70 persen lulusan Poltek Kelautan Perikanan terserap industri

Lebih dari 70 persen lulusan Kampus Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK BLU) Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo tahun 2022 terserap di dunia usaha dan industri perikanan.

"Dalam rangka menyiapkan tenaga ahli yang memiliki kekhususan baik kualitas akademik maupun kepribadian sesuai kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan industri perikanan, maka KKP melalui PK BLU Politeknik KP Sidoarjo menyelenggarakan pendidikan vokasi," kata Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) mewisuda 150 lulusan Kampus PK BLU)l Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo Tahun 2022.

Dari jumlah tersebut sebanyak 36 orang sudah diterima bekerja di dunia usaha dan dunia industri. Sementara 74 orang lainnya berasal dari jalur khusus anak pelaku usaha kelautan dan perikanan yang kembali ke orang tua mereka untuk melakukan usaha mandiri yang sudah dirintis oleh orang tua lulusan.

Antam mengatakan PK BLU Politeknik KP Sidoarjo menerapkan kurikulum berbasis teaching factory, yaitu 30 persen muatan teori dan 70 persen muatan praktik, dengan sistem boarding school selama menempuh pendidikan. Penerimaan peserta didik di PK BLU Politeknik KP Sidoarjo melalui jalur umum yaitu masyarakat umum 45 perseb dan melalui jalur khusus, yaitu putra-putri nelayan, pembudidaya Ikan dan udang, pengolah dan petambak garam 55 persen.

Antam mengatakan bahwa sistem vokasi menjadi kunci dalam menghasilkan lulusan yang dapat terserap di dunia usaha dan industri, serta yang mampu menciptakan peluang usaha.

Strategi BRSDM dalam pencapaian pendidikan kelautan dan perikanan yang kompeten dan berdaya saing, mencakup pembangunan sistem penyelenggaraan pendidikan berbasis industri, peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, metode pembelajaran menggunakan teaching factory, meningkatkan sarana dan prasarana, serta membangun sistem pendidikan berbasis digital dan teknologi informasi.

Sekretaris BRSDM Kusdiantoro mengatakan sudah ada peningkatan wirausaha dari tahun ke tahun, yang awalnya 5 persen, menjadi 8 persen, dan sekarang lebih dari 10 persen.

Para wisudawan berasal dari lima Program Studi (Prodi) yaitu Teknik Budidaya Perikanan 36 orang, Teknik Pengolahan Produk Perikanan 37 orang, Teknik Penanganan Patologi Perikanan 25 orang, Agribisnis Perikanan 28 orang, dan Mekanisasi Perikanan 24 orang.

Baca juga: KKP: Lulusan Sekolah Perikanan perlu siap jadi wirausahawan
Baca juga: Menteri KKP ajak lulusan SPUM bantu pulihkan kondisi perekonomian