7 Wisata Religi di Aceh yang Wajib Dikunjungi, Penuh Nilai Sejarah

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Wisata religi di Aceh terdiri dari masjid-masjid yang megah dan penuh nilai sejarah. Salah satu wisata religi di Aceh yang merupakan tempat beribadah umat Islam ini tentunya adalah Masjid Raya Baiturrahman. Masjid ini merupakan ikon Kota Banda Aceh yang sangat populer.

Bagaimana tidak, masjid ini merupakan satu-satunya bangunan yang tetap bertahan dan berdiri kokoh, di saat bangunan lain di sekitarnya luluh lantak dihantam tsunami pada 2004 silam. Namun, Masjid Raya Baiturrahman bukanlah satu-satunya wisata religi di Aceh yang bisa kamu kunjungi.

Wisata religi di Aceh bisa menjadi destinasi utama yang tidak boleh dilewatkan saat ke Bumi Serambi Mekkah. Kamu bisa berkunjung untuk beribadah dengan khusuk dan nyaman, serta mengagumi keindahan masjid-masjid yang penuh nilai sejarah di Aceh.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (9/5/2021) tentang wisata religi di Aceh.

Wisata Religi di Aceh

Turis asing mengenakan jilbab saat mengunjungi Masjid Agung Baiturrahman di Banda Aceh. Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Baiturahman juga menjadi tempat wisata bagi turis lokal dan mancanegara. (CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP)
Turis asing mengenakan jilbab saat mengunjungi Masjid Agung Baiturrahman di Banda Aceh. Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Baiturahman juga menjadi tempat wisata bagi turis lokal dan mancanegara. (CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP)

Mesjid Raya Baiturrahman

Wisata religi di Aceh yang pertama tentunya tidak lain tidak bukan, Masjid Raya Baiturrahman. Masjid Raya Baiturrahman merupakan salah satu ikon dari wisata religi yang berada di Aceh. Masjid ini dibangun pada tahun 1612 pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Namun ada pula yang mengatakan bahwa aslinya masjid ini dibangun pada tahun 1292 oleh Sultan Alaidin Mahmudsyah.

Dalam perkembangannya, Masjid Raya Baiturrahman tidak hanya menjadi tempat untuk beribadah. Masjid ini juga sempat menjadi benteng pertempuran saat Kolonial Hindia Belanda menyerang Kesultanan Aceh pada 10 April 1873. Akibat pertempuran tersebut masjid ini sempat terbakar dan dibangun kembali setelah itu.

Renovasi yang dilakukan terhadap masjid ini pun cukup banyak, awalnya hanya memiliki satu kubah dan satu menara. Saat ini Masjid Raya Baiturrahman memiliki 7 kubah dan 8 menara dan menjadi masjid yang sangat megah.

Masjid Keuchik Leumik

Selain Masjid Raya Baiturrahman juga terdapat Masjid Keuchik Leumik yang memukau. Bergaya Timur Tengah, Masjid Keuchik Leumik bahkan dilengkapi dengan pohon kurma di halaman depannya. Sesuai namanya, masjid ini dibangun oleh seorang wartawan, budayawan, sekaligus saudagar emas yaitu H. Harun Keuchik Leumik. Tempat ibadah umat Islam yang sudah menjadi wisata religi di Aceh ini berlokasi di Desa Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh.

Wisata Religi di Aceh

Masjid Tuha Indrapuri, Aceh. (Sumber: Wikipedia Common)
Masjid Tuha Indrapuri, Aceh. (Sumber: Wikipedia Common)

Masjid Kupiah Meukotop

Masjid Kupiah Meukotop merupakan tempat ibadah umat Islam yang terletak di Jalan Teuku Umar. Masjid ini memiliki nama resmi Masjid Besar Baitul Musyahadah. Namun, karena bentuk atapnya yang mirip kupiah, banyak masyarakat yang menyebutnya Masjid Kupiah Meukotop. Selain itu, karena lokasinya yang berada di Jalan Teuku Umar maka sebagian masyarakatpun menyebutnya Masjid Teuku Umar.

Keunikan utama masjid yang juga wisata religi di aceh ini memang bentuk atapnya yang menyerupai Kupiah Meukotop, topi tradisional aceh. Tidak cuma atap masjid, namun pagar pintu masjid juga dilengkapi dengan bentuk Kupiah Meukotop.

Nuansa tradisional Aceh bertaburan di mesjid ini, jika dari luar kubah berbentuk Kupiah Meukotop maka di dalam interor masjid juga menampilkan ornament Pinto Aceh yang pada tahun 2016 telah ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia.

Masjid Tuha Indrapuri

Wisata religi di Aceh berupa masjid selanjutnya adalah Masjid Tuha Indrapuri. Lokasinya berada di Desa Indrapuri, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Aceh. Masjid ini disebut-sebut dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda pada tahun 1607 masehi.

Bangunan masjid adalah bekas benteng yang merupakan peninggalan kerajaan Hindu sebelum abad 12 Masehi. Hal ini menyebabkan adanya akulturasi budaya Hindu dan Islam pada ukiran bangunan. Arsitektur yang unik inilah yang menjadikan masjid ini sangat menarik untuk dikunjungi.

Masjid Baiturrahim, Banda Aceh

Selain Masjid Raya Baiturrahman, masjid ini juga bertahan dari terjangan tsunami pada tahun 2004 silam. Pasca diterjang tsunami, masjid ini hanya rusak sekitar dua puluh persen saja. Masjid Baiturrahim berada di Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh. Masjid ini berlokasi persis di persimpangan menuju Pelabuhan Ulee Lheue Kota Banda Aceh.

Masjid Baiturrahim adalah salah satu masjid bersejarah di Bumi Serambi Mekkah. Masjid ini disebut-sebut salah satu peninggalan Sultan Aceh pada abad ketujuh belas. Masjid Baiturrahim menjadi salah satu ikon Kota Banda Aceh. Banyak orang yang menjadikan masjid ini sebagai wisata religi di Aceh.

Wisata Religi di Aceh

Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh (Liputan6.com/Rino Abonita).
Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh (Liputan6.com/Rino Abonita).

Masjid Babussalam, Sabang

Wisata religi di Aceh juga bisa kamu temukan di luar Kota Banda Aceh, salah satunya Masjid Babussalam di Sabang. Sabang merupakan pulau paling ujung baat di Indonesia yang menawarkan berbagai wisata alam laut yang menakjubkan.

Namun, tak ada salahnya berkunjung ke wisata religi di Aceh ini untuk sekadar berfoto-foto maupun tentunya untuk melaksanakan ibadah salat. Lokasi masjid ini berada di Gampong Kota Atas, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Aceh. Kamu akan melihat arsitektur masjid yang indah dan megah, dengan kaligrafi yang menawan.

Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh

Masjid Agung Meulaboh merupakan salah satu wisata religi di Aceh yang bisa kamu jadikan pilihan yang tepat. Berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Meulaboh, bangunan ini memang sudah populer jadi destinasi wisata religi di Aceh. Keindahan arsitektur dan kubah yang menjulang berwarna terang menjadi ciri khas dan keunikannya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel