7 Tips Keuangan yang Perlu Disiapkan Sebelum Memiliki Anak Pertama

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Menyambut anak pertama selalu menjadi momen paling ditunggu bagi pasangan suami istri. Bagaimana tidak? Kelahiran anak pertama inilah yang akan menjadikan suami istri resmi menjadi orangtua.

Selain mempersiapkan ruang bayi beserta pakaiannya, calon orangtua harus mengingat bahwa memiliki anak pertama juga melibatkan banyak persiapan keuangan atau finansial. Dikutip dari NerdWallet, biaya yang harus dikeluarkan calon orangtua sebelum menyambut anak pertama di antaranya, memperkirakan biaya medis hingga merencanakan biaya masa depan.

Dengan memiliki anak, tentu biaya yang harus dipersiapkan cukup besar. Keperluan sehari-hari si bayi di awal masa kehidupannya sudah memakan ruang keuangan yang cukup besar. Untuk itu, sebelum memiliki anak pertama sebaiknya orangtua mempersiapkan rencana keuangan sebagai berikut.

1. Perencanaan sebelum kelahiran

Pahami asuransi kesehatan yang kamu miliki dan antisipasi keuangannya. Memiliki bayi itu mahal bahkan ketika kamu sudah memiliki asuransi kesehatan. Kamu harus pastikan perkiraan biaya kelahiran sesuai dengan klaim asuransi kesehatan yang kamu miliki.

2. Rencana cuti melahirkan

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Makistock
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Makistock

Pahami kebiajakan perusahaan kamu ketika mengambil cuti melahirkan. Apakah kamu akan tetap dibayar penuh atau hanya gaji pokok karena tidak masuk kantor. Hal ini akan mempengaruhi pemasukan keluarga selama kamu cuti melahirkan, yang artinya juga berdampak pada cara kamu mengatur pengeluaran.

3. Buat konsep anggaran

Setelah mengetahui berapa biaya untuk keperluan medis sendiri, pahami bagaimana pendapatan kamu akan terpengaruh dalam beberapa bulan ke depan, terutama setelah anak pertama lahir. Tetapkan batas pembelian yang diperlukan dan pertimbangkan untuk membeli barang bekas agar pengeluaran tetap terkendali.

4. Rencana anggaran pasca melahirkan

Biaya berulang, seperti popok, makanan tambahan, hingga susu akan mengubah pengeluaran rumah tangga dalam tahun-tahun mendatang. Mulailah hitung berapa kebutuhan popok dalam sebulan, rencanakan dari sekarang agar kamu tidak kewalahan.

5. Pilih dokter anak yang ada dalam jaringan asuransi

Ilustrasi Membuat Anggaran Belanja Credit: pexels.com/Finn
Ilustrasi Membuat Anggaran Belanja Credit: pexels.com/Finn

Janji bertemu dokter anak di awal masa kehidupan anak pertama akan jauh lebih sering. Tentu ini akan memakan biaya yang lebih besar. Kamu bisa periksa jaringan asuransi yang mengakomodir dokter anak sehingga kamu tidak terkena biaya di luar jaringan yang tidak terduga.

6. Periksa dana darurat

Sekarang menjadi saat yang tepat untuk mengantisipasi beberapa keadaan darurat. Anak-anak yang rentan sakit membuat adanya pengeluaran tidak terduga dalam satu bulan. Memiliki setidaknya tiga sampai enam bulan biaya hidup dalam dana darurat bisa membantu kamu mengatasi keadaan darurat.

7. Akta kelahiran dan jaminan keuangan

Kamu harus pastikan staf rumah sakit memberi dokumen yang diperlukan untuk asuransi anak atau jaminan sosial yang dimiliki negara. Jika tidak, hubungi kantor tempat kamu bekerja dan masukkan nama anak sebagai penerima tunjangan kantor.

Tertarik untuk mengulas topik ini lebih lanjut? Yuk, Jangan lewatkan acara bertajuk “ Atur Finansial Demi Masa Depan Buah Hati” bersama Herba Asimor, Pritha Ghozie (CEO Zap Finance), dan Suci Asmarani yang akan diselenggarakan pada 21 Juli 2021.

Segera daftarkan dirimu di sini

Simak video berikut ini

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel