700 Napi Pekalongan Diusulkan Dapat Remisi

Pekalongan (Antara) - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Pekalongan, Jawa Tengah mengusulkan pemberian remisi terhadap 700 narapidana pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Lapas Kelas IIA Kota Pekalongan, Suprapto di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa jumlah narapidana yang diusulkan mendapatkan remisi pada HUT Kemerdekaan RI tersebut lebih banyak dibanding saat Lebaran 2013 sebanyak 570 orang.

"Jika remisi Lebaran 2013, para napi mendapat pengurangan tahanan sebanyak 15 hari hingga sebulan maka pada HUT ke-68 Kemerdekaan RI ini bisa mencapai dua bulan," katanya.

Menurut dia, para narapidana yang diusulkan mendapatkan remisi ini harus memenuhi persyaratan penilaian, seperti memiliki kelakukan baik dan sudah menjalani masa pidana sedikitnya enam bulan hingga satu tahun.

"Sedangkan narapidana yang menjalani hukuman seumur hidup maka akan mendapatkan catatan khusus lagi," katanya.

Terkait dengan meningkatnya jumlah pengunjung saat Lebaran, ia mengatakan bahwa Lapas Pekalongan telah menambah alokasi ruangan pada warga yang ingin membesuk anggota keluarganya yang tengah menjalani hukuman.

"Kami memaksimalkan fungsi aula dan mendirikan tenda di dalam lapas, serta menambah petugas keamanan sebanyak empat regu. Setiap regunya berjumlah 10--27 orang dan mereka bertugas mengawasi setiap pengunjung yang ingin bertemu para napi," katanya.

Ia mengatakan selain itu, lapas juga menambah jam besuk yang semula mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB menjadi pukul 16.00 WIB.

"Saat ini jumlah napi sebanyak 894 orang. Saat Lebaran, setiap warga binaan bisa dikunjungi sampai 40 orang per hari," katanya. (03/ard)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.