7 Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Gedung Puskesmas di Jambi Ditangkap

Merdeka.com - Merdeka.com - Direktorat Kriminal Khusus Polda Jambi meringkus tujuh tersangka kasus korupsi pembangunan gedung puskesmas di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi. Pembangunan gedung puskesmas dilakukan pada tahun 2020.

Tujuh tersangka tersebut di antaranya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari Elfi Yennie, Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) M. Fauzi, pelaksana kegiatan pembangunan Adi Ginting, Abu Tolib, dan Delly Himawan.

Direktur Reskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Christian Tory mengatakan, pengusutan kasus korupsi pembangunan gedung puskesmas di Desa Bungku berdasarkan laporan dari masyarakat.

"Kita terima laporan dari masyarakat, kemudian ditindak lanjutkan ke Kasubdit tipikor Polda Jambi untuk proses penyelidikan dan penyidikan," kata Direktur Reskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Christian Tory, pada Jumat (16/9).

Dari tujuh tersangka, lima di antaranya sudah masuk tahap P21. Sementara sisanya, dua orang masih dalam proses penyidikan.

"Dua orang belum bisa kita sampaikan namanya karena masih dalam proses penyidikan," jelasnya.

Tory menjelaskan, untuk total kerugian negara akibat korupsi anggaran pembangunan gedung puskesmas tersebut mencapai Rp6,3 miliar dari anggaran senilai Rp7,2 miliar.

Sementara itu, Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Ade Dirman menjelaskan korupsi ini dimulai sejak tahap pengalihan pemenang tender hingga pembangunan gedung Puskesmas Bungku. Hingga saat ini, gedung puskesmas Bungku belum bisa digunakan alias terbengkalai akibat korupsi dana pembangunan tersebut.

"Kami juga tidak berhenti sampai di sini, kalau ada pihak terkait yang terlibat kami akan proses," tutupnya.

Akibat kasus ini, kelima tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Jo pasal 55 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Reporter: Hidayat [tin]