72 Unit Purwarupa Siap Jawab Kebutuhan Metrologi Nasional

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan menggelar wisuda ke-3 Akademi Metrologi dan Instrumentasi (Akmet) tahun 2021 di Pusat Pengembangan Sumber Daya Kemetrologian Kemendag, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (7/10) dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Sebanyak 61 wisudawan mengikuti acara wisuda yang bertema ‘Lulusan Akmet Menunjang Peran Metrologi dan Instrumentasi dalam Percepatan Pemulihan Perekonomian Nasional’.

Dalam acara tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto menyampaikan, mahasiswa lulusan bidang kemetrologian harus menjawab tantangan zaman di bidang perkembangan kemetrologian untuk meningkatkan daya saing bangsa.

“Kesempatan ini merupakan suatu langkah awal untuk mengimplementasikan kompetensi yangdimiliki lulusan Akmet secara profesional dan penuh tanggung jawab di bidang metrologi untukmeningkatkan daya saing bangsa. Lulusan bidang kemetrologian juga harus mampu menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran,” kata Suhanto.

Pada wisuda kali ini, Akmet meluluskan 61 lulusan dengan rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,33. Berdasarkan predikat lulusannya, terdapat 12 orang lulus dengan predikat Memuaskan, 27 orang dengan predikat Sangat Memuaskan, dan 22 orang Dengan Pujian. Berdasarkan daerah asallulusan, lulusan Akmet tahun ini berasal dari daerah Pulau Jawa sebanyak 52 orang, Pulau Sumatratujuh orang, Nusa Tenggara satu orang, dan Kalimantan satu orang.

Pameran Karya Purwarupa

Di momen wisuda tersebut, turut dipamerkan karya-karya purwarupa mahasiswa Akmet. Direktur Akmet Endang Juliastuti menyampaikan, meskipun proses perkuliahan Akmet turut terpengaruh pandemi Covid-19, para mahasiswa berhasil menyelesaikan perkuliahan dan menghasilkan sejumlah hasil karya akhir yang siap dipatenkan.

Endang menjelaskan, pengerjaan proyek karya akhir yang terkendala pandemi Covid-19 memang menciptakan keterbatasan mahasiswa untuk mencari komponen, bengkel, dan laboratorium.

“Tetapi proyek akhir tetap berhasil diselesaikan. Beberapa karya purwarupa siap dipatenkan. Ini menunjukkan kegigihan para mahasiswa untuk dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik,” kata Endang.

Sebanyak 29 purwarupa proyek akhir turut dipamerkan. Dalam periode 2019–2021, Akmet telah menghasilkan 72 unit purwarupa untuk kebutuhan metrologi nasional.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Purwarupa Proyek Akhir Akmet

Aktivitas perdagangan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (20/4). Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengklaim harga pangan terkendali. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Aktivitas perdagangan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (20/4). Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengklaim harga pangan terkendali. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Purwarupa Proyek Akhir Akmet memiliki keunggulan karena dapat digunakan dalam tiga lingkup bidang metrologi nasionalyaitu metrologi legal, metrologi industri, dan metrologi ilmiah.

Untuk aplikasi bidang metrologi legal, Akmet telah membuat purwarupa terkait pembersih anak timbangan, perekam layer mass comparator, pengukur level tangki ukur silinder, meter kadar air (MKA) berbagai komoditas, segel elektronik, penguji Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT), robot pengukur jarak lintasan dan jari-jari Tangki Ukur Silinder Tegak (TUTSIT), timbangan untuk tarif logistik/paket, alat pengawas penakar BBM, instalasi uji meter air, penguapan ultrasonik untuk pemercepat penyiapan sampel MKA, robot pengangkat anak timbangan, alat ukur densitas anak timbangan, dan pengukur kualitas morfologi beras.

Untuk aplikasi pada bidang metrologi industri, purwarupa terkait kualitas minyak goreng, kualitasair minum isi ulang, kualitas tanaman, hidroponik otomatis, penyortir telur, dan pendeteksikematangan buah sawit.

Untuk aplikasi bidang metrologi ilmiah, dihasilkan purwarupa neracaWatt, pengukur suhu nonkontak, pengukur objek berbasis kamera, pengukur ketebalan benda dariencoder printer, Laser Interferometer, dan alat bantu kalibrasi thermometer inframerah.

“Kami berharap purwarupa yang dihasilkan oleh para mahasiswa ini dapat memberikan manfaatdi bidang kemetrologian. Kami juga berharap, di masa mendatang mahasiswa Akmet dapatsemakin kreatif dalam menciptakan karya-karya inovatif,” kata Endang.

Penandatanganan MoU SDM Kemetrologian

Di sela agenda wisuda, Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto dan Bupati Magetan Suprawotomenandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) Pengembangan SDM Kemetrologian sebagaiupaya optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi pelayanan di bidang Kemetrologian dikabupaten/kota.

Penandatanganan MoU tersebut secara simbolis mewakili MoU Kemendang dengan 14kabupaten/kota yang warganya lolos seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Akmet Tahun 2021.

Keempat belas kabupaten/kota tersebut meliputi Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Bungo, Kabupaten Batubara, Kota Pekanbaru, Kabupaten Magetan, Kabupaten Sukabumi, Kota Malang, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Mamuju Tengah, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Pati, Kabupaten Pidie, dan Kota Serang.

Ruang lingkup MoU mencakup pengembangan sumber daya manusia di bidang kemetrologian melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Tridharma).

“Dengandemikian, diharapkan ada sinergi yang saling memperkuat antara pelayanan di bidangkemetrologian di Kabupaten/Kota dan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dari Akmet,” kataSuhanto.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel