7 Tips Jauhi Pikiran Negatif agar Hidup Bahagia

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Sepanjang sejarah, telah banyak filsuf, sejarawan, dan bahkan penyair yang telah menulis tentang kekuatan pikiran dan bagaimana apa yang Anda pikirkan dapat menjadi realitas Anda sendiri.

Salah satunya adalah Norman Vincent Peale yang berkata, “Ubah pikiran Anda dan Anda (telah) mengubah hidup Anda. Jika Anda berpikir dalam pikiran negatif, Anda akan mendapatkan hasil yang negatif. Jika Anda berpikir secara positif, Anda akan mencapai hasil yang positif.”

Dikutip dari Forbes, Senin (15/03/2021), Dr. Susan Murphy, seorang konsultan bisnis yang berspesialisasi dalam kepemimpinan dan pencapaian tujuan menuturkan bahwa pemikiran negatif hanya dapat menyebabkan stres, depresi, dan paranoia. Pikiran negatif akan menguras energi dan menghalangi Anda untuk melanjutkan hidup.

Kabar baiknya adalah ditemukannya Neuroplasticity, yaitu kemampuan otak untuk mengubah struktur fisik dan fungsinya berdasarkan masukan dari pengalaman, perilaku, emosi, dan pikiran Anda. Artinya dengan kesadaran dan tindakan, Anda bisa mengubah pola pikir negatif Anda.

Berikut 7 tips yang dapat membantu Anda terlepas dari pikiran negatif yang hanya dapat membuat hidup Anda menjadi penuh ketakutan, kecemasan, dan keraguan.

1. Kembangkan mental positif

Buat komitmen untuk tetap positif dan menjadi kekuatan positif bagi orang lain. Salah satunya adalah dengan membuat setiap orang yang bertemu dengan Anda dapat merasa lebih baik tentang diri dan kemampuan mereka sendiri.

Murphy menyarankan setiap tahunnya untuk memilih satu kata untuk memandu kehidupan sehari-hari Anda. Tahun ini, Murphy memilih kata "harapan" dalam menuntunnya untuk menyebarkan harapan melalui pikiran, perkataan, dan perbuatan.

2. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang positif

“Anda adalah rata-rata dari lima orang yang paling banyak menghabiskan waktu bersama Anda,” kata pakar bisnis, Jim Rohn. Beberapa orang secara alami bersikap negatif dan Anda harus membatasi waktu Anda bersama mereka.

Kemudian, gantilah pengaruh negatif mereka pada pemikiran Anda dengan orang-orang yang dapat membantu Anda mendapatkan perspektif yang lebih positif dan tidak akan memberi makan pikiran negatif Anda.

3. Batasi kontak Anda dengan konten negatif

ilustrasi ponsel/Photo by Oleg Magni on Unsplash
ilustrasi ponsel/Photo by Oleg Magni on Unsplash

Hal ini dapat meliputi berita kekerasan, acara TV dan film yang bertema kejahatan, maupun kiriman negatif di media sosial. Jika Anda ingin memiliki pikiran positif, beri pikiran Anda hal-hal yang positif dan cerita-cerita yang menggembirakan. Pilihlah dengan bijak.

4. Buat rencana kegiatan saat tergoda oleh pikiran negatif

Ketika Anda mulai mengenali adanya tanda-tanda akan munculnya pikiran negatif, segera kembangkan rencana kegiatan untuk mengalihkan diri dan tetap berpikiran positif. Contohlah apa yang dilakukan oleh Michael Phelps, juara renang Olimpiade.

Pada Olimpiade Beijing 2008 dan dalam usahanya meraih medali emas ke-8, kacamatanya sempat terisi air saat dia terjun ke kolam untuk memulai balapan. Phelps yang hampir tidak melihat apapun kemudian mulai mengaktifkan rencananya untuk tetap fokus pada gerakannya. Dia tahu persis berapa banyak gerakan yang dia butuhkan untuk sampai ke ujung kolam. Ia tetap tenang dan fokus hingga akhirnya meraih medali emas.

5. Biasakan diri untuk bergerak

Tindakan bergerak seperti bernyanyi, menari, yoga, atau sekadar jalan-jalan di luar rumah dapat membantu Anda untuk berpikir positif dengan mengaktifkan endorfin yang mirip dengan morfin. Zat ini dapat mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, mengurangi persepsi rasa sakit, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengurangi depresi.

6. Kembangkan sikap bersyukur

Memiliki rasa syukur atas kehadiran orang tersayang maupun hal-hal baik dalam hidup Anda dapat mengubah pikiran negatif menjadi pikiran positif. Untuk mulai mempraktikkannya, Anda bisa pikirkan lima orang dan lima hal yang Anda syukuri saat ini.

7. Cari bantuan profesional

Jika pikiran negatif Anda masih terus berlanjut, pertimbangkan bantuan profesional untuk mengikuti terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT). CBT dapat membantu Anda belajar bagaimana mengidentifikasi dan mengubah pola pikir destruktif yang memiliki pengaruh negatif pada perilaku dan emosi.

Reporter: Priscilla Dewi Kirana