7 Tips Cara Identifikasi Hoaks dan Disinformasi Di Medsos

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan teknologi menjadikan “informasi palsu” atau “hoaks” tersebar dengan mudah melalui media sosial (medsos). Maka dari itu, penting bagi kita untuk dapat menyeleksi setiap informasi yang kita dapat baik berupa fakta ataupun hoaks.

Hal itu terungkap dalam perkuliahan virtual Digital Journalism: Fact Checking and Emerging Techologies dalam Program Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI) yang digelar Fakultas Sastra Inggris Universitas Negeri Semarang (Unes) bekerja sama dengan Tim Cek Fakta Liputan6.com, Jumat (20/8/2021).

Program KMMI ini sendiri ditujukan agar mahasiswa dapat ikut berperan untuk meredam penyebaran “disinformasi” atau hoaks yang beredar di media sosial.

Dalam perkuliahan ini, Redaktur Pelaksana Cek Fakta Liputan6.com, Edu Krisnadefa dan Fact Checker Liputan6.com, Adyaksa Vidi Wirawan membawakan topik “Metode Cek Fakta” di Liputan6.com. Salah satunya yang dibahas adalah tips dalam mengidentifikasi disinformasi.

Vidi menjelaskan ada tujuh tips untuk mengidentifikasi misinformasi di medsos, seperti berikut ini:

1. Kembangkan pola pikir yang kritis.

2. Periksa sumbernya: penulisnya, publikasinya.

3. Cari tahu apakah orang lain melaporkan berita yang sama.

4. Headline yang sensasional merupakan indikasi disinformasi.

5. Tanyakan pada diri sendiri kenapa ini dibuat.

6. Jangan langsung percaya pada foto dan video dari media sosial.

7. Tanyakan pada ahlinya.

Selain itu, Vidi juga memberikan tutorial untuk menelusurui hoaks foto dan video melalui tool-tool sederhana, seperti Google Image dan Yandex. “Tapi, ada juga tools lain yang bisa kalian gunakan untuk memverifikasi foto atau video selain Google Reverse Images dan Yandex, yakni ada Tineye, Reveye, dan YouTube Data Reviewer,” ujar Vidi Wirawan saat menjelaskan materi tersebut.

(MG/ Azarine Jovita Halim)

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel