7 Transfer Paling Kontroversial dalam Sejarah Sepak Bola Dunia

Bola.com, Jakarta - Kepindahan pemain adalah sesuatu yang normal dalam sepak bola. Namun, seringkali transfer berakhir kontroversial lantaran pindah ke klub rival.

Satu di antara transfer sepak bola yang paling kontreversial adalah ketika Fernando Torres hijrah dari Liverpool menuju Chelsea.

Torres telah menjadi pemain favorit mereka sejak kepindahannya senilai £26,5 juta dari Atletico Madrid, tetapi dia pikir rumput di Chelsea lebih hijau dan memaksanya berkhianat.

Liverpool menjual pemain bintang mereka ke The Blues dalam kesepakatan senilai £50 juta.

Namun, segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana dan Torres mengalami masa-masa sulit di Chelsea. Liverpool, sementara itu, mereka menandatangani Luis Suarez sebagai pengganti.

Berikut ini enam transfer kontroversial lainnya dalam sepak bola dunia.

Paul Ince: Manchester United > Inter Milan > Liverpool

Laga Inggris kontra Italia saat kualifikasi Piala Dunia 1998 membawa cerita tersendiri untuk Paul Ince (tengah). Kepalanya berlumur darah karena terkena sikut Demetrio Albertini di laga penuh drama tersebut. Hebatnya, Ince bermain penuh dan membawa Inggris lolos ke putaran final. (AFP/Gerard Julien)
Laga Inggris kontra Italia saat kualifikasi Piala Dunia 1998 membawa cerita tersendiri untuk Paul Ince (tengah). Kepalanya berlumur darah karena terkena sikut Demetrio Albertini di laga penuh drama tersebut. Hebatnya, Ince bermain penuh dan membawa Inggris lolos ke putaran final. (AFP/Gerard Julien)

Tak lama setelah meninggalkan MU ke Inter Milan, pemain asal Inggris itu akan kembali ke Inggris melalui mantan rival klubnya, Liverpool.

Jika itu tidak cukup untuk mengecewakan hati MU pada awalnya, pada tahun 1999, Ince merayakannya dengan liar setelah berpotensi menggagalkan kesempatan klub lamanya untuk mengamankan treble melalui gol telatnya.

Ashley Cole: Arsenal > Chelsea

Ashley Cole. Bek asal Inggris ini meninggalkan Arsenal pada musim 2006/2007 menuju Chelsea. Pada musim 2009/2010 ia sukses meraih gelar Premier League bersama Chelsea setelah sebelumnya mampu meraih 2 gelar Premier League bersama Arsenal pada musim 2001/2002 dan 2003/2004. (AFP/Andrew Yates)
Ashley Cole. Bek asal Inggris ini meninggalkan Arsenal pada musim 2006/2007 menuju Chelsea. Pada musim 2009/2010 ia sukses meraih gelar Premier League bersama Chelsea setelah sebelumnya mampu meraih 2 gelar Premier League bersama Arsenal pada musim 2001/2002 dan 2003/2004. (AFP/Andrew Yates)

Dianggap oleh banyak pihak sebagai bek kiri Inggris terbaik sepanjang masa, penggemar Arsenal memiliki kebencian khusus untuk Ashley Cole.

Pada tahun 2006, setelah kecewa atas gaji yang ditawarkan The Gunners kepadanya, Cole yang marah mengalihkan kesetiaannya ke sisi biru London.

Ini memicu kegemparan pada saat itu dan memberinya julukan 'Cashley Cole'.

Lebih buruk lagi bagi pendukung Arsenal, Cole tampil sensasional di Stamford Bridge. Di masanya di sana, ia memainkan peran kunci dalam memenangkan Liga Inggris, Liga Champions, dan empat Piala FA bagi rival mereka.

Sol Campbell: Tottenham > Arsenal

Pedukung Tottenham menganggap Sol Campbell sebagai
Pedukung Tottenham menganggap Sol Campbell sebagai

Campbell semula dipuja oleh para pendukung Spurs yang datang melalui akademi klub.

Mereka bisa saja menjual bintang mereka seharga £25 juta, tetapi Campbell selalu menolak tawaran yang masuk.

Semua sampai tahun 2001, ketika kontraknya habis, Campbell justru meninggalkan klub kesayangannya ke Arsenal secara gratis dan kemudian menjadi ikon klub dua musim kemudian.

Roberto Baggio: Fiorentina > Juventus

Roberto Baggio adalah salah satu penyerang paling flamboyan yang pernah diproduksi oleh Italia. Ia menjadi pemain yang paling ditakuti selama masa kejayaannya. Namun, peraih Ballon d'Or 1993 tersebut ternyata belum pernah memenangkan trofi Liga Champions untuk klub yang pernah dibelanya. (AFP)
Roberto Baggio adalah salah satu penyerang paling flamboyan yang pernah diproduksi oleh Italia. Ia menjadi pemain yang paling ditakuti selama masa kejayaannya. Namun, peraih Ballon d'Or 1993 tersebut ternyata belum pernah memenangkan trofi Liga Champions untuk klub yang pernah dibelanya. (AFP)

Fiorentina hanya membenci Juventus. Jadi ketika anak emas mereka, Baggio, memilih pindah ke Nyonya Tua pada tahun 1991, para penggemar benar-benar rusuh.

Saat Baggio menuju stadion, pengawalan polisi diperlukan untuk membawa bus tim melewati kerumunan dan Baggio menjadi sasaran pelecehan kejam sepanjang pertandingan oleh pendukung tuan rumah.

'The Divine Ponytail' bahkan membuat marah fans Juve dengan menolak untuk mengambil penalti dan membungkus syal Fiorentina di lehernya setelah diganti.

Emmanuel Adebayor: Arsenal > Tottenham Hotspur

4. Emmanuel Adebayor - Arsenal pernah menjadikan Adebayor sebagai striker utama setelah ditinggal Thierry Henry.  Bersama The Gunners, dia sukses kemas 46 gol dalam 104 laga. (AFP/Paul Ellis)
4. Emmanuel Adebayor - Arsenal pernah menjadikan Adebayor sebagai striker utama setelah ditinggal Thierry Henry. Bersama The Gunners, dia sukses kemas 46 gol dalam 104 laga. (AFP/Paul Ellis)

Emmanuel Adebayor semula dicap sebagai penerus Thierry Henry di Arsenal. Namun setelah tiga musim, ia pindah menuju Manchester City.

Perayaan gol emosional yang dilakukan Adebayor saat membela City ke depan pendukung Arsenal tak akan mungkin bisa dilupakan. Entah apa yang membuatnya nekat melakukan itu.

Belum cukup, Adebayor bahkan memilih bergabung ke Tottenham Hotspur, rival Arsenal, sehingga memantapkan julukan 'Judas' kepada striker asal Togo tersebut.

Luis Figo: Barcelona > Real Madrid

Saat berseragam Barcelona, Figo meraih dua titel La Liga Spanyol, satu buah Piala Super Spanyol, Piala Winners, dan Piala Super Eropa. (AFP/Philippe Desmazes)
Saat berseragam Barcelona, Figo meraih dua titel La Liga Spanyol, satu buah Piala Super Spanyol, Piala Winners, dan Piala Super Eropa. (AFP/Philippe Desmazes)

Figo adalah kapten Barcelona ketika Florentino Perez mencalonkan diri sebagai presiden Real Madrid.

Saat pemilu, Perez membuat janji aneh, yakni mendatangkan Figo ke Madrid, atau memberikan tiket musiman gratis untuk keseluruhan musim berikutnya jika dia gagal.

Ternyata, Perez memenangkan kursi kepresidenan dan berhasil mendapatkan tanda tangan Figo tak lama setelah itu.

Fans Barcelona marah, dan kita semua tahu apa yang terjadi ketika Figo kembali ke Camp Nou, ya, insiden kepala babi, yang melambangkan pengkhianatan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel