7 Unsur Resensi, Struktur, dan Tujuannya, Penting Diketahui

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Unsur resensi penting diketahui ketika ingin mengulas sebuah karya. Resensi adalah bentuk penilaian terhadap sebuah karya. Penilaian ini seperti membahas, mengkritik atau mengungkapkan kembali isi dalam sebuah karya, dengan cara menjelaskan data-data, sinopsis, serta kritikan.

Unsur resensi adalah pengetahuan dasar dalam menulis resensi. Resensi yang baik harus memiliki unsur resensi yang lengkap dan jelas. Unsur resensi terdiri dari identitas karya, ulasan, analisis, hingga evaluasi sebuah karya.

Unsur resensi adalah bagian wajib dalam resensi apapau baik itu buku, jurnal, film, lagu, dan karya lainnya. Unsur resensi adalah tolak ukur dari kesempurnaan sebuah resensi yang dibuat.

Berikut unsur resensi yang baik dan benar, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu(23/12/2020).

Unsur-unsur resensi

Ilustrasi menulis. (Photo by rishi on Unsplash)
Ilustrasi menulis. (Photo by rishi on Unsplash)

Informasi tentang karya yang diulas

Unsur resensi yang pertama adalah informasi lengkap tentang karya yang diulas. Ini meliputi judul, penulis/pemilik karya, penerbit, tanggal publikasi, jumlah halaman, harga, edisi, volume, dan informasi dasar lainnya.

Pembuka

Pengulas harus menulis pembuka yang kuat untuk menawarkan panduan tentang isi ulasan lainnya dan untuk mendorong pembaca membaca lebih lanjut. Pembuka yang menarik bisa memaparkan informasi seperti tujuan karya, menghindari memberikan latar belakang yang luas tentang penulis atau subjek, dan menggunakan kata kerja aktif.

Deskripsi Konten

Unsur selanjutnya yang sangat penting adalah deskripsi konten. Setelah membuat pembuka yang menarik, kamu bisa mulai mendeskripsikan konten yang kamu resensi. Deskripsi meliputi plot, sudut pandang, keahlian pembuat karya, audiens yang dituju. Pada bagian ini, hindari mengomentari format atau pengeditan materi kecuali jika tidak biasa atau dilakukan dengan buruk.

Unsur-unsur resensi

Ilustrasi menulis. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)
Ilustrasi menulis. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Evaluasi

Evaluasi dalam unsur resensi mencakup seberapa baik pembuat karya menyajikan karyanya. Evaluasi ini harus lebih dari sekadar bahasa hambar seperti baik, menarik, atau mengecewakan untuk menjelaskan karya tersebut.

Evaluasi juga meliputi apakah penulis menyajikan argumen yang meyakinkan jika karyanya merupakan nonfiksi, apakah penulis menyajikan plot yang kohesif dan pengembangan karakter jika karyanya fiksi, dan apa yang membuat cerita dan bahasanya menarik atau tidak menarik.

Perbandingan

Dalam unsur resensi kamu juga bisa memberi perbandingan. Kamu bisa menyatakan bagaimana materi dibandingkan dalam bentuk dan konten dengan item sejenis lainnya. Peresensi harus merekomendasikan alternatif jika karya yang diresensi dinilai tidak baik.

Rekomendasi

Peresensi juga harus bisa memberi pernyataan bahwa sebuah karya terekomendasi atau tidak.

Bahasa resensi

Dalam menulis resensi kamu bisa menggunakan kalimat-kalimat aktif. Berhati-hatilah untuk tidak mengulangi bahasa yang ditemukan dalam materi promosi. Kamu perlu menghindari klise dan jargon, penulisan yang lebih memperhatikan review itu sendiri daripada item yang sedang direview.

Hindari juga ahasa yang berlebihan, baik positif atau negatif, yang dapat merusak pemahaman pembaca tentang keadilan ulasan, ahasa kosong (bagus, menarik) yang tidak benar-benar menunjukkan nilai karya.

Struktur resensi

Ilustrasi Menulis resensi Credit: pexels.com/LisaFotius
Ilustrasi Menulis resensi Credit: pexels.com/LisaFotius

Selain unsur resensi, penting juga memerhatikan struktur resensi. Ini meliputi:

1. Identitas. Mencakup judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, tebal halaman, serta ukuran buku.

2. Orientasi. Bagian ini umumnya terletak di paragraf pertama. Isinya berupa penjelasan tentang kelebihan buku seperti penghargaan yang pernah didapatkan oleh buku yang diresensi.

3. Sinopsis. Sebuah ringkasan yang menggambarkan pemahaman penulis terhadap isi karya.

4. Analisis. Paparan tentang keberadaan unsur-unsur cerita, seperti tema, penokohan, serta alur.

5. Evaluasi. Sebuah paparan mengenai kelebihan dan kekurangan suatu karya.

Tujuan Resensi

Ilustrasi./Copyright unsplash.com
Ilustrasi./Copyright unsplash.com

Ada beberapa tujuan resensi. Berikut tujuan resensi tersebut, antara lain:

- Membantu pembaca untuk paham gambaran serta penilaian umum sebuah hasil karya dengan ringkas.

- Paham kelebihan dan kelemahan karya yang diresensi.

- Paham latar belakang serta alasan sebuah karya dibuat.

- Memberi masukan pada pembuat karya berupa kritik dan saran.

- Ajak pembaca mendiskusikan karya yang diresensi.

- Memberi pemahaman serta informasi dengan komprehensif pada pembaca, mengenai karya yang diresensi.

- Menguji kualitas karya dan membandingkan dengan karya lain.

Jenis-Jenis Resensi

Ilustrasi Menulis Credit: unsplash.com/Aaron
Ilustrasi Menulis Credit: unsplash.com/Aaron

Jenis resensi bisa dibedakan berdasar isinya. Namun, jenis resensi ini tidak baku, karena dalam suatu resensi dapat menerapkan beberapa jenis tersebut secara bersamaan. Berikut jenis resensi yang dimaksud:

1. Resensi Informatif

Jenis resensi yang isinya hanya berupa informasi tentang hal penting dari keseluruhan isi buku secara umum.

2. Resensi Deskriptif

Jenis resensi yang membahas secara detail setiap bagian atau babnya.

3. Resensi Evaluatif

Jenis resensi yang sangat detail, dengan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isinya kritis serta objektif untuk menilai isi buku. Jenis resensi ini banyak menyajikan penilaian presensi tentang isi buku atau hal yang berkaitan dengan buku tersebut.

Perbedaan resensi dan sinopsis

Ilustrasi./Copyright unsplash.com
Ilustrasi./Copyright unsplash.com

Banyak orang menyamakan antara sinopsis dan resensi. Keduanya sama-sama berisi gambaran singkat terkait sebuah cerita. Namun, resensi dan sinopsis punya sejumlah perbedaan.

Perbedaan terbesar antara resensi dan sinopsis adalah apa yang sedang dijelaskan. Resensi harus mengeksplorasi tema dasar dari sebuah karya, sedangkan sinopsis hanya berkaitan dengan deskripsi plot. Baik resensi maupun sinopsis akan mendeskripsikan apa yang terjadi dalam sebuah karya, tetapi resensi lebih mungkin untuk menjelaskan mengapa hal itu terjadi dan apa artinya.

Resensi berbicara tentang motivasi karakter, bagaimana peristiwa tertentu dari plot memengaruhi mereka, apa yang coba dikatakan penulis dengan cerita, dan apa yang dapat diambil pembaca darinya.

Resensi dimaksudkan untuk memicu diskusi intelektual tentang sebuah karya, atau setidaknya keingintahuan di pihak calon pembaca. Pada saat yang sama, ulasan tidak harus menceritakan kembali cerita dengan cara yang sama seperti sinopsis. Faktanya, resensi buku terbaik tidak akan mengungkapkan segalanya tentang sebuah cerita buku.