7 Unsur-Unsur Budaya Menurut Koentjaraningrat, Pahami Wujudnya

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Budaya dijelaskan oleh Koenjaraningrat sesuai asal katanya bahasa Inggris “colere” yang menjadi “culture” dengan arti segala daya dan kegiatan manusia mengolah serta mengubah alam semesta. Apa saja unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat?

Prof. Dr. Koentjaraningrat menjelaskan unsur-unsur budaya adalah berupa bahasa, pengetahuan, organisasi sosial, peralatan hidup dan teknologi, ekonomi, religi, serta kesenian. Unsur-unsur budaya ini menekankan bahwa budaya merupakan pola bersama perilaku dan interaksi, konstruksi kognitif dan pemahaman yang dipelajari oleh sosialisasi.

Koentjaraningrat sebagai seorang Antopolog Indonesia, mengemukakan bahwa kebudayaan atau unsur-unsur budaya adalah sistem gagasan dan rasa, sebuah tindakan serta karya yang dihasilkan oleh manusia yang di dalam kehidupannya yang bermasyarakat.

Berikut Liputan6.com ulas tentang unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat, Minggu (24/10/2021).

Penjelasan Unsur-Unsur Budaya Menurut Koentjaraningrat

Ilustrasi tari tradisional dalam Indonesia Menari Virtual 2021 (Foto: unsplash/Mathis Jrdl)
Ilustrasi tari tradisional dalam Indonesia Menari Virtual 2021 (Foto: unsplash/Mathis Jrdl)

1. Unsur-Unsur Budaya Berupa Bahasa

Unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat pertama adalah bahasa. Bahasa merupakan unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat berupa alat bagi manusia dalam memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi dengan sesamanya.

Kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik.

Hal ini membuat unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat seperti bahasa kemudian akan diwariskan kepada generasi penerusnya dengan menggunakan bahasa. Dengan demikian, bahasa menduduki kedudukan yang penting dalam analisis kebudayaan manusia.

2. Unsur-Unsur Budaya Berupa Pengetahuan

Unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat kedua adalah pengetahuan. Sistem pengetahuan yang menjadi bagian dari unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi, karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia.

Sistem pengetahuan yang menjadi unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat sangat luas batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya. Namun, yang menjadi kajian dalam antropologi sesuai unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat adalah bagaimana pengetahuan manusia digunakan untuk mempertahankan hidupnya.

Setiap unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat, selalu memiliki pengetahuan tentang segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Pengetahuan yang menjadi unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat tersebut antara lain:

- Alam sekitarnya

- Tumbuhan yang tumbuh di sekitar daerah tempat tinggalnya

- Binatang yang hidup di daerah tempat tinggalnya

- Zat-zat, bahan mentah, dan benda-benda dalam lingkungannya

- Tubuh manusia

- Sifat-sifat dan tingkah laku manusia

- Ruang dan waktu

3. Unsur-Unsur Budaya Berupa Organisasi Sosial

Unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat ketiga adalah organisasi sosial. Kehidupan dalam setiap kelompok masyarakat diatur oleh adat istiadat dan aturan mengenai berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan di mana dia hidup.

Kesatuan sosial yang paling dasar dan menjadi unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat adalah kerabat, keluarga inti yang dekat dan kerabat yang lain. Kemudian, unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat ini membuat manusia akan digolongkan ke dalam tingkatan-tingkatan lokalitas geografis untuk membentuk organisasi sosial.

Kekerabatan yang menjadi bagian unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat juga berkaitan dengan perkawinan. Perkawinan merupakan inti atau dasar dalam pembentukan suatu komunitas atau organisasi sosial.

Penjelasan Unsur-Unsur Budaya Menurut Koentjaraningrat Selanjutnya

Tari Kipas Pakarena, termasuk salah satu tari tradisional khas Indonesia yang berasal dari Kabupaten Gowa. (dok. petabudaya.belajar.kemdikbud.go.id)
Tari Kipas Pakarena, termasuk salah satu tari tradisional khas Indonesia yang berasal dari Kabupaten Gowa. (dok. petabudaya.belajar.kemdikbud.go.id)

4. Unsur-Unsur Budaya Berupa Peralatan Hidup dan Teknologi

Unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat keempat adalah peralatan hidup dan teknologi. Manusia selalu berusaha mempertahankan hidupnya, sehingga mereka akan selalu terdorong untuk membuat peralatan atau benda-benda untuk mendukung tujuan tersebut.

Inilah mengapa peralatan hidup dan teknologi termasuk unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat. Pada masyarakat tradisional, terdapat delapan macam sistem peralatan dan unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat fisik yang digunakan oleh kelompok manusia yang hidup berpindah-pindah atau masyarakat pertanian, yaitu:

- Alat-alat produktif

- Senjata

- Wadah

- Alat untuk menyalakan api

- Makanan, minuman, bahan pembangkit gairah, dan jamu-jamuan

- Pakaian dan perhiasan

- Tempat berlindung dan perumahan

- Alat-alat transportasi

5. Unsur-Unsur Budaya Berupa Ekonomi

Unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat kelima adalah ekonomi atau mata pencaharian. Mata pencaharian atau aktivitas ekonomi yang menjadi unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat dalam suatu masyarakat menjadi fokus penting dalam kajian etnografi.

Dalam penelitian etnografi dalam unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat mengenai sistem mata pencaharian, mengkaji bagaimana suatu kelompok masyarakat mencukupi kebutuhan hidupnya melalui mata pencaharian atau sistem perekonomian mereka. Sistem ekonomi yang menjadi unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat pada masyarakat tradisional, antara lain:

- Berburu dan meramu

- Beternak

- Bercocok tanam di ladang

- Menangkap ikan

- Bercocok tanam menetap dengan sistem irigasi

Lima sistem mata pencaharian yang menjadi unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat tersebut merupakan jenis mata pencaharian manusia yang paling tua dan banyak dilakukan oleh sebagian besar masyarakat pada masa lampau.

6. Unsur-Unsur Budaya Berupa Religi

Unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat keenam adalah unsur religi. Kajian antropologi dalam memahami unsur unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat berupa religi sebagai tidak dapat dipisahkan dari emosi keagamaan.

Emosi keagamaan yang menjadi unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat merupakan perasaan dalam diri manusia yang mendorong mereka untuk melakukan tindakan-tindakan yang bersifat religius. Emosi ini memunculkan konsepsi benda-benda yang dianggap sakral dalam kehidupan manusia.

Dalam unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat berupa sistem religi masih ada tiga unsur lain yang perlu dipahami selain emosi keagamaan, yakni sistem keyakinan, sistem upacara keagamaan, dan umat yang menganut religi itu.

7. Unsur-Unsur Budaya Berupa Kesenian

Unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat ketujuh adalah kesenian. Para ahli antropologi mulai memperhatikan unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat berupa kesenian setelah melakukan penelitian etnografi mengenai aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional.

Deskripsi yang dikumpulkan dalam penelitian unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat tersebut berisi mengenai benda-benda atau artefak yang memuat unsur seni, seperti patung, ukiran, dan hiasan. Berdasarkan jenisnya, seni rupa terdiri atas seni patung, relief, ukiran, dan lukisan.

Seni musik terdiri atas seni vokal dan instrumental. Seni sastra terdiri atas prosa dan puisi. Kemudian terdapat seni gerak dan seni tari, yaitu seni yang dapat ditangkap melalui indera pendengaran maupun penglihatan.

Dalam kajian antropologi kontemporer terdapat kajian visual culture yang menjadi unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat, yakni analisis kebudayaan yang khusus mengkaji seni film dan foto. Dua media seni tersebut berusaha menampilkan kehidupan manusia beserta kebudayaannya dari sisi visual berupa film dokumenter atau karya-karya foto.

Wujud Budaya di Indonesia Menurut Koentjaraningrat

Penari dengan batik dan pakaian tradisional menggelar tarian dan fashion show di Grand Smesco Hills Cisarua, Bogor, Minggu (11/4/2021). Smesco Indonesia dan Yayasan Belantara Budaya Indonesia berkolaborasi menyelenggarakan pagelaran wastra dan budaya menyambut Hari Kartini. (Liputan6.com/JohanTallo)
Penari dengan batik dan pakaian tradisional menggelar tarian dan fashion show di Grand Smesco Hills Cisarua, Bogor, Minggu (11/4/2021). Smesco Indonesia dan Yayasan Belantara Budaya Indonesia berkolaborasi menyelenggarakan pagelaran wastra dan budaya menyambut Hari Kartini. (Liputan6.com/JohanTallo)

1. Nilai-Nilai Budaya

Istilah ini, merujuk kepada penyebutan unsur-unsur kebudayaan yang merupakan pusat dari semua unsur yang lain. Nilai-nilai kebudayaan yaitu gagasan-gagasan yang telah dipelajari oleh warga sejak usia dini, sehingga sukar diubah. Gagasan inilah yang kemudian menghasilkan berbagai benda yang diciptakan oleh manusia berdasarkan nilai-nilai, pikiran, dan tingkah lakunya.

2. Sistem Budaya

Dalam wujud ini, kebudayaan bersifat abstrak sehingga hanya dapat diketahui dan dipahami. Kebudayaan dalam wujud ini juga berpola dan berdasarkan sistem-sistem tertentu.

3. Sistem Sosial

Sistem sosial merupakan pola-pola tingkah laku manusia yang menggambarkan wujud tingkah laku manusia yang dilakukan berdasarkan sistem. Kebudayaan dalam wujud ini bersifat konkret sehingga dapat diabadikan.

4. Kebudayaan Fisik

Kebudayaan fisik ini merupakan wujud terbesar dan juga bersifat konkret. Misalnya bangunan megah seperti candi Borobudur, benda-benda bergerak seperti kapal tangki, komputer, piring, gelas, kancing baju, dan lain-lain.

Fungsi Budaya yang Utama

Penari dengan pakaian tradisional mengibarkan bendera Merah-Putih usai beraksi pada penutupan Tour de Singkarak 2016 di Kota Padang, Sumatera Barat, (14/8/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)
Penari dengan pakaian tradisional mengibarkan bendera Merah-Putih usai beraksi pada penutupan Tour de Singkarak 2016 di Kota Padang, Sumatera Barat, (14/8/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

1. Sebagai Identitas

Budaya memberikan rasa identitas kepada anggota organisasi.

2. Sebagai Batas

Budaya berperan sebagai penentu batas-batas, yang artinya budaya menciptakan perbedaan atau yang membuat unik suatu organisasi dan membedakannya dengan organisasi lainnya.

3. Sebagai Komitmen

Budaya memberikan fasilitas lahirnya komitmen terhadap sesuatu yang lebih besar daripada kepentingan individu.

4. Sebagai Stabilitas

Budaya meningkatkan kemantapan sistem sosial.

5. Sebagai pembentuk sikap dan perilaku

Budaya bertindak sebagai mekanisme pembuat makna serta kendali yang menuntun dan membentuk sikap serta perilaku individu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel