekecil apa pun untuk memastikan bahwa dirinya terlihat baik-baik saja.

2. Mendorong orang menjauh

Dirimu mungkin tidak menyadari apa yang dilakukan pada awalnya, tetapi seiring waktu, kebenaran akan terungkap. Akan terlihat bahwa dirimu mendorong orang menjauh karena ketidakbahagiaanmu. Dirimu akan mencoba, meyakinkan orang lain tentang kegembiraanmu atau bahwa dirimu akan baik-baik saja. Tetapi, percayalah lambat laun itu akan terlihat.

3. Perubahan suasana hati

Perubahan suasana hati tidak selalu berasal dari perubahan atau gangguan hormonal. Kadang-kadang itu terjadi karena seseorang berada dalam rasa sakit emosional dan berusaha menyembunyikan fakta. Biasanya, dirimu akan mulai mengalami perubahan suasana hati yang parah ketika berusaha sekuat tenaga untuk berpura-pura bahagia. Mungkin, kadang-kadang, kamu ingin berteriak, tetapi sebaliknya, kamu tersenyum.

4. Terlau banyak melihat ponsel

Tanda Dirimu Pura-pura Bahagia. (Ilustrasi/Shutterstock.com/wee dezign)
Tanda Dirimu Pura-pura Bahagia. (Ilustrasi/Shutterstock.com/wee dezign)

Saat berpura-pura bahagia, dirimu akan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk melihat ponsel, televisi, atau komputer. Sebagian besar, ini adalah cara untuk mengalihkan pikiran dari apa pun yang membuatmu tidak bahagia. Bahkan menurut penelitian, semakin banyak orang yang berpura-pura bahagia, dan itu menunjukkan peningkatan obsesi terhadap teknologi.

5. Lelah berlebih

Kamu merasa bahwa aktivitasmu biasa saja, bahkan jarang melakukan aktivitas fisik yang berat. Tetapi tubuhmu selalu merasa lelah berlebih setiap hari, seakan energimu terkuras habis setiap kali pulang kerja atau kuliah. Bahkan yang ingin kamu lakukan hanya rebahan dan rebahan. Jika ini terjadi pada dirimu, mungkin yang lelah bukan tubuhmu tetapi hati dan pikiranmu, karena kamu tak bisa jujur dengan apa yang dirasakan.

6. Suka berandai-andai

Tanda Dirimu Pura-pura Bahagia. (ilustrasi perempuan sedih/Photo by Agung Pratama from Pexels)
Tanda Dirimu Pura-pura Bahagia. (ilustrasi perempuan sedih/Photo by Agung Pratama from Pexels)

Orang yang pura-pura bahagia juga senang berandai-andai, seandainya jika tidak melakukan ini, seandainya mereka hidup di masa lalu, dan sebagainya. Ini karena mereka tidak merasakan kebahagiaan dengan dirinya sendiri, sehingga membayangkan hal-hal di luar diri mereka.

7. Mudah memaafkan

Tidak ada salahnya menjadi orang yang pemaaf karena tak ada gunanya untuk menyimpan dendam dalam waktu yang lama. Namun semua orang butuh waktu untuk menyembuhkan lukanya termasuk memaafkan orang lain. Jadi, tak perlu terburu-buru memaafkan orang lain dan dirimu perlu menjaga hati dari rasa sakit.

Tak ada orang di dunia ini yang bisa bebas dari masalah dan semua orang berhak untuk terlihat tidak baik-baik saja. Termasuk pura-pura bahagia agar duniamu terlihat baik-baik saja bukanlah cara yang tepat untuk lari dari masalah.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel