7 Unsur Debat yang Penting, Ciri-Ciri, Tujuan, Etika, dan Macamnya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Unsur debat yang penting ada tujuh. Mulai dari mosi, tim afirmatif, tim negatif, tim netral, moderator, peserta debat, dan penulis. Dari ketujuh unsur debat ini, peserta debat adalah paling penting karena tanpa peserta, debat tidak bisa dilangsungkan.

Seorang pakar linguistik dan penulis buku linguistik bahasa Indonesia, Henry Guntur Tarigan menjelaskan debat adalah kegiatan saling adu argumentasi antarpribadi atau antarkelompok manusia untuk menentukan baik tidaknya suatu usulan tertentu yang didukung suatu pihak (pendukung) dan disangkal oleh pihak lainnya (penyangkal).

Bila ingin melangsungkan debat, bukan hanya unsur debat yang wajib dipersiapkan. Pastikan tujuan debat sudah dipahami betul, bukan hanya mematahkan pendapat tetapi melatih mental dan keberanian. Selain itu, ketahui etika dan macam-macam debat yang bisa dilangsungkan.

Berikut Liputan6.com ulas unsur debat yang penting dari berbagai sumber, Selasa (6/4/2021).

Unsur Debat yang Penting

Ilustrasi debat. (dok. Pexels.com)
Ilustrasi debat. (dok. Pexels.com)

Unsur Debat Mosi

Unsur-unsur debat yang pertama dalah mosi. Dalam debat harus ada mosi yang akan diperdebatkan. Mosi merupakan unsur debat yang berkaitan dengan suatu hal atau topik yang diperdebatkan oleh para peserta debat. Adanya mosi sebagai unsur debat sangat penting dalam sebuah debat karena terdapat pihak yang pro dan pihak yang kontra.

Unsur Debat Afirmatif

Unsur-unsur debat yang kedua adalah tim afirmatif atau pihak pro. Tim afirmatif sebagai unsur debat adalah tim yang setuju terdapat hal yang diperdebatkan (mosi). Unsur debat ini memiliki kata lain sebagai tim yang pro terhadap tema yang dibahas. Pihak pro dalam unsur debat akan menjelaskan uraian mengenai alasan setuju terhadap mosi yang dibahas.

Unsur Debat yang Penting

Ilustrasi Debat. (Photo by Werner Pfennig from Pexels)
Ilustrasi Debat. (Photo by Werner Pfennig from Pexels)

Unsur Debat Negatif

Tim negatif/oposisi/pihak kontra merupakan unsur-unsur debat ketiga. Tim negatif sebagai unsur debat ini merupakan lawan dari tim positif tadi. Tim negatif adalah tim yang tidak setuju atau menentang mosi. Tim negatif dalam unsur debat disebut oposisi atau pihak kontra. Pihak kontra akan memberikan sanggahan terhadap pernyataan dari pihak afirmatif.

Unsur Debat Netral

Unsur-unsur debat keempat adalah tim netral. Selain tim afirmatif dan tim negatif, unsur debat harus ada pihak yang ada di tengah-tengah, yaitu tim netral ini. Tim netral sebagai unsur debat merupakan tim yang tidak menaruh dukungan dan tidak condong terhadap salah satu pihak. Kata lainnya adalah bersikap netral.

Unsur Debat Moderator

Moderator merupakan salah satu unsur-unsur debat yang tidak kalah penting. Moderator dalam unsur debat adalah orang yang memimpin dan membantu jalannya perdebatan. Unsur debat ini dimulai dari membacakan tata tertib debat, mengajukan pertanyaan, dan menengahi adu pendapat peserta debat.

Unsur Debat yang Penting

Ilustrasi Debat. Credit: unsplash.com/Edvin
Ilustrasi Debat. Credit: unsplash.com/Edvin

Unsur Debat Peserta Debat

Unsur-unsur debat keenam adalah peserta debat. Pada beberapa kesempatan, peserta debat berhak menentukan keputusan akhir bersama juri debat lewat proses voting atau pemungutan suara. Unsur debat ini sangat penting untuk keberlangsungan debat.

Unsur Debat Penulis

Unsur-unsur debat yang terakhir adalah penulis. Dalam debat, terdapat penulis sebagai unsur debat. Peran dari unsur debat ini, yaitu orang yang bertugas mencatat dan menulis kesimpulan debat tersebut.

Ciri-Ciri dan Tujuan Debat

Ilustrasi Debat. Credit: unsplash.com/Evangeline
Ilustrasi Debat. Credit: unsplash.com/Evangeline

Ciri-Ciri Debat

1. Terdapat dua sudut pandang, yaitu afirmatif atau pihak yang menyetujui mosi/topik dan negatif atau oposisi yaitu pihak yang tidak menyetujui topik.

2. Adanya suatu proses saling mempertahankan pendapat antara kedua belah pihak.

3. Adanya saling adu argumentasi atau pendapat yang bertujuan untuk memperoleh kemenangan.

4. Adanya sesi tanya jawab yang bersifat terbatas dan bertujuan untuk menjatuhkan pihak lawan.

5. Adanya pihak yang berperan sebagi penengah yang biasanya dilakukan oleh moderator.

Tujuan Debat

1. Melatih mematahkan pendapat dari orang lain atau lawan debat.

2. Melatih diri dalam bersikap kritis terhadap semua materi yang diperdebatkan.

3. Meningkatkan kemampuan dalam merespon atau menghadapai suatu masalah.

4. Melatih diri dalam memantapkan pemahaman tentang konsep dari materi yang diperdebatkan.

5. Melatih keberanian dan mental dalam mengemukakan pendapat di depan umum atau di depan banyak orang.

Etika Debat yang Baik

Ilustrasi debat. Credit: pexels.com/fauxels
Ilustrasi debat. Credit: pexels.com/fauxels

1. Pertanyaan atau tantangan hendaknya dikemukakan secara profesional, tidak menghina, tidak merendahkan, atau berkomentar yang menyerang pribadi tidak dapat diterima.

2. Analisis kritis, sintetis, keterampilan retorika (berbicara dan intelijensia) atau tidak terbata-bata.

3. Fokus pada posisi pihak lawan atau argumen lawan. Mengetahui kelemahan dan kelebihan pihak lawan merupakan hal penting dalam strategi persiapan untuk menyangkal argumen lawan.

4. Batasi argumen maksimal tiga poin.

5. Gunakan logika dalam menyusun dan menyampaikan argumen.

6. Ketahui kesalahan umum dalam berpikir seperti kesalahan logis dan gunakan secara efektif dalam menyangkal argumen lawan.

7. Sajikan konten atau substansi dengan akurat. Gunakan selalu konton (data/fakta) yang berhubungan dan mendukung pandangan.

8. Pastikan kesahihan semua bukti eksternal yang disajikan dalam argumen.

9. Kesimpulan dalam debat merupakan posisi kesimpulan final. Gunakan itu sebagai kesempatan untuk menyangkal atau memojokkan lawan.

Macam-Macam Debat

Ilustrasi Debat. (Photo by Geron Dison on Unsplash)
Ilustrasi Debat. (Photo by Geron Dison on Unsplash)

Debat Pemeriksaan Ulangan atau Cross-Examination Debating

Debat pemeriksaan ulangan dilakukan untuk mengetahui kebenaran pemeriksaan yang telah dilakukan sebelumnya. Dalam debat ini, diajukan beberapa pertanyaan yang saling memiliki hubungan, sehingga menyebabkan individu yang diberi pertanyaan dapat mendukung posisi yang ingin ditegakkan maupun diperkokoh oleh pihak yang memberi pertanyaan.

Debat Formal

Debat formal juga dikenal dengan sebutan debat konvensional atau debat pendidikan. Debat formal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masing-masing tim pembicara untuk menyampaikan kepada audiens atau peserta debat tentang beberapa argumen maupun gagasan yang dapat menunjang atau menolak usulan. Argumen yang disampaikan harus masuk akal, jelas, dan menyangkut kebutuhan bersama.

Debat Parlementer atau Assembly or Parlementary Debating

Debat parlementer juga dikenal dengan sebutan debat Majelis. Fungsi debat perlementer ini yaitu untuk memberikan maupun menambah dukungan pada suatu undang-undang tertentu. Di dalam debat parlementer seluruh anggota debat berhak mengajukan pendapat dan gagasannya. Mendukung atau menentang usul yang telah disampaikan setelah diizinkan oleh majelis debat dengan disertai alasan yang kuat.