700.000 warga California korban kebakaran bisa tidak dapat ganti rugi

SAN FRANCISCO (AP) - Sebanyak 100.000 warga California memenuhi syarat untuk menerima pembayaran ganti rugi atas kerusakan yang mereka derita akibat serangkaian kebakaran hutan selama beberapa tahun terakhir. Tetapi puluhan ribu dari mereka belum meminta kompensasi.

Mereka menghadapi tenggat waktu Senin untuk mengajukan gugatan terhadap Pacific Gas & Electric, perusahaan yang disalahkan atas banyak kebakaran dan diharuskan menutupi berbagai kerugian terkait kebakaran sebagai bagian dari rencana kepaiitannya.

Prihatin bahwa sebanyak 70.000 korban mungkin kehilangan kompensasi, pengacara mengajukan surat-surat pengadilan Jumat untuk memperingatkan hakim kepaillitan bahwa korban yang selamat dari kebakaran - banyak yang masih trauma dan berjuang untuk bangkit kembali - tidak mengetahui hak mereka untuk mengajukan klaim .

"Orang-orang benar-benar kewalahan dan tidak mengerti apa yang harus mereka lakukan," kata Cecily Dumas, seorang pengacara untuk Komite Resmi Penuntut Tort, sebuah kelompok yang ditunjuk oleh pengadilan untuk mewakili semua korban kebakaran hutan.

"Penyewa, orang-orang berpenghasilan rendah terlalu lelah dengan keadaan sehari-hari mereka untuk menghadapinya," katanya.

PG&E mengajukan perlindungan kebangkrutan pada Januari karena menghadapi kerugian miliaran dolar dari kebakaran hutan yang telah menewaskan banyak orang selama beberapa tahun terakhir dan menghancurkan ribuan rumah. Perusahaan energi milik investor menyisihkan $ 8,4 miliar untuk pembayaran kepada korban kebakaran dan sudah membayarkan 6,2 juta dolar AS.

Namun, banyak korban mengatakan dalam surat-surat pengadilan yang mendukung perpanjangan tenggat waktu bahwa pemberitahuan hukum tidak sampai kepada mereka karena mereka telah dipindahkan, atau jika mereka menerimanya, mereka mengira itu sebagai penipuan.

Beberapa mengatakan mereka pikir mereka tidak dapat mengajukan klaim karena PG&E bangkrut, atau mereka tidak berhak mengajukan klaim karena mereka sudah menerima uang dari perusahaan asuransi mereka.

Yang lain mengira mereka tidak bisa membuat klaim tanpa pengacara.

"Saya pikir saya bukan korban karena saya keluar hidup-hidup," kata Elizabeth Davis, 91, yang kehilangan caravan dalam kebakaran yang pada dasarnya memusnahkan kota Paradise hampir setahun yang lalu. "Saya tidak pernah menerima informasi bahwa PG&E menyediakan miliaran. Saya pikir saya tidak memenuhi syarat untuk mengajukan klaim."

Seorang pria yang mengatakan rumahnya di Paradise dilalap api tiga bulan setelah dia membelinya dan mengatakan dia mengetahui melalui media sosial bahwa dia dapat memperoleh kompensasi dari PG&E atas kerugiannya.

Ryan Mooney mengatakan dia percaya ada banyak orang seperti dia yang tidak tahu mereka dapat mengajukan klaim.

Mooney berkata bahwa dia dan istrinya serta paman dan bibinya yang tinggal berdekatan lolos dari api setelah mereka bangun karena bau asap dan melihat dinding api menghampiri sebuah ngarai.

"Kita semua masih bergulat dengan trauma sampai hari ini," katanya. "Kami terus-menerus merencanakan rute darurat dan menyusun peralatan darurat. Ketika ada asap di luar, kami merasa gugup."

PG&E secara terpisah setuju untuk membayar lebih dari $ 11 miliar kepada perusahaan asuransi untuk mengkompensasi klaim yang telah mereka bayarkan kepada korban kebakaran.

Dumas mengatakan orang-orang yang selamat dari kebakaran juga dapat mengklaim kesulitan seperti kehilangan upah, kehilangan bisnis, dan tekanan emosional. Penyewa dapat berupaya mendapatkan biaya untuk menemukan perumahan alternatif.

Dumas tidak yakin perpanjangan tenggat waktu akan menyebabkan lebih banyak orang mengajukan klaim. Namun, dia mengatakan dia merasakan kewajiban moral untuk memberi tahu hakim sehingga dia dapat memahami ruang lingkup masalahnya.