70 Persen Lahan Kawasan Industri Batang Fase I untuk Investor Korsel

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Sebesar 70 persen dari lahan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Jawa Tengah, direncanakan bagi investor dari Korea Selatan. Fase pertama lahan KITB seluas 450 hektare.

Ini diungkapkan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia saat peletakan batu pertama pembangunan pabrik KCC Glass di KITB, Batang, Jawa Tengah, seperti melansir Antara, Kamis (20/5/2021).

"(Fase KITB pertama seluas 450 hektare) 70 persen akan diisi investasi dari Korea selatan, termasuk perusahaan LG. Jadi, memang ada langkah komprehensif yang akan kami lakukan dan kita dorong," kata dia.

Saat ini, pemerintah memfokuskan investasi sebagai upaya menciptakan lapangan pekerjaan sehingga ada dua hal yang diperhatikan yaitu nilai investasinya besar dengan kolaborasinya bersama pelaku UMKM dan penyerapan tenaga kerja.

"Ini adalah bagian transformasi ekonomi yang berujung pada industri dan memberikan nilai tambah. Oleh karena itu, kami minta tolong libatkan pengusaha nasional dan pengusaha di Jateng, dan khususnya Kabupaten Batang ini," katanya.

Bahlil mengingatkan pengusaha tidak memiliki mental sebagai "pengusaha proposal" karena memiliki hubungan emosional yang baik dengan kepala daerah.

"Jangan karena sebagai tim suksesnya bupati maupun gubernur, jadi tidak proporsional. Kita harus mulai belajar proporsional yang bisa dipertanggungjawabkan karena kita menuju era transparansi dan persaingan secara global," katanya.

Ia mengatakan alasan pemerintah memilih kawasan industri di Kabupaten Batang karena wilayahnya berada di Jawa Tengah yang memiliki infrastruktur di posisi "segitiga emas", tenaga kerja murah, masyarakatnya ramah, dan persoalan sosial yang tidak terlalu besar dibanding daerah lain.

"Oleh karena, jadikan lah Jawa Tengah sebagai surga berinvestasi bagi Korea Selatan dan negara dunia lainnya," katanya.

Alasan Investor Korsel

Ilustrasi investasi | unsplash.com/@precondo
Ilustrasi investasi | unsplash.com/@precondo

CEO KCC Glass Corporation Nae-Hoan Kim mengatakan pihaknya memilih Indonesia karena posisi strategis yaitu menghubungkan antara dunia belahan selatan dan bagian utara.

"Ini alasan mengapa industri dunia memperhatikan Indonesia sebagai pusat industri. Kami memproduksi 480 ton kaca lembaran per tahun dan menginvestasikan Rp5 triliun,"katanya.

Direktur Utama PT PP (Persero) Novel Arsyad menambahkan pihaknya siap bekerja sama dalam membangun pabrik KCC Glass dengan kualitas terbaik.

"Pembangunan ini adalah simbol undangan investor lain untuk menyusul KCC Glass," katanya.

Saksikan Video Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel